Keluarga Nara

Abadikan lewat tulisan agar jadi kisah klasik di masa depan



Home / Menyumbang Darah, Ternyata tak Mudah


Menyumbang Darah, Ternyata tak Mudah

0 thoughts on “Menyumbang Darah, Ternyata tak Mudah”

  1. hb terlalu tinggi? kirain cuma ada batas minimal…

  2. Supaya darah jadi berkat baik bagi pendonor maupun resipien nya ya Jeng. Terima kasih berbagi info dan pengalaman ini. salam

  3. setelah darah diambil juga tak berarti bisa langsung disumbangkan mbak
    ada pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat ada penyakit menular,
    bila memang ada maka pihak PMI akan kasih tahu pendonor dan kasih saran buat berobat

  4. Selesai diambil darahnya, apa disuruh makan mie telur, mbak? 🙂

  5. Aku jg belum pernah donor darah, pusing ga abis donor darah atau lemes gitu? Aku suka kayak mau muntah klo liat darah, gatau knp gitu… Btw.. Hb suami tinggi, krn darahnya kental, hati2 mbak.. Harus dijaga makanan dan rajin olah raga, aku jg pernah di cek, katanya darahku agak kental, biasanya klo gitu badan suka pegel2 dan susah tdr

  6. Trima kasih informasinya, mbak Nanik…dulu saya rutin donor sama suami di PMI Malang, tapi sejak kena hepatitis B, saya jadi nggak pernah lagi deh, mbak…hehe, padahal kayaknya sudah boleh, tapi kenapa sayanya jadi ragu-ragu ya…

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: