Catatan Kecil Keluarga Nara

Abadikan lewat tulisan agar jadi kisah klasik di masa depan



Kuliner Khas Daerahku Bernama Masakan Ibu

Suatu kali, seorang anak pulang dari perantauan. Lama tak bertemu dengan kedua orang tuanya, ada rindu diantara mereka. Sang anak pun lalu mengajak kedua orang tuanya makan di luar. Di warung makan yang cukup terkenal di daerahnya. Warung makan yang sering dilewatinya kala kecil dulu. Warung makan yang hanya mampu dia pandang dari jauh, karena untuk masuk ke situ tentu saja dia tak ada uang.

Kini dia sudah bekerja. Walau belum mapan, tapi ada lah sedikit tabungan untuk menyenangkan hati kedua orang tuanya. Dengan mengajak kedua orang tuanya makan di sana, dia ingin melihat mereka berdua bahagia. Dia ingin menunjukkan, bahwa dia kini bisa dan mampu mengajak keduanya menikmati aneka makanan dari warung manapun yang diinginkan kedua orang tuanya.

(more…)

Lucu dan Pintarnya Bocah 16 Bulan itu

Okto kini telah berusia 16 bulan. Banyak perkembangan fisik dan pengetahuannya yang membuat perasaan saya melambung. Takjub sekaligus bangga dan bahagia. Walaupun anak ketiga, tetap saja banyak kejutan yang saya temukan setiap kali melihat Okto dapat melakukan hal yang baru. Dan inilah beberapa perkembangannya yang sempat terekam oleh penglihatan saya.

1. Mulai doyan berbagai macam makanan

Alhamdulillah Okto mulai mau makan nasi. Jadi kan sampai usianya 1 tahun, dia masih nggak mau disuapi nasi. Pasti mingkem kalau disodori sendok berisi nasi. Sekarang sudah mau makan nasi.

(more…)

Anak-Anakku, Apakah Selama Ini Kalian Bahagia?

Suatu kali saya mengikuti kuliah parenting via group wa, materinya membahas tentang mengenali karakter anak agar orang tua bisa memberikan yang terbaik bagi anak. Pemateri mengawali materinya dengan mengajukan pertanyaan “Pernahkah Bapak/Ibu menanyakan pada anak-anak, apakah mereka merasa bahagia selama ini?”.

Bahagiakah kalian, Nak?

Langsung jleb deh dapat pertanyaan seperti ini, jujur saja, saya selama ini tak pernah menanyakan pada anak-anak, apakah selama ini mereka berbahagia, apa yang membuat mereka bahagia.

Usai sesi kuliah parenting tersebut, saya mulai mencari waktu untuk bicara berdua dengan babang dan kakak, pengen menggali tentang bahagia yang ada dalam diri mereka. Dan inilah hasil pembicaraan saya dengan mereka.

(more…)

Berburu Spot Foto Cantik di Batu Flower Garden

Icon Batu Flower Garden

Batu Flower Garden berada di kawasan wisata Coban Rais di kota wisata Batu, merupakan wahana wisata baru yang mengusung konsep mainstream, mengikuti selera para pengunjung jaman kini. Terletak di puncak perbukitan, menyediakan gardu pandang dan banyak spot cantik untuk berfoto.

Masuk ke kawasan ini, pengunjung dikenakan biaya 10 ribu per orang, biaya ini adalah biaya untuk masuk kawasan air terjun coban rais. Coban rais sendiri berjarak sejauh sekitar 2 km dari pintu masuk kawasan, dan harus ditempuh dengan berjalan kaki. Sementara area batu flower garden berjarak sekitar 300 meter dari pintu masuk kawasan. Mau jalan kaki bisa, mau naik ojek juga bisa. Banyak tukang ojek yang menawarkan tumpangan dari area parkir menuju loket batu flower garden, tarifnya 10 ribu rupiah. Karena dekat, saya merekomendasikan jalan kaki saja dari area parkir ke loket batu flower garden, bisa sambil menikmati pemandangan, jadi perjalanan pun tak terasa melelahkan.

(more…)

Terpikat Pesona Air Terjun Coban Rondo

Kalau sepi, pasti bagus berfoto disini

Wisata air terjun Coban Rondo terletak di Kota Batu Malang Jawa Timur, tepatnya di jalan Coban Rondo, desa Pandesari, Kecamatan Pujon. Kalau dari kota Malang, perjalanan sekitar 1 jam. Tiket masuk 35 ribu/orang. Setiap pengunjung akan mendapatkan gelang sebagai tanda masuk ke area wisata Coban Rondo. Area wisata ini beroperasi mulai pukul 07.00 – 17.00. Jadi bisa banget kalau mau seharian menikmati keindahan alam disana.

(more…)

Bersedekah dengan Sekantong Darah

Petugas PMI sedang bersiap mengambil darah dari pendonor

Jumat kemarin, 17 November 2017, poliklinik kantor bekerja sama dengan PMI kota Malang menyelenggarakan kegiatan donor darah. Kegiatan dimulai pukul 08.00 dan diakhiri pukul 10.00. Saya termasuk salah satu pegawai yang ikut mendonorkan darah.

Persyaratan Donor Darah

Untuk menjadi pendonor darah, tidak bisa sembarang orang. Calon pendonor harus memenuhi beberapa persyaratan, jadi berbahagialah bagi yang bisa mendonorkan darahnya. Adapun persyaratan bagi calon pendonor antara lain :

  1. Sehat jasmani dan rohani
  2. Berusia diantara 17 hingga 65 tahun
  3. Berat badan minimal 45 kg
  4. Tekanan darah sistole 100 – 180
  5. Tekanan darah diastole 70 – 100
  6. Kadar hemoglobin minimal 12,5%
  7.  Interval donor minimal 12 minggu atau 3 bulan dari donor terakhir
  8. Tidur minimal 4 jam sebelum melakukan donor
  9. Makan 3-4 jam sebelum donor
  10. Minum lebih banyak pada hari donor

(more…)

Handphone yang Pernah Aku Miliki

Saat ini handphone, sudah menjadi barang yang lumrah di bawa setiap orang kemana-mana. Dari anak SD hingga kakek nenek memiliki handphone. Dari para bos hingga tukang sayur, semua punya. Kalau saya malas ke pasar, biasanya saya tinggal kirim wa aja ke pedagang sayur langganan. Nanti agak siang, dia kirim pesanan saya ke rumah. Keberadaan handphone menolong saya dan juga menguntungkan pedagang sayur itu.

Jadi pengen nulis sejarah handphone apa saja yang pernah saya miliki. Sekaligus mengenang bagaimana saya dapat memperoleh handphone itu.

(more…)

Tiga Keteledoran Ibu dalam Pekerjaan Rumah Tangga

Bagi para ibu, yang mengurus sendiri pekerjaan rumahnya, masih disambi mengasuh anak, mungkin pernah mengalami atau melakukan keteledoran-keteledoran dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Bisa jadi karena kecapekan, lalu ikut tertidur pas menidurkan anaknya. Bisa jadi lupa karena keasyikan menemani anaknya bermain. Keteledoran itu bisa saja akhirnya membuat tersenyum. Bisa juga membuat jengkel pada diri sendiri. Atau bisa juga membahayakan keamanan dan keselamatan diri.

Saya pun pernah melakukan keteledoran-keteledoran dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Untungnya sampai sejauh ini, belum pernah sampai membahayakan keselamatan. Semua masih bisa ditangani, walau dengan terburu-buru. Walau kadang juga disertai rasa panik dan juga was-was.

(more…)

Tiga Kegiatan yang dapat Saya Lakukan Setelah Memiliki Anak

Memiliki anak, menjadi ibu adalah hal yang luar biasa dalam hidup saya. Mengubah ritme hidup. Tak bisa lagi seenaknya berangkat tidur sewaktu-waktu saya mengantuk. Tak bisa lagi bebas keluar rumah sekehendak saya. Bangun lebih pagi dan tidur menjadi lebih larut.

Menjadi ibu membuat saya lebih berhati-hati dalam  ujaran dan perilaku, karena akan ditiru oleh anak-anak. Tak boleh lagi makan minum sambil berdiri. Tak boleh lagi lempar bungkus permen sembarangan. Tak boleh lagi malas mandi *ini yang masih susah dilakukan sampai sekarang, apalagi kalau hawa di kota Malang sedang dingin.

Namun, menjadi ibu juga membuat saya mampu melakukan kegiatan yang sebelumnya tak pernah bisa saya lakukan kala belum memiliki anak. kegiatan-kegiatan yang awalnya terasa aneh untuk dilakukan, bahkan membuat pening. Namun karena keadaan memaksa, akhirnya jadi terbiasa. Nah kegiatan apa sajakah itu?

(more…)