Begini Perawatan Setelah Khitan dengan Metode LEM




Khitan atau ada yang menyebutnya sunat, adalah memotong kulit yang menutupi kepala/ujung kemaluan laki-laki. Tujuan khitan adalah untuk menjaga agar di sana tidak terkumpul kotoran, juga agar leluasa untuk kencing, dan supaya tidak mengurangi kenikmatan dalam bersenggama.

perawatan luka khitan
Saya kutipkan dari santri.net ya, bahwa manfaat khitan itu dari sudut kesehatan  cukup banyak. Antara lain:
  1. Lebih higines (sehat) karena lebih mudah membersihkan kemaluan (penis) dari pada yg tidak sunat. Memang, mencuci dan membasuh kotoran yg ada di bawah kulit depan kemaluan orang yang tidak disunat itu mudah, namun khitan dapat mengurangi resiko infeksi bekas air kencing. Menurut penelitian medis, infeksi bekas urine lebih banyak diderita orang yang tidak disunat. Infeksi yg akut pada usia muda akan berakibat pada masalah ginjal di kemudian hari.
  2. Mengurangi resiko infeksi yg berasal dari transmisi seksual. Pria yg dikhitan memiliki resiko lebih rendah dari infeksi akibat hubungan seksual, termasuk HIV/AIDS. Walaupun seks yg aman tetap penting.
  3. Mencegah problem terkait dengan penis. Terkadang, kulit muka penis yg tidak dikhitan akan lengket yg sulit dipisah. Dan ini dapat berakibat radang pada kepala penis (hasyafah).
  4. Mencegah kanker penis (penile cancer). Kanker penis tergolong jarang terjadi, apalagi pada penis yg disunat. Di samping itu, kanker leher rahim (cervical cancer) lebih jarang terjadi pada wanita yg bersuamikan pria yg dikhitan.

Di Artikel sebelumnya, saya sudah menceritakan bahwa menjelang lebaran kemarin, babang telah di kitan dengan metode LEM. Kini babang sudah sembuh, sudah lincah lagi lompat, lari dan bermain dengan adik-adiknya.

Baca juga Mendadak Sunat dengan Metode LEM

 

Susah nggak sih perawatan luka khitan dengan metode lem ini? Ya, namanya ada bagian tubuh yang di potong, bagaimana pun metodenya, pasti ada lukanya kan ya. Dan kalau tubuh terluka itu, pasti juga ada rasa sakitnya. Luka yang tak terawat dengan baik, bisa juga menimbulkan infeksi. Kalau ada infeksi, bisa jadi lukanya bertambah melebar dan bertambah pula sakitnya.

Oleh karena itu, agar tak terjadi infeksi, dibutuhkan perawatan luka khitan. Dan disini akan saya tuliskan perawatan yang kami lakukan saat babang kemarin usai di khitan

  1. Menjaga kelamin dari segala sentuhan dan gesekan. Oleh karena itu dari klinik kemarin kami juga mendapatkan celana dalam khusus yang ada pelindungnya. Sayangnya celananya cuma satu, dan saat celana itu di cuci, jadilah babang berbaring di kamar saja tanpa pakai celana.
  2. Dari klinik di berikan obat anti nyeri dan juga antibiotik. Obat anti nyeri jatahnya untuk 3 hari, tapi di hari kedua babang sudah tak mau meminumnya lagi, katanya sudah nggak sakit. Sementara untuk antibiotik, kata dokter harus dihabiskan. Jadi tetap saya berikan pada babang walau dia sudah tak merasa sakit lagi.
  3. Menjaga kebersihan dan bekas luka agar tetap kering. Untuk sunat metode lem, setelah sunat, luka tidak boleh kena air. Sehingga kalau ingin mandi, harus memakai celana anti air, agar penis tak basah kena air. Kemarin itu, karena celana anti air yang diberikan dari klinik bentuknya sama kayak celana dalam biasa, babang nggak mau pakai. Takut lukanya tergesek, akhirnya selama 3 hari nggak mandi deh. Setelah 3 hari dan sepulang kontrol, baru deh dia mau mandi karena penis sudah boleh kena air.
  4. Jangan banyak bergerak dulu. Ya walau sudah pakai celana khusus buat kitan, sebaiknya tidak melakukan aktivitas yang terlalu banyak.
  5. Pastikan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein. Kata dokter, kalau makanannya banyak mengandung protein, proses penyembuhan luka akan lebih cepat. Kenyataannya, luka babang tak segera mengering karena dia banyak mengkonsumsi ayam goreng. Atas saran ART saya, jangan dulu di kasih ayam goreng dan telur. Kalau daging sapi, ikan boleh. Apa alasannya? Karena ayam RAS dan ayam petelur itu banyak mengkonsumsi obat, sementara kalau sapi dan ikan makanannya alami.
  6. Jika setelah 3 hari, lukanya belum mengering juga, bisa konsultasikan ke dokter lagi, atau minta obat yang ditaburkan di lukanya sehingga segera kering. Kalau babang kemarin, di kasih supertetra. Supertetra ini bisa di minum, bisa juga ditaburkan di atas lukanya. Karena babang kesulitan minum kapsul, jadinya ditaburkan saja

Nah itulah perawatan luka khitan yang kami lakukan terhadap babang. Semoga bermanfaat bagi yang putranya akan di khitan. Barangkali ada yang punya pengalaman lain, bisa ditambahkan di kolom komentar

 

23 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *