Catatan Kecil Keluarga Nara

Abadikan lewat tulisan agar jadi kisah klasik di masa depan



Home / Kisah Putra Daerah yang sedang Galau


Kisah Putra Daerah yang sedang Galau

0 thoughts on “Kisah Putra Daerah yang sedang Galau”

  1. Sifat kedaerahan yang salah kaprah masih terlalu kuat melekat pada beberapa orang.

    Mereka lupa bahwa alam bukan milik siapa-siapa melainkan Dia. ๐Ÿ™‚

    Rupanya bukan hanya para murid yang masih perlu memperoleh pelajaran/pendidikan, tapi para guru juga. ๐Ÿ˜€ #ironi

    • sejak diberlakukan otonomi daerah, memang banyak kejadian seperti itu mbak.
      malah ada pengalaman yang lebih menggemaskan lagi, saat instansi saya (milik pemerintah pusat) mengadakan pelatihan untuk para kepala sekolah. Pelatihan dilaksanakan di daerah bersangkutan, undangan langsung dari pusat. Pas nyampe lokasi, tak ada satupun peserta yang datang.
      Setelah ditelusuri, para kepala sekolah itu tak ada yang datang karena dilarang oleh kepala dinas. Alasannya karena instansi pusat tidak “permisi” dulu pada kepada kepala dinas

  2. baca secara keseluruhan post ini, saya jadi bertanya kapan Negeri ini akan maju, kalau para pengambil kebijakan dan sebagian oknum cuma memikirkan diri sendiri.. sementara orang yang berjasa dan punya kemampuan terpinggirkan atau di pinggirkan…

  3. Kenapa gak beliaunya aja yang dinaikkin golongannya ya mbak?

    Sebenarnya untuk persoalan ‘putra daerah’ ini di satu sisi memang menguntukan sih mbak. Pertama, kalo orang daerah setempat pada umumnya kebijakan yang ia buat akan lebih mudah diterima oleh masyarakat sekitar karena ybs juga seharusnya lebih mengerti mengenai kondisi masyarakat. Kedua, jika yang diangkat sebagai pejabat di situ adalah orang yang keluarganya juga tinggal di situ, maka tentu akan membantu ybs untuk lebih berkonsentrasi pada pekerjaannya di mana ia gak perlu sering memikirkan untuk ‘pulang’ ๐Ÿ™‚

    • naik golongan kan ada prosedurnya mbak. dan kalaupun bisa pasti ada pihak2 yang tetap nggak suka dan mungkin bikin ulah.
      soalnya udah ada orang yang berminat jadi kepala sekolah disitu, mencoba mencari dukungan dengan mengumpulkan tanda tangan warga sekitar. Wah, udah kayak pilkada aja

  4. Menyimak kisahnya…hmm…itulah keadaan sekarang ini…
    hmm sifat manusia..giliran dah maju bingung klaim ini itu…yang jadi dalang malah ditendang..
    semoga diberikan jalan yang terbaik..
    mengabdi dengan hati, insyallah Allah memberikan jawaban yang terbaik..:)

    • sayangnya, setelah kena kipas-kipas kanan kiri, prinsip mengabdii dengan hatinya bergeser jadi mengabdi karena duit, mengabdi karena mengharap jabatan ๐Ÿ™

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: