Catatan Kecil Keluarga Nara

Abadikan lewat tulisan agar jadi kisah klasik di masa depan



Home / Hormatilah Orang yang Tidak Berpuasa


Hormatilah Orang yang Tidak Berpuasa

0 thoughts on “Hormatilah Orang yang Tidak Berpuasa”

  1. Lagi bedah rumah ni, Bun? ๐Ÿ™‚
    Tukangnya gak puasa?

    hehehhe, memang terkadang seperti itu Bun, yang non muslim saja menghormati tapi yang muslim dengan asiknya makan.
    Walaupun sedang tidak puasa sebaiknya makannya di rumah saja, janga di warung ya, Bun. Saling menghormati namanya. ^_*

    • nggak sih, cuma meninggikan lagi lantai dapur yang posisinya dah menurun. Maklumlah tanah sawah di timbun, mungkin dulu bahan buat nimbun seadanya dan kurang padat, jadi setelah beberapa tahun pelan-pelan mulai menurun.

      Iya, dulu aja walau di rumah, klo pas nggak puasa, makannya juga sembunyi-sembunyi, nggak nyaman klo ketahuan warga rumah yang lain

  2. indah jika semua orang bisa saling menghormati…

    kita akan di hormati bila kita menghormati orang lain…

    benar mbak Nik, kalau niat kita kuat, kita tak akan mudah tergoda…

  3. Setuju.
    Masalah puasa atau gak, itu mah tergantung niat. Biarpun digoda dengan makanan warung, kalo emang niat puasa ya puasa aja.
    Kalo niat gak puasa, gak usah cari makanan di warung. ngendap di dapur sendiri aja bisa gak puasa.

  4. Jika mengingatkan dengan cara yang santun, tentu akan lebih diterima. Sayangnya pemaksaan yang kadang disertai kekerasan, justru menodai nama ormas itu sendiri.

  5. Saya sependapat Nara, bahwa apapun yang bernama ibadah adalah hubungan dua arah antara kita dan Sang Pencipta.
    Tidak adil rasanya kalau kita menyulitkan orang lain agar ibadah kita tanpa godaan. Padahal godaan yang sebenarnya dari puasa, menurut saya bukan hanya makan minum, tapi juga menahan hawa nafsu.
    Nafsu marah, nafsu ngotot, nafsu buat membuat orang lain merasa salah…

    Selamat menjalankan ibadah puasa juga buat Nara, seneng rasanya membayangkan suasana saling menghormati pas makan siang di kantor Nara ๐Ÿ™‚

  6. Postingan adem, saling mengingatkan tuk saling menghargai indahnya perbedaan. Selamat membenahi rumah.

  7. yg penting khan niatnya ya mbak , kalau dah niat ada byk org makan di depan mata juga nggak masalah

  8. Betul sekali Mbak, prinsipnya kan saling tolensi, selama tidak mengganggu satu dengan lainnya. Definisi mengganggunya juga harus murni, gak pke emosi ky yg diceritain di atas

  9. betul tuh,mbak..
    Kenapa harus menyalahkan orang yang tidak berpuasa (atau puasanya nggak jelas..).bagi mereka yang berpuasa karena laallakum tattaqun mestinya jangan “over acting” minta dihormati.

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: