Asuransi Kesehatan Menjaga Finansial Keluarga tetap Aman Saat Sakit

Asuransi kesehatan menjaga finansial keluarga tetap aman

Asuransi Kesehatan Menjaga Finansial Keluarga tetap Aman Saat Sakit. Banyak orang bilang, sehat itu mahal. Ini biasanya dikatakan oleh yang pernah mengalami sakit, lalu di rawat di rumah sakit dan menghabiskan banyak biaya. Saat itulah baru terasa kalau sehat itu mahal harganya.

Memang, biaya rumah sakit itu mahal. Biaya rawat inap, biaya dokter, biaya obat, biaya konsumsi dan transport bagi keluarga yang bergantian menunggui. Jika tak punya dana cadangan, kondisi finansial keluarga pasti akan terganggu. Beda kalau sudah terdaftar sebagai nasabah asuransi kesehatan.

Jadi ibu itu nggak boleh sakit!

Pernah dengar atau baca kalimat ini. Atau ada yang merapalkan kalimat ini setiap pagi sebagai penyemangat untuk mendampingi suami dan anak-anak melewati aktivitas mereka di hari itu?

Konon, banyak rumah yang jadi berantakan kalau ibu sakit. Suami dan anak jadi kurang terurus, bangun kesiangan, buru-buru pergi kerja/sekolah tanpa sempat sarapan. Bukan nggak sempat, tapi memang belum ada sarapan di rumah. Karena ibu sedang sakit, nggak kuat bangun untuk memasak sarapan. Begitu pentingnya peran ibu di rumah, sehingga kalimat “ibu tak boleh sakit” sepertinya memang pas untuk dijadikan penyemangat untuk tetap sehat dan kuat.

Nggak cuma ibu yang nggak boleh sakit, siapapun kalau ditanya, apakah ingin sakit? Pasti jawabnya tak ingin, pasti semuanya ingin sehat terus. Karena sakit itu nggak enak. Mau makan, mulut terasa pahit, badan lemah, kepala pusing. Mau beraktivitas nggak bisa leluasa, malah kadang harus butuh bantuan orang lain.

Saya pun begitu. Pengennya sehat terus. Tapi, tidak setiap keinginan kita bisa terlaksana bukan. Pengen dapat hadiah baju, eh malah dapatnya buku. Pengen sehat terus, ada kalanya limbung dan jatuh sakit juga.

Kalau sakit ringan dan dengan beristirahat di rumah beberapa hari sudah sembuh, pasti seneng ya. Beda kalau sampai harus opname di rumah sakit. Badan sakit, pikiran pun ikut muter mikirin biayanya. Mikir berat, akhirnya malah jadi memperlambat proses penyembuhan.

Nah, biar kalau pas sakit dan harus opname, pikiran juga bisa tenang, perlu tuh punya asuransi kesehatan. Kerasa banget lho kalau pas mendadak sakit, terus biaya rumah sakit nggak ada yang menutupi. Colek sana sini cari pinjaman, belum tentu dapat. Bisa jadi malah ada yang menyalahkan “makanya punya dana cadangan…. makanya ikut asuransi…” Terus ada yang malah nyanyi pula “…Jagalah sehatmu sebelum sakitmu…”

Rasanya pengen teriak, “aku butuhnya uang, bukan nasihat apalagi nyinyiran!”

Asuransi Kesehatan dan Rawat Inap

Pada saat kita sakit dan dirawat di rumah sakit, pasti membutuhkan biaya yang jumlahnya tidak sedikit. Selain biaya untuk pengobatan, juga biaya untuk transportasi dan makan bagi anggota keluarga yang bergantian menunggu. Pengeluaran tak terduga ini, bisa jadi akan mengganggu kondisi finansial kita. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memiliki asuransi kesehatan dan rawat inap.

Dengan memiliki asuransi kesehatan, maka sejumlah biaya untuk rawat medis dapat dialihkan ke perusahaan asuransi sebagai penanggung dan keuangan kita pun dapat tetap terjaga. Jadinya pikiran juga tenang karena nggak perlu ribet dengan masalah biaya rumah sakit. Pikiran yang tenang, diyakini bisa mempercepat proses penyembuhan. Kan senyaman apapun rumah sakit itu, tetap lebih nyaman tidur di rumah sendiri.

Emang asuransi kesehatan ini baru bisa dirasakan betul manfaatnya kalau pas sakit. Kalau belum mengalami, nggak akan bisa merasakan manfaat dan juga pentingnya punya asuransi.

asuransi kesehatan dan rawat inap
Tenang di rumah sakit karena ada suransi kesehatan, sumber gambar sequis.co.id

Saya sendiri, alhamdulillah belum pernah dirawat sampai lama di rumah sakit. Pernah di rawat di klinik bersalin karena melahirkan. Melahirkan normal, jadi biayanya juga nggak terlalu besar.

Saya merasakan manfaat asuransi saat Bapak saya sakit dan harus bolak balik di rawat di rumah sakit. Berawal sakit diabetes, akhirnya kena komplikasi ke jantung dan syaraf juga. Mendapat kamar dan pelayanan di kelas I, di rawat sampai seminggu lebih. Setiap hari, kami berhitung, berapa biaya yang harus kami keluarkan.

Jaman itu belum kenal asuransi. Akhirnya, tabungan yang tak seberapa habis, satu persatu perhiasan emas ibu dijual, menyusul sawah pun harus digadaikan. Saat itu, saya masih kecil. Entah berapa besar biaya untuk rumah sakit, yang pasti kehidupan kami lantas berubah sejak Bapak sakit. Tak ada lagi makan dengan lauk ayam goreng. Tempe terus setiap hari. Tak ada lagi uang saku kala pergi ke sekolah.

Tak ingin mengalami hal yang sama, setelah dewasa saya pun ikut asuransi kesehatan dan rawat inap. Saya tak ingin kondisi finansial keluarga jadi amburadul kala saya sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Saya ingin, saat menunggui saya, suami dan anak-anak tak setiap hari cemas memikirkan biaya rumah sakit. Saya pun bisa tenang dan fokus pada bagaimana cara agar saya bisa sembuh.

Kalau kamu, pernah punya pengalaman dengan asuransi kesehatan?

24 Comments

  1. Memang ya kita kudu bin wajib punya asuransi. kesehatan. Namanya tubuh. Kita gak pernah tau kadang suka minta haknya untuk istirahat dengan cara paksa. Sakit.

    Menginspirasi Mbak. Terus semangat, dan terus sehat.

  2. Yup, sebisa mungkin sebelum ikut asuransi kesehatan, dicermati juga daftar penyakit yang bisa dicover dan tidak. Karen tidak semua penyakit dicover oleh asuransi.

    Asuransi kesehatan seperti ini memang diperlukan, khususnya yang kurang puas dengan BP*S dari pemerintah.

    Tetapi walaupun sudah ikut asuransi, jangan lupa tetap jaga kesehatan. Bagaimanapun juga kesehatan itu mahal.

  3. Ini nih asuransi yang sering diabadikan orang2, banyak orang yang justru lebih memilih asuransi kendaraan lah, atau sebagainya. Tapi kalo kesehatannya sendiri masih diabaikan.

  4. Masa kini, memang bener banget gak boleh careless sama namanya jaminan kesehatan. Bukan kenapa2, tetapi andai ada perlu tindakan kesehatan, tanpa asuransi kesehatan maka bisa jebol dompet..

  5. Kalau saya sih tim BPJS karena dibayarin kantor. Ada suka dukanya sih , tapi bagi saya bukan karena BPJSnya hanya dari segi pelayanan RS. RS yang beda, meski sama-sama pakai BPJS tapi pelayanannya bisa beda. Semoga makin banyak RS yang berbenah dari segi pelayanan.

  6. Bacanya tulisan ini jadi ingat influencer yg gaya hidupnya mewah tapi pas masuk RS malah buka donasi di kitabisa buat biaya pengobatan. Sekaligus diingatkan juga kalo asuransi itu jauh lebih penting daripada gaya hidup. Terima kasih sudah berbagi, Mbak.

  7. yg namanya kapan sakit, gak ada yg tahu. kalau penyakit hanya semacam mah mungkin bs dibiayai dg tabungan. tapi kalau ternyata banyak komplikasi… karena itu wajib punya asuransi kesehatan ya kan kak

  8. Memang kita tidak tau ya mba, musibah kapan menghampiri.
    Tentu kita harus siap dengan segala kondisi, terlebih lagi sebagai seorang ibu.
    Dengan mempersiapkan segala sesuatu seperti dengan meng asuransikan seluruh anggota keluarga, kita jadi aman dan terbantu

  9. Beberapa bulan lalu suami opname si rumah sakit, saat itu keuangan lagi menipis karena dipakai untuk modal usaha yang sedang berjalan. Untung ada asuransi, membantu banget. Memang asuransi kesehatan wajib ada ya, karena sakit datang tanpa diduga

  10. Itulah salah satu manfaat jika kita bergabung menjadi peserta aduraasu kesehatan. Selain mendapatkan jaminan perawatan kesehatan, biaya yg ditimbulkan pun tidak membengkak jika sakit kelak. Karena semuanya sudah ditanggung oleh perusahaan asuransi kesehatan

  11. Iya jadi ibu itu gak boleh sakit. Kata-kata yang sama yang selalu dirapalkan juga oleh istri saya. Sebab kalo dia sakit, semua pekerjaan rumah jadi terbengkalai. Pengin mencoba mengambil alih, tapi ya tetep gak maksimal #melipir

  12. Sebanyak apapun penghasilan, bisa miskin seketika jika sakit, apalagi kalo sakitnya parah. Saya mengalaminya sendiri entah apa jadinya jika saya tak pakai asuransi kesehatan sejak 2014. Alhamdulillah sangat terbantu dan banyak pilihannya.

  13. Mbak Nanik prktisi homeschooling? Wow! Jadi ibu bekerja tapi tetap mendidik anak sendiri itu super luar biasa. Maaf tadi galfok, dan pengen aja menulis kekaguman di sini.

    Iya, ibu itu tak boleh sakit. Ia adalah pusar keluarga. Jika ia sakit lama, semua akan terinfeksi juga. Makanya jangan sakit. dan harus punya asuransi kesehatan untuk mengcover kesehatan kita.

  14. Saya dulu terdaftar disalah satu ansuransi. Dibanding yang sekarang saya lebih suka kartu yang berwarna kuning. Emang ya ansuransi kesehatan lebih penting, tapi banyak memilih asuransi yang lain

  15. Ortu saya mendaftarka saya disalah satu ansuransi. emang ya ansuransi kesehatan lebih penting, tapi banyak memilih asuransi yang lain.. makannya banyak sales nawarin saya untuk daftar asuransi

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan ini, ditunggu komentarnya. Please... jangan meninggalkan link hidup ya