12 Teknik Copywriting

12 teknik copywriting

12 teknik copywriting ini saya pelajari dalam kulwap yang diselenggarakan bagi Mombassador SGM Eksplor. Penyelenggaranya adalah tim community dari PT Sari Husada selaku produsen susu SGM. Materinya disampaikan oleh mbak Melati dari bolu.id.

Apaan sih Copywriting?

Menurut Hermas Puspito, copywriting adalah penggunaan tulisan untuk mempengaruhi pikiran dan emosi pembaca untuk menggerakkan tindakan mereka ke arah yang kita inginkan. Dalam konteks promosi bisnis, copywriting adalah teknik untuk menghasilkan tulisan yang bertujuan mendorong pembaca semakin tertarik dengan penawaran anda. 

Copywriting itu identik dengan menulis, jadi kita butuh latihan terus-menerus dan konsisten sehingga kelak kita bisa menghipnotis para netizen untuk ikut menggunakan produk yang kita promosikan dan mau take action dari caption/tulisan yang kita buat. Yah, karena NYAWA kedua sebuah iklan setelah konten menarik ya COPYWRITING yang ciamik.

Bagi yang sering dapat job di instagram, kadang kebingungan untuk membuat caption, pastikan kamu baca tulisan ini sampai selesai ya. Kali aja setelah mempelajari 12 teknik copywriting ini, kamu nggak akan kesulitan lagi saat harus membuat caption untuk mempromosikan produk tertentu.

Belajar 12 Teknik Copywriting

Mbak Melati menyampaikan bahwa teknik copywriting itu ada banyak. Setiap teknik memiliki pola tersendiri. Jadi kita bisa memilih mau menggunakan teknik yang mana sesuai kebutuhan. Dalam kulwap ini dibahas 12 teknik copywriting

Teknik 1 YES-SET

Teknik ini akan menggiring pikiran pembaca untuk mengiya-kan sugesti atau inti pesan yang kita berikan melalui iklan yang kita buat.

Polanya adalah:

  • Susun pernyataan atau pertanyaan yang jawabannya pasti “YA”
  • Jangan nebak-nebak, tapi pastikan pernyataan atau pertanyaan tersebut adalah kebenaran umum yang pasti “YA”
  • Gunakan pernyataan yang pasti disetujui dan berkata “YA”
  • Cari pertanyaan yang mutlak akan dijawab “YA”
  • Berikan “YA” kecil terlebih dahulu sebelum ajukan pernyataan atau pertanyaan dengan “YA” besar
  • Kalau mereka sudah mengangguk,baik secara langsung atau cukup dalam hati saja, maka Anda mulai berhasil mempraktikkan teknik ini untuk mereka
  • Jadi kalau anda berhasil membuat pembaca berkata “YA” sebanyak 3 kali berturut-turut, maka seterusnya kemungkinan besar pembaca akan terus berkata “YA”

Jika anda kesulitan menyusun kalimat pernyataan, anda bisa gunakan kalimat pertanyaan, misalkan:

● Tidakkah Anda ingin . . . ?

Contoh : “Tidakkah Bunda ingin anak yang sehat dan aktif ?

● Bukankah sudah waktunya untuk . . . ?

Contoh : “Bukankah sudah waktunya untuk kita lebih memperhatikan asupan nutrisi Anak?”

Anda bisa . . ., bukan?

Contoh: “Anda bisa lakukan banyak aktivitas seru bersama sang buah hati, bukan?”

● Apakah Anda melihat bagaimana rasanya ketika Anda . . .?

Contoh: Apakah Anda melihat bagaimana rasanya ketika Anak Bunda mengucapkan rasa sayang yang mendalam pada Bunda?”

● Apakah Anda ingin . . .?

 Contoh “Apakah Anda ingin memberikan nutrsi terbaik bagi tumbuh kembang buah hati?”

● Apakah Anda tertarik . . . ?

Contoh: “Apakah Anda tertarik untuk mengetahui asupan gizi yang dibutuhkan oleh Anak umur 3 tahun?”

Teknik 2 Double Binding

Teknik ini digunakan untuk menyetir jawaban pembaca untuk berkata “YA” pada salah satu pilihan yang kita ajukan.

Alhasil, seakan-akan kita memberikan pilihan kepada orang lain, namun kedua pilihan tersebut adalah jebakan yang memang sudah kita siapkan.

Contoh :

  • “By the way, Anda lebih suka anak mengajak anak bermain ke pantai atau ke gunung ?”
  • “Anda lebih suka gambar yang kiri atau yang kanan?”
  • “Anda lebih suka model sebelah kiri atau sebelah kanan?”
teknik jualan double binding
Teknik double binding

Teknik 3 Scalling

Teknik ini digunakan untuk membuat pembaca iklan Anda selalu berkomentar positif pada APA PUN produk yang Anda tawarkan.

Kok bisa?

Cara kerjanya, Anda buat pertanyaan yang intinya adalah seolah-olah minta pendapat atau penilaian pembaca mengenai produk Anda, misalnya:

 “Hai Bunda, setelah saya sampaikan cuplikan isi bukunya, kalau 1 itu bagus, dan 10 itu bagus banget, kira-kira ada di angka berapa untuk buku Orangtuanya Manusia ini?”

Teknik 4 Methapor

Intinya, Anda menggunakan metafora atau analogi untuk menjelaskan produk Anda ke pembaca agar terlihat lebih masuk akal dan dapat diterima oleh mereka.

Contoh : “Ikut dalam komunitas seperti Mombassador adalah ibarat kita memiliki rumah. Jika rumah tidak memiliki tiang tiang pendukung yang kuat maka rumah akan roboh. Demikian juga dengan diri kita tanpa Mombassador”

Teknik 5 Clickbait

Teknik ini bertujuan untuk menarik perhatian dan mendorong pembaca untuk mengklik sebuah link halaman situs tertentu yang kita tautkan melalui status Facebook.

Teknik Ini, Bikin Orang “Kebelet” Nge-KLIK. Cara yang digunakan antara lain :

  • Edit gambar yang digunakan untuk iklan sehingga bikin orang “kebelet” buat ngeklik.
  • Bisa kasih tanda panah dan lingkaran sekaligus.

Teknik 6 Ask the Why

Teknik ini digunakan untuk asumsi bahwa pembaca benar-benar setuju dengan sugesti atau inti pesan yang ingin kita sampaikan.

Maksudnya?

Ya, kita dengan sengaja mengarahkan pembaca agar mau menjawab, “Karena…” atau “Soalnya…”

Kenapa?

Karena jika mereka sudah mengatakan demikian, maka pertanyaan atau pernyataan yang kita asumsikan adalah benar.

Polanya, Anda bisa gunakan formula berikut ini:

“Tahu nggak? sadar nggak, kenapa (kalimat/pernyataan yang ingin diasumsikan benar)”

Contoh : “By the way, saya heran, kenapa metode menstimulasi anak seperti ini bisa meningkatkan potensi prestasi mereka, ada yang tau kenapa?”

Teknik copywriting
Teknik Ask the Why

Teknik 7 Asosiasi dan Disosiasi

Teknik ini biasanya dibuat dalam bentuk seolah-olah terjadi percakapan antara si A dan si B. Padahal, sebenarnya kita sedang ingin menyampaikan pesan tersirat kepada pembaca melalui diskusi tersebut.

Saran dari mbak Melati dalam membuat percakapan:

  • Buat percakapan yang memang sebelumnya pernah terjadi pada Anda.
  • Samarkan identitasnya
  • Kalaupun percakapan tersebut nggak pernah terjadi, Anda tinggal tambahkan kata “kalau misalkan…” atau “jika seandainya…”, sebelum percakapan dimulai
  • Intinya, jangan pernah berbohong saat jualan.

Contoh :

Ibu Tuti (T) : Jeng Neli, tahu dengan anaknya Bu Rita gak? yang kemarin ultah ke 4?

Ibu Neli (J) : Iya saya tahu memang kenapa Bu ?

T : Jeng, hebat loh dia, di umur segitu sudah berani pentas nyanyi lagu tradisional di panggung?

J : Oh ya? hebat ya.. pengen juga anak saya seperti itu, bangga pasti Bu Rita, saya aja sebagai temannya ikut senang.

T : Kok bisa ya? Anak saya walau seumuran masih gak mau tuh pentas.

J : Jangan membandingkan anak Bu, gak baik, mungkin juga karena pola asuh Bu Rita ya yang membiarkan anak eksplorasi sendiri, Anaknya jadi berani deh

T : Bisa jadi sih Bu, saya mau coba ah, biarkan si adek eksplorasi dengan bebas, biar berani.

Teknik 8 Share and Gift (GiveAway)

Teknik ini dilakukan saat Anda ingin mengenalkan produk Anda kepada banyak orang dengan sebelumnya memberikan produk tersebut secara cuma-cuma, alias  GRATIS, kepada sebagian orang saja.

Syaratnya, mereka yang akan dipilih sebagai pemenang atau orang yang beruntung dapat produk Anda secara GRATIS, harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang Anda buat salah satunya adalah men-SHARE konten Anda buat.

Dengan ketentuan begitu, maka Anda bisa mendapatkan beberapa keuntungan:

  • Konten Anda menjadi viral
  • Akun Anda dikenal oleh banyak orang
  • Hitung-hitung sedekah (berbagi)
  • Anda bisa tes pasar terlebih dahulu untuk mengetahui seberapa banyak orang yang menginginkan produk Anda.

Teknik 9 Storytelling

Teknik ini adalah mempromosikan produk dengan cara bercerita. Ketika kita gunakan teknik ini, orang akan hanyut dengan cerita kita, walaupun sebenarnya kita sedang jualan.

Cerita dapat menyelinap ke dalam radar pikiran dan membawa pikiran kita kepada promosi yang diceritakan.

Beberapa hal yang mesti Anda perhatikan saat menggunakan teknik Story Telling:

  • Libatkan faktor emosi pembaca
  • Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh manusia
  • Bangun interaksi dengan pembaca dengan kata-kata trance word
  • Jadikan sebagai selingan dari aktivitas jualan Anda
  • Harus dibuat alur ceritanya dari awal, tengah, hingga akhir
  • Pembaca akan lebih cepat teringat dan membuat virality yang tinggi jika Anda pandai dalam mengobok-obok emosi pembaca

Teknik 10 Covert Selling

Intinya, teknik ini akan membuat kita jualan secara terselubung. Menjual, tapi nggak kelihatan menjual. Itulah yang dimaksud dengan covert selling.

Kenapa covert selling?

Karena pada dasarnya, orang nggak suka dijualin.

Apa buktinya orang gak suka dijualin?

  • Kalau ada orang nyepam di grup, Anda risih ngelihatnya. Iya, kan?
  • Kalau ada yang komen jualan distatus Anda, tentu Anda BT, kan?
  • Setiap kali ada iklan di TV, kebanyakan dari kita langsung ambil remot, pindah channel. Betul, kan?

Ada 3 pilar penting yang mesti Anda pahami sebelum Anda kuasai teknik covert selling ini

1. CURIOUSITY

Salah satu poin penting dalam covert selling adalah memainkan RASA PENASARAN. Karena semakin orang penasaran, semakin hasrat keponya tinggi.

Semakin kepo, semakin ingin cari tahu apa persisnya.

Semakin tahu apa persisnya yang dijual, semakin kebayang benefitnya.

Kalau udah tahu benefitnya, semakin gampang orang tersentuh hatinya. Beli deh..

Contoh :

“Pola asuh eksploratif katanya bisa memberikan rasa percaya diri ke anak. Pola asuh eksploratif itu seperti apa ya ?

2. AMBIGUITY

Selain rasa penasaran, ambiguitas (makna ganda) pun menjadi poin penting dalam covert selling.

Tujuannya, agar pembaca merepresentasikan kata tersebut sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya.

Contoh lain dari kata-kata ambigu dan menimbulkan penafsiran sendiri adalah:

  • Best Seller
  • Sold Out
  • Laris Manis
  • Keren
  • Luar Biasa!

Syaratnya, Anda tidak boleh bohong. Kalau produk yang Anda jual memang belum laris, ya jangan bilang laris. Anda bisa gunakan kata ambigu lainnya, misalkan :

“Luar biasa, anakku juara kelas lagi, padahal rutinitasnya biasa saja, mau tahu rutinitas anakku ?

3. EMOTIONALLY

Khusus pilar ketiga, ini biasanya dimainkan ketika Anda buat status di Facebook, dikombinasikan antara covert selling dan story telling. Nah, pas cerita, emosinya kudu dapet.

Jangan cuma datar gitu aja. Anda bisa mainkan hal-hal emosional dan bersifat lebih detail. Anda bisa gunakan kata:

  • Bayangkan…..
  • Kebayang gak sih…..
  • Inget deh….
  • Seakan-akan….
  • Seolah-olah….
  • Kalau misalkan nih….

Nah, untuk menimbulkan efek covert yang tinggi, Anda bisa gunakan kata-kata seperti berikut ini dalam status yang Anda buat, misalkan:

  • Alkisah
  • Konon katanya…
  • Ceritanya…
  • Pengumuman!
  • Jadi, tadi siang…
  • Tadinya Saya ingin bilang…
  • Kalau misalkan Saya…
  • Seperti apa jadinya kalau ada…
  • Saya tidak ingin bilang sama kalian bahwa…
  • Saya tidak perlu mempengaruhi Bunda untuk…
  • Tadinya Saya ingin menunjukkan bahwa…
  • Saya tidak ingin Anda berpikir tentang…
  • Saya seharusnya tadi cerita bahwa…

Contoh:

Alhamdulillah aku baru saja nganterin anak ku yang bungsu pentas nari tradisional, dia sendiri loh di atas pangung. Rasa bangganya mungkin sampai ke awan.  Tadinya aku gak mau cerita susahnya semangatin si dede kecil tapi aku gak bisa menahan rasa banggaku.

Nah, kalau Bunda pengen tahu bagaimana caraku semangatin si dede, mampir ke blog aku ya, semuanya aku ceritain di sana.

Teknik 11 Soft Selling

Teknik ini hampir mirip dengan covert selling. Bahkan, saking miripnya, ada beberapa orang yang menyatakan bahwa ini sama persis.

Bedanya, kalau dalam covert selling, banyak sekali asumsi-asumsi yang dibuat terselubung, kalau di Soft Selling, asumsi yang digunakan tak sebanyak itu.

Biasanya, teknik ini digunakan hanya untuk membangun awareness pembaca. Sama seperti covert selling, tanpa ada call to action, tanpa ada penawaran. Tak ada yang namanya harga atau diskon. Hanya melintasi begitu saja merek produk dalam status yang kita buat.

Intinya, teknik ini bisa Anda gunakan dengan cara:

  • Membangun percakapan dengan para fans
  • Mengajak mereka berinteraksi
  • Berkontribusi sambil tetap mengingatkan “ini lho produk kami…” dengan berbagai foto-foto yang menarik
  • Dan secara tidak sadar, foto-foto tersebut akan membekas kuat dibenak pembaca yang kemudian apabila mereka menginginkan produk dalam foto tersebut, maka mereka akan ingat Anda

Contoh :

Hi Bunda, aku lagi bangga sekali nih, lihat deh foto-foto si bungsu ketika lagi nari sendiri di panggung, cantik ya, Aku sebagai Ibu bangga sekali.

Aku masih ingat ketika awal-awal dia menangis ketika dibawa ke sanggar pertama kali, untungnya aku catat semua peristiwa ini di blog ku. Seru juga membaca ulang perjalanan yang membanggakan ini (www.NamaBlog.com)

Teknik 12 Hard Selling

Kalau pada teknik soft selling lebih mementingkan konteks ketimbang konten, pada teknik hard selling sebaliknya, yang penting adalah konten.

Berbeda dengan teknik soft selling, hard selling menekankan keputusan pembelian dari konsumen diambil berdasarkan pertimbangan rasional (otak) sehingga pesan komunikasi harus diarahkan pada manfaat atau keuntungan menggunakan produk tersebut.

Contoh : Segera hubungi marketing kami di nomor xxxx dan dapatkan diskon 50%. Ingat, minggu depan harga naik!

***

Itulah 12 teknik copywriting yang saya pelajari dalam kulwap. Belum semua saya praktikkan sih.

Kalau kamu sebagai konsumen, paling suka teknik yang mana?

42 Comments

  1. Aku suka semua teknik,Mak! Tergantung apa yang dibaca, karena baca kepsen selebgram,artes, blogger, influence, jualan onlien dan pelaku onlen lainnya berbeda-beda sesuai dengan jenis kebutuhannya masing2.

    Apalagi kalo teknik buat jualan, beneran copy writingnya jenis penawaran, bukan pengumuan. Itu yang sering ku praktekan bersama teman2 yang jualan onlen.

  2. Kalau aku sih paling suka dan sering menggunakan teknik story telling dan soft selling. Aku ga tau sih kalau tipe atau gaya penulisanku begitu. Teman2 aja yang bilang hehehe. AKu senang mengajak para pembaca seolah2 mereka larut dalam kisahku. Kaak nulis diary juga sih karena basic aku kan menulis pengalaman sendiri. Makasih sharingnya mbak. Aku bakalan mem[erlajarinya lebih lanjut.

  3. Aku suka story telling sih. Suka juga kalau ada orang yg buat begitu. Karena terkadang bingunv buat bikin caption jadi nya ujung-ujungnya bercerita

  4. Aku masih harus belajar nih tentang teknik copy writing, penting banget soalnya untuk keberlangsung hidup blogku. Aku kalau traveling atau lifestyle paling senang story telling, apalagi kalau pas tulisan tentang pengalaman staycation.

  5. Wah, ternyata teknik copy writing itu banyak banget ya…Harus pinter-pinter makenya biar tepat sasaran untuk menjual produk-produk maupun untuk membuat tulisan

  6. Mba ini lengkap banget artikelnya deh soal copy writing

    Aku jd inget ada kursus copy wriitng yg harganya lumayan tapi inti materinya spt yg mb a nanik uraikan di sini.

  7. Aku penasaran sama ilmu copy writing ini, sekarang banyak banget ya pelatihannya tapi bayarnya juga gak sedikit. Tulisan ini jadi membantu Mak mengenal copy writing

  8. Terima kasih untuk sharing teknik dalam membuat copywritting, Mba. Memang tidak bisa asal-asalan jika ingin mendapat feedback dari pembaca. Harus paham ilmunya dulu agar apa yang hendak kita sampaikan sampai ke pembaca.

  9. Aku seringnya pakai teknik soft selling sama storytelling. Hmm.. disesuaikan sih dengan kebutuhan. Masih banyak banget yang harus dipelajari. Copywriting ini memang ingin aku dalami. Postingannya ngebantu banget mbak.

  10. Teknik copywriting ternyata macam-macam betul ya, selama ini main aman di soft selling aja. Kadang juga pakai teknik yang pertama tadi. Namun harus pinter-pinter juga ngarahin pertanyaannya biar pembaca gak bosan.

  11. Menarik banget mbak materinya, aku tertarik banget nih belajar copywriting lebih dalam untuk jualan buku dan kelas menulisku, makasih banyak ya sharingnya…

  12. Wuih keren niha materinya. Aku dulu pernah belajar copywriting beberapa kelas saat masih jadi editor penerbitan. Berasa belajar lagi nih baca tulisannya. Udah banyak yang lupa.

  13. Informasinya sangat menarik dan sangat bermanfaat, wah bisa jadi Caption selama ini memang kurang tepat ya, bagaimana aku harus memperbaikinya? Sepakat? Sepertinya aku harus memulai dari sekarang juga? Setuju?

  14. kalau sebagai konsumen, aku paling terpengaruh oleh soft selling sih… Kalau urutan selanjutnya adalah poin 1 dan 2.

    Nah, bicara soal pelaku copy writing, jujur belum paham Bun.. hihi di tulisan ini malah jadi tahu. Sering lihat gitu buku ilmu copy writing atau seminar dsb… cuma ngga pernah kepo. Entahlah… Ternyata penting juga ya. Blog juga perlu pake teknik ini rupanya.
    Makasih ulasannya Bun.. semoga berkah.

  15. oh my god, artikel ini daging semua!! thank you so much ya ya udah sharing ilmu nya. beneran ini mah. ini yang aku cari-cari gimana cara jadi copywriting. secara gitu suka bingung kalo misalnya bikin caption aja dulu di IG. apalagi kalo ikutan job gitum hihihihihi. ijin save page ya kak

  16. Covert selling itu iya banget, orang ga suka dijual hehe…saya suka yg soft selling malah kl bs orang ga ngeh kl sebenernya kita itu sedang jualan. Kl bagus pasti org nyari kok

  17. Sejauh ini kalau dapet orderan artikel copywriting emang yg softselling sm hardselling. Ternyata ada banyaak ya. Simpen ah informasi kece ini. Dan saya sangat setuju, jualan harus jujur jangan bohong mkwkwkw

  18. Keren banget penjelasannya lengkap pisan! Makasih banyak kak tulisannya. Bisa saya terapkan nih untuk caption ig jualan saya hehehe

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan ini, ditunggu komentarnya. Please... jangan meninggalkan link hidup ya