Catatan Kecil Keluarga Nara

Abadikan lewat tulisan agar jadi kisah klasik di masa depan



Home / [Renungan] Orang Tua Seperti Apa Saya?


[Renungan] Orang Tua Seperti Apa Saya?

0 thoughts on “[Renungan] Orang Tua Seperti Apa Saya?”

  1. Hmzzzz..
    terkadang kita memang sulit menerka perasaan anak ya…

    • hihi iya. Dulu waktu masih kecil kadang saya pengen ini itu yang bertentangan dengan keinginan ortu, tapi ya nggak berani nolak karena takut dimarahi. Nah, sekarang saya nggak ingin anak-anak saya mengalami kayak saya waktu kecil dulu. Minimal mereka berani mengunggapkan apa yang mereka inginkan, perkara akhirnya saya setuju atau tidak, bakal kami diskusikan lebih lanjut πŸ™‚

  2. Sejak kecil anak sebaiknya sdh dilatih untuk berpendapat ya mbak… oya, memang banyak anak2 yg tak suka diciwel2 pipinya… sakit / risih mungkin. Pernah ada kejadian anak teman kantor yg pipinya gendut & selalu jadi sasaran gemes teman2 ayahnya sampai ngambek gak mau masuk ke ruangan bila kebetulan diajak mampir..ataupun kalau akhirnya mau, dia tutupi kedua pipinya pakai telapak tangan! kaciaan…

  3. Saya juga sering mencemaskan masa depan anak-anak Mbak Nanik. Apakah saya sudah memberi yg terbaik untuk mereka atau kah saya hanya berfungsi sebagai orang tua yg melakukan kewajiban dasar saja. Hal2 seperti sering bermain dalam kepala. Tapi satu yg jelas, jika saya punya anak perempuan takan mengikutkannya lomba-lomba seperti diatas…Kayaknya norak mendandani anak sendiri dengan hiasan dan pakaian yg belum pantas dia kenakan πŸ™‚

  4. Salam kenal mba ^^
    Keren ulasannya, bener bgt kadang obsesi ortu malah menghilangkann bakat atau keinginan dari sang anak itu sendiri

  5. pas baca inti ceritanya saya jadi pengen nangis…

  6. Setuju! Jangan cemaskan masa depan anak2, walo bukan maksud cuek, tp lbh kepada kita sbg ortu cuma mengantarkan, membimbing anak kemana arah tujuan mrk, cita2 mereka, jadi mereka mencapai citanya memang krn dar hati anak, bukan pemaksaan ortu….

  7. Apresiasi untuk ulasan Jeng Nanik. Jadi teringat saat mbarep diterima dan menyerahkan form registrasi dari perguruan gajah duduk Bandung, dia matur sdh membuktikan bisa diterima di PTN idaman,namun minta ijin kuliah di Sal3 saja. Kami setujui dan enjoy hingga di pekerjaannya sekarang, so setuju tuk tidak memaksakan ego. Salam

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: