Catatan Kecil Keluarga Nara

Abadikan lewat tulisan agar jadi kisah klasik di masa depan



Home / Anak vs Pasangan


Anak vs Pasangan

0 thoughts on “Anak vs Pasangan”

  1. Hahahaha, karena belon punya anak jadi aku belon ngerti juga sih 🙂

  2. Ih, baru kepikiran!
    Iya mbak, saya juga kalo ninggalin suami dan anak, yang kepkiran terus adalah anak *sekalipun sekarang dia udah dewasa…waktu dia kecil dulu, malah tambah kepikiran kayaknya 😀
    Selamat tahun baru, mbak Nanik…smoga tahun ini semuanya penuh berkah dan kebahagiaan 🙂

  3. Kayaknya setuju sama ini. Hihihi. Merasakan juga. 😀

  4. Saya juga gitu Mbak Nanik, kalau di luar yang paling sering keingetan ya anak2. Kalau suami saya pikir dia bisa ngurus dirinya sendiri 🙂

  5. wah ternyta begitu ya mbak kalau sudah punya anak. Saya belom punya anak, jadi yang dipikirin ya suami aja hehe.

  6. Para bapak memikirkan bunda yang pasti melindungi anak-anaknya. Saling mengisi yang harmonis ya Jeng Nanik. Salam tuk Babang dan Dedek

    • iya bu, saling mengisi.
      Salamnya disampaikan ke anak-anak2. Kata mereka “Salatiga itu dimana?”
      wuih jadinya harus panjang lebar deh jelasinnya, secara di rumah nggak ada peta

  7. Setuju saya. Memang sepertinya demikian. Seorang ibu akan melindungi dan teringat anak-anaknya. Seorang suami/ayah akan melindungi dan teringat istri dan anak-anaknya.

  8. Baru tau kalo lelaki pergi pulang nya mau ketemu istri hahahaha #nafsu #plak.
    Tapi mmg bener yaaa, kalo urusan makanan pasti yg di tanya anaknya, kasihan para bapak. Yuk kita demo para istri hahaha

  9. nah.. kalo anak2 lagi ditinggal sama bapak ibunya yang dicari pertama siapa? pasti ibunya yaa.. :)))

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: