Bayt Al Quran Al Akbar, Wisata Religi Al Quran Raksasa




Cuaca Palembang pagi itu sedang mendung, kala bus yang membawa rombongan kami meninggalkan parkiran hotel, meluncur menuju Bayt Al Quran Al Akbar. Kawasan wisata religi Al Quran raksasa ini terletak di Jl. Moh. Amin, Gandus, Kec. Gandus, Kota Palembang.

Dalam perjalanan menuju Bayt Al Qur’an Al Akbar, kami melewati pasar. Entah apa namanya, pasarnya rame banget. Banyak dagangan di gelar di pinggir jalan. Jadinya bus berjalan lambat karena lalu lintas padat. Saya mengamati apa saya yang dijual di pinggir jalan itu. Satu yang menarik bagi saya, setumpuk cempedak di jajakan di pinggir jalan, melewatinya ada aroma harum yang tercium. Duh kalau nggak sama rombongan besar, pasti saya bakal cari tempat parkir dan borong cempedak itu. Kalau di Malang, harus ke supermarket kalau pengen makan cempedak, Itu pun harganya mahal dan sudah tak segar lagi. Di sini, teronggok begitu saja dijajakan di pinggir jalan.

Suasana Pondok Pesantren Al Ihsaniyah

Sesampai di lokasi Bayt Al Qur’an Al Akbar, satu per satu kami turun dari bus. Berjalan dari lokasi parkir menuju pintu gerbang Pondok Pesantren Al Ihsaniyah. Suasana sepi, saya pun masih bertanya-tanya dalam hati, apa menariknya tempat ini?

Kami pun melepas sepatu dan menitipkan pada bagian penitipan yang ada di situ. Bagi pengunjung laki-laki yang datang dengan bercelana pendek, tersedia sarung yang bisa dipinjam untuk digunakan memasuki area Bayt Al Qur’an Al Akbar di pajang. Bagi perempuan yang tidak berkerudung, disediakan pula kain-kain kerudung yang bisa di pinjam.

Di sekitar tempat penitipan sepatu, terdapat beberapa kios yang menjajakan aneka oleh-oleh dan kerajinan khas palembang. Gantungan kunci, dompet, sticker, bahkan juga kain songket. Ada penjaja makanan juga.

kios oleh-oleh khas palembang
Kios penjual cinderamata khas Palembang

Kami lalu diajak menuju lantai 2. Di sana terdapat kursi yang di tata berderet. Kami pun lalu duduk dan mendengarkan penjelasan dari pihak pengelola Bayt Al Qur’an Al Akbar . Di ruangan itu terdapat ukiran surat Al fatihah pada lembaran kayu tembesu.

bayt al quran al akbar
Sambutan dari pengelola

Bayt Al Quran Al Akbar, Kaligrafi yang Mempesona

Bayt Al Qur’an Al Akbar, di sinilah ayat-ayat Al Quran di tuliskan pada sebidang kayu tembesu. Setiap lembarnya berukuran 177 x 140 dengan ketebalan kayu 2,5 cm.

bayt al quran al akbar

Al-Quran yang terdiri dari 630 halaman ini juga dilengkapi dengan tajwid serta doa khataman bagi pemula. Setiap lembar terpahat ayat suci Al-Quran pada warna dasar kayu coklat dengan huruf arab timbul warna kuning . pada lembaran kayu juga dilengkapi dengan ukiran motif kembang di bagian tepi ornamen, ukiran khas Palembang yang sangat indah di pandang mata.

Lembaran-lembaran itu di susun tegak, bertingkat-tingkat. Sebuah mahakarya yang mampu membius saya untuk terus memandanginya. Hati terasa sejuk saat berada di sana. memandang dari atas, maupun dari bawah hanya keagungan yang terlihat.

bayt al quran al akbar

Di bagian belakang, terdapat sebuah panggung yang terbuat dari besi. Di rancang berlorong-lorong dengan pembatas adalah susunan ukiran ayat-ayat Al Qur’an yang di tata tegak. Setiap lembarnya bisa di putar, sehingga pengunjung dapat melihat kedua sisinya tanpa harus berpindah tempat.

Agak ngeri saya waktu menginjak panggung itu, takut runtuh. Alhamdulillh, walau banyak pengunjung yang bersamaan naik ke atas panggung, ternyata panggung besi itu kuat juga. Pintu masuk dan keluar panggung itu berbeda, sehingga pengunjung tinggal mengikuti saja jalur lorong-lorong yang ada.

bayt al quran al akbar
Di atas panggung besi

Salah Satu Cara Allah Menjaga Al Quran

Dalam Al Quran surah Al Hijr ayat 9, Allah SWT melalui firman Nya menegaskan bahwa Al Quran senantiasa terjaga dari pemalsuan hingga akhir zaman.

“Sesungguhnya, Kami-lah yang menurunkan Al Quran dan Kami pula yang akan menjaganya.”

Penulisan Bayt Al Quran Al Akbar inilah salah satu cara Allah menjaga kemurnian ayat-ayat Al Quran. Al Quran Raksasa ini terbesar dan pertama di dunia dalam bentuk Al Quran 30 juz yang di buat pada media dari kayu jenis tembesu. Al-Quran terbesar ini sebelum resmi dipublikasikan, sengaja di pajang seluruh ayat-ayat suci di dalam ruang pamer Masjid Agung Palembang selama tiga tahun untuk mendapat koreksi dari seluruh umat.

Pada akhir Tahun 2011, Al-Quran ini dinilai layak untuk dipublikasikan. Sehingga pada Senin, 30 Januari 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama seluruh delegasi konferensi parlemen Organisasi Konferensi Islam (OKI) meresmikan penggunaan Al-Quran ini.

Hingga kini Bayt Al Quran Al Akbar menjadi salah satu tujuan wisata religi yang ada di Palembang. Tak hanya bagi masyarakat Palembang, tapi juga dari luar Pulau Sumatra seperti saya. Bahkan saat saya berkunjung ke sana, bersamaan juga dengan rombongan dari Malaysia.

Jika suatu saat Kamu berkesempatan untuk ke Palembang, akankah Kamu mengunjungi tempat ini?

37 Comments

Leave a Reply to AdrianaDian Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *