Keluarga Nara

Abadikan lewat tulisan agar jadi kisah klasik di masa depan



Home / Pilih Oreo atau Handphone?


Pilih Oreo atau Handphone?

0 thoughts on “Pilih Oreo atau Handphone?”

  1. haduh mbak kalo aku “autis” atau asik sama gadget..yang ada adalah “teriakan” ayah kinan untuk mengingatkan..no excuse untuk saya kalo anak masih melek saya asyik mainan smartphone…tapi menurut saya ayah kinan juga benar…jadi saya nggak marah…dan lebih fokus ke kinan dengan aktifitas fisik atau yang lainnya yang lebih membangun kebersamaan…seperti bercerita, mewarnai, sing pokokne fun…without gadget…
    baru semalam jadi pokok bahasan saya purpose ke ayahnya minta tablet kerena kasihan kinan nonton you tube belajar membaca serial dv dari you tube dari smarthphone saya yang kecil…..kerena kapan hari ditolak mentah mentah karena dengan alasan ada lappie..dan itu masih bisa dipake untuk aktifitas sama kinan…dantidak membiasakan kinan untuk suka game dan gadget soalnya…..
    akhirnya saya pikir pikir iya juga…ini yang pengin emaknya atau anaknya hehehe…

  2. Kehadiran orang tua di dekat anak anak yg sedang bermain itu rupanya sudah cukup bagi mereka ya mbak πŸ™‚

    • iya mbak, tanpa ada interaksi, cukup diam menunggui rupanya dah bikin mereka tentram

      • apa kira kira semua anak sama dalam hal ini ngak ya mbak ?

      • Kayaknya nggak juga mbak. Ada tetanggaku yang anaknya bisa asyik bermain sementara ortunya juga asyik baca koran di ruangan lain. Kadang saya “iri” ngeliatnya, kok aku nggak bisa ya nungguin anak2 main sambil baca buku? Baru mau mulai baca aja, si dd dah langsung ngambil buku dari tangan saya, lalu mengembalikannya ke rak buku πŸ™‚

  3. yap ! betul Mbak… kehadiran kita sangat berarti di tengah mereka,…berkali – kali kubuktikan juga dalam keseharianku di rumah.
    Meski aku belum seideal yang di harapkan, tapi berusaha untuk jauh2 dari gadget kalo di rumah, apalagi hari Minggu, no way ! # gadget selalu membiusku soalnya hahaha

  4. Tulisan yang sangant BERMANFAAT, mbak.

    Begitulah ‘sisi gelap’ teknologi dan sayangnya banyak yang tak menyadari. Asyik tenggelam dgn gadgetnya masing2x.

    Jangan2x itu temannya saling ngobrol dgn suaminya via chatting di gadget masing2x. πŸ˜€ #miris sekaligus lucu

  5. Iklannya nendang banget ya. Cerdas yang bikin πŸ™‚

  6. Anak-anak memang sebenarnya sederhana sekali, ya mbak…kehadiran kita di dekat mereka aja udah cukup untuk bikin mereka hepi πŸ™‚

  7. β€œTeknologi selalu ada dalam kebersamaan kami” …
    waduh ini nih … mau keren tapi malah agak melenceng … hehehe

    yang jelas … manusia itu makhluk sosial … bukan makhluk gadget …

    dengan duduk saja memperhatikan anak … tanpa memperhatikan yang lain … saya rasa sudah sangat membahagiakan si anak …

    salam saya Bu

  8. Dengan duduk bersama dan memperhatikan kegiatan anak, kita terkoneksi dengan hati dan pikiran mereka ya Mbak..Pertanyaannya adalah mengapa kita lebih tertarik pada dunia maya yg ada di gadget itu ketimbang realita yg paling dekat dengan kita, yaitu lingkungan sekitar? Butuh pemikiran nih kayaknya Mbak Nanik…

  9. Lha, nulis Blog-nya dimana? Kalau LAPTOP ditinggal di kantor. Hebat juga Ibu ini. Masih Update tapi Keluarga tak tertinggal. hehehehehe

  10. klo lagi kumpul keluarga, aku lepas hp mbak… tp klo di perjalanan sih teteup.. :’)

  11. Apa yang Babang dan Dedek rasakan dalam kebersamaan kini sangat berharga ya dan menjadi model kebersamaan mereka saat mendatang. Trim Jeng Nanik sharingnya.

  12. Betul mbak, saat ini hampir semua anak pegang tablet buat main game dan hal itu justru membuat orang tua bangga…prihatin sebetulnya, kenapa ya, mereka tidak diajak berkomunikasi saja agar terjalin kedekatan hati anatara orang tua dan anak?
    Atau mungkin bermain bersama yang bisa membuat mereka tertawa bersama?

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: