Catatan Kecil Keluarga Nara

Abadikan lewat tulisan agar jadi kisah klasik di masa depan



Home / Sepenggal Percakapan antara Surabaya-Malang


Sepenggal Percakapan antara Surabaya-Malang

0 thoughts on “Sepenggal Percakapan antara Surabaya-Malang”

  1. akan jadi kebiasaan nantinya, dari kecil tahu2 dah jadi besar aja kan.
    terus juga kalau dapat uang seperti itu akan cepat hilangnya…

  2. si ibu mengerikan ih…
    kok nggak malu juga cerita sama orang lain ya

  3. Banyak karyawan dan pejabat yg cari sampingan kayak gini… miris

  4. semoga tetap istiqomah.

  5. kalau jenjang karir wanitanya naik,
    calon pemimpin ‘pemakan’ juga.

  6. Kalau inget anak-anak jadi mikir mau ikutan yang gituan mbak nanik. Duh, ntu anaknya model apa kalau dikasih yang haram-haram

  7. Saking terbiasanya melakukan hal2 kurang baik, dia sudah tidak malu mbak untuk berbagi pengalaman. Bisa jadi waktu dia menjadi pegawai nyogok atau nepotisme jadi dia nyari cara tipu2 seperti itu.
    Semoga mampu melewati semua godaan2 yang menjerumuskan,

  8. Malang lagi hujan abu mbak, sampeyan malangnya dimana ?

  9. ah… semoga Allah menjaga kita dari hal-hal buruk -yang tampaknya sudah biasa, sekalipun… Aamiin.. Pa kabar, mbak Nanik.. sudah berkumpul lagi dg keluarga ya.. πŸ™‚

  10. wah, padahal itu udah termasuk melakukan korupsi ya bun… πŸ™
    semoga kita dijauhkan dari perbuatan seperti itu… πŸ™‚

  11. Benar sekali, Mbak, rezeki yang penting berkah. Rasanya lebih bahagia menikmatinya. Sungguh.

  12. iiih! Kok begitu ya..Dia nggak nyadar bahwa perbuatan itu adalah sebuah kesalahan dan dosa ya..
    Bener Mbak. Yang besar itu mulai dari yang kecil. Jika dari hal kecil ia bisa melakukan korupsi, sudah bisa dipastikan itulah yang akan ia lakukan jika ia mendapatkan kesempatan korupsi yang lebih besar..
    Semoga kita selalu diberi kesadaran untuk tidak memiliki sifat serakah itu

  13. saya sejak kecil selalu diajarkan, uang yang diterima itu harus ada alasannya, alasan yang bisa dipertanggung jawabkan baik kepada pemberi maupun kepada Tuhan.
    Uang-uang manipulasi seperti itu tidak barokah katanya

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: