Keluarga Nara

Abadikan lewat tulisan agar jadi kisah klasik di masa depan



Home / Anaknya Buat Saya Aja, Ya…


Anaknya Buat Saya Aja, Ya…

0 thoughts on “Anaknya Buat Saya Aja, Ya…”

  1. hahah. . .

    kalau anaknya mau beneran gimana itu bunda? 😀

  2. {“Ya kalau anaknya mau sih nggak apa-apa” dijawab suamiku sambil tersenyum.}
    pasti becanda yah ?

    memang sering kali masalah tidak punya atau belum punya momongan kerap jadi bahan keretakan rumah tangga…

    • iyalah mas, masa anak mau dikasih-kasih ke orang lain.
      disatu sisi, banyak pasangan yang sangat mendambakan anak. Disisi lain ada yang tega menggugurkan atau bahkan membuang bayi yang baru dilahirkannya

      • iya kenyataanya seperti itu…
        anak salah satu perekat dalam membangun rumah tangga..
        mereka yang dengan sadar menggugurkan itu perbuatan yang biadab..

  3. terima kasih banyak doanya mbak 🙂 … aku dan suami santai santai saja sih walau belum punya momongan, mungkin krn beda budaya ya, di sini org nggak pernah tanya ini itu, atau omong yg enggak enggak kalau ada yg belum punya anak, krn itu hal yg amat nggak sopan berbeda sama di tanah air 🙂

    • iya mbak, memang beda budaya. Enak ya kalau masing-masing orang tak turut campur masalah pribadi orang lain.
      Di indo, kadang sepasang suami istri nyantai aja dengan kondisi yang belum memiliki anak. Tapi orang tua/mertua terus ribut minta cucu. Emang bikin anak segampang main sulap tinggal bilang bim salabim. Belum lagi omongan kerabat dan tetangga, mulai yang halus hingga yang bikin sakit telinga. Omongan orang2 inilah yang kadang bikin sepasang suami istri yang tadinya nyantai, kadang jadi goyah juga.

  4. Iya, kalo di sini orang yang udah nikah cenderung ditanyain kapan punya anak. Aku aja yang cuma kosong dua bulanan lebih udah bolak balik ditanyain.

    Memang anak adalah karunia yang luar biasa ya, maka bersyukurlah kita yang sudah diberikan Tuhan karunia itu..

    • nah, baru kosong 2 bulan aja udah bolak-balik ditanya, gimana pula kalau 2 tahun atau bahkan 20 tahun. Pastinya jadi makin sedih dan gamang.

      Iya mbak, harus bersyukur memiliki Raja. Dan semoga keinginan Raja untuk punya adik segera terlaksana 🙂

  5. subhnallah…. ya allah…mbaca ini jadi pingin cepet cepet pulang …
    pingin peluk kinan, menciuminya…
    ya allah alhamdulilah..tidak henti hentinya bersyukur..semoga saya, mbak, dan kita semua dapat menjaga amanah yang diberikan Allah swt untuk kita, dan semoga banyak pasangan suami istri diluar sana yagn sedang menantikan buah hati, semoga bersabar dan berserah dengan segala keputusan Allah swt…

    • iya mbak, harus mensyukuri apapun yang diberikan Allah untuk kehidupan kita. Karena itu pasti yang terbaik bagi kita, cuma kadang kita belum nemu dimana letak kebaikan itu.

  6. waah. beneran harus lebih menjaga omongan ya.. saran yang berlebihan pun bisa membuat sedih.. memang cara yang paling tepat ya mendoakan
    tapi emang iya sih, pasangan mana sih ya ga pingin punya anaak..

    • lihat-lihat orangnya juga mbak. tipe orangnya cuek atau perasa. Jangan sampai ingin menunjukkan perhatian, tapi jadinya malah membuat dia menjauh

  7. bener mbak aq pernah ngerasain ketika menikah 2 tahun kosong dulu
    banyak pertanyaan yg terkadang bosen untuk menjawabnya

    dan skrg setelah dikaruniai 1 anak yg berumur 7,5 thn
    walaupun tdk di KB blm hamil lagi..
    *eh kok jd curhat ya?* hihihi…

    salam kenal mbak
    jika berkenan ditunggu kunjungannya di http://diandrarafi.blogdetik.com
    barangkali bisa berbagi pengalaman
    makasih sebelumnya

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: