batu flower garden

Berburu Spot Foto Cantik di Batu Flower Garden

Batu Flower Garden berada di kawasan wisata Coban Rais di kota wisata Batu, merupakan wahana wisata baru yang mengusung konsep mainstream, mengikuti selera para pengunjung jaman kini. Terletak di puncak perbukitan, menyediakan gardu pandang dan banyak spot cantik untuk berfoto.

Setelah dari Coban Rondo, rombongan kami makan siang terlebih dahulu. Selesai makan, barulah menuju ke Batu flower garden

Baca juga : Terpikat Pesona Coban Rondo

Harga Tiket

Masuk ke kawasan ini, pengunjung dikenakan biaya 10 ribu per orang, biaya ini adalah biaya untuk masuk kawasan air terjun coban rais. Coban rais sendiri berjarak sejauh sekitar 2 km dari pintu masuk kawasan, dan harus ditempuh dengan berjalan kaki.

Sementara area batu flower garden berjarak sekitar 300 meter dari pintu masuk kawasan. Mau jalan kaki bisa, mau naik ojek juga bisa. Banyak tukang ojek yang menawarkan tumpangan dari area parkir menuju loket batu flower garden, tarifnya 10 ribu rupiah. Karena dekat, saya merekomendasikan jalan kaki saja dari area parkir ke loket batu flower garden, bisa sambil menikmati pemandangan. Walau jalannya menanjak, karena pemandangan sekitarnya bagus, jadi perjalanan pun tak terasa melelahkan.

Tiket masuk batu flower garden sebesar 25 ribu rupiah, dengan mendapatkan kesempatan untuk berfoto di 2 spot, yaitu love dan flower. Nantinya pengunjung bisa berfoto sebanyak 3 kali, foto menggunakan kamera dan dilakukan oleh petugas di area. Pengunjung akan mendapatkan 1 file foto di masing-masing spot. Kalau ingin memiliki ketiga foto di setiap spot, maka pengunjung harus membayar 5 ribu rupiah untuk 1 file foto.

Untuk spot yang lain, biayanya bervariasi. Terdapat spot untuk dewasa maupun anak-anak. Selengkapnya bisa dilihat di gambar di bawah ini

batu flower garden

Waktu itu, kami membeli tiket basic saja, yaitu 25 ribu/orang dan setiap orang mendapatkan jatah foto 6 kali. Jangan khawatir, karena rombongan, jadi jatah foto itu bisa dilakukan untuk foto bersama, tak harus sendiri-sendiri, yang penting jumlahnya nanti pas, yaitu 6 x jumlah pengunjung.

Usai membayar tiket, kami menuju lokasi flower dan love. Jalannya lumayan menanjak. Jalan naik dan turun dipisah, jadi tak perlu khawatir akan bertabrakan

batu flower garden

Spot Love

Spot love merupakan deretan papan yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk love. Papan-papan ini diletakkan di atas batang sebuah pohon yang telah dipangkas. Untuk menuju spot love ini, pengunjung harus menaiki tangga. Bagi Anda yang takut ketinggian, sebaiknya tidak menaiki spot love ini. Menurut petugas, maksimal 4 orang dapat menaikinya dalam waktu bersamaan.

batu flower garden

Karena rombongan kami banyak, harus antri lumayan lama bergantian untuk berfoto di sini. Belum lagi harus menyemangati beberapa teman yang ngeri untuk naik tangga menuju ke sini. Ada yang memilih nggak berfoto di sini karena takut. Takut menapaki anak tangga dari kayu menuju papan love.

Ada yang sudah berhasil menjejakkan kaki di spot love, tapi jadi gemeter saat menengok ke bawah. Tebing (atau jurang) dengan aneka pepohonan hijau. Akhirnya nggak jadi bergaya, malah teriak-teriak minta di bantu untuk turun.

Ada gunanya juga saya dulu waktu kecil biasa manjat pohon jambu di samping rumah. Bahkan naik turun tangga menuju atap, membantu Bapak membetulkan genting yang geser ataupun pecah. Jadi kalau cuma menapaki beberapa anak tangga di sini mah kecil.

Spot Flower

Spot flower merupakan tempat berfoto dengan dikelilingi aneka macam bunga yang ditaruh dalam pot-pot kecil. Pengunjung dapat berfoto diantara bermacam-macam bunga tersebut, diperbolehkan juga mengangkat bunga-bunga itu saat berfoto.

Latar belakangnya adalah sebuah gunung, entah gunung apa. Jika pengunjung banyak dan mengambil pose berdiri, maka gunungnya akan tertutup. Jadi sebaiknya kalau rombongan, posenya duduk saja. Kalau sendiri, berdiri pun tak masalah.

batu flower garden

Spot Hammock dan Sepeda

Spot hammock dan sepeda berada di sisi lain bukit, kami tidak sempat menengok ke sana, karena hari sudah sore dan gerimis mulai turun. Terpaksa lari-larian menuju tempat parkir deh. Takut hujannya semakin deras. Beberapa teman akhirnya memanfaatkan jasa ojek untuk menuju area parkir.

Rupanya kami pengunjung terakhir, karena setelah kami keluar, pintu masuk area batu flower garden segera di tutup. Menurut petugas, biasanya memang seperti itu, takut kabut akan turun dan membayahakan pengunjung, jadi kalau kondisi hujan dan cuaca tak memungkinkan, maka area ini tertutup bagi pengunjung.

Jika kamu pengen mengunjungi batu flower garden ini, saya sarankan ke sana mulai pagi. Jadi pepohonan dan bunga-bunganya masih segar. Matahari juga belum terlalu terik sehingga pasti bagus untuk berfoto. Biar puas juga menikmati keindahan dan mencoba semua wahana yang ada.

35 comments

    1. hehehe… saya juga masih banyak yang belum tahu mbak, ini ke sana juga gara-gara diajak teman-teman kantor

  1. Aku pernah sekali kesini pas baru diresmikan. Bunga-bunganya belum penuh. Taoi pengunjung sudah ramai saja. Sekarang sudah jauh beda. Makin cantik aja.

    1. hehehe… karena dari kecil suka manjat pohon jambu bahkan sampai ke atap rumah, jadi ya biasa aja pas naik tangga menuju spot love. Sampai diatas juga nggak deg deg ser

  2. Aku kok.blum.pernah k sini yhaaa hiks

    Apalagi sekarang masih diperketat yak.

    Lihat poto2 mba Nanik dulu aja lah.

    Moga² segera ada rezeki dan kesempatan

  3. Wah mbak nanik ke Batu nih ? Aku belum pernah nih ke COban Rondo maupun coban rais. Tapi beneran bikin kepengen banget ke sana setelah melihat foto fotonya. Mudahan bisa kesana dalam waktu dekat

  4. Batu, Malang selalu berinovasi yah. Selalu ada artikel review baru tentang spot dan objek wisata baru.
    Kapan nih ya bisa ke Malang lagi? Soalnya dari Bandung, ada KA langsung ke Malang.

  5. Lokasi wisata sekarang banyak memanfaatkan hijaunya bukit dan alam yang ditata sedemikian rupa sehingga menarik orang untuk selfie ya …
    Di tempat saya pun banyak lokasi hutan perhutani yang ditata jadi deh lokasi wisata, lokasi kemping ceria dan outbond ala ala gitu. Hanya tiketnya ga sampai puluhan ribu. Lima ribu untuk seluruh nya. Paling parkir kendaraan roda dua, dua ribu dan roda empat, lima ribu

  6. Betapa repot dan hebohnya ya kalo bawa temen yang “takut akan ketinggian suatu tempat” pastinya mau naik papan love aja gemeteran itu kaki hehe, apalagi udah naek terus teriak2 minta tolong, duh bikin heboh aja hahha. Apalagi emak2 pastinya lebih heboh kali 😀

    Btw, keren banget tuh flower garden di daerah Batunya, keren spot wisatanya. Di Lampung juga banyak kok destinasi wisata yang memakai konsep papan love untuk berfoto dari ketinggian suatu tempat. Thanks before review placenya..

  7. Pantas aja bisa dijadikan spot flower, sebab memang bunganya sengaja lebih banyak ditanam dalam pot-pot ya mba. jadi pengunjung bisa mengatur sendiri pose dan background fotonya. Kira-kira pengunjung di sana tanggung jawab gak mba, merapikan kembali bunga-bunganya.

  8. Ini spotnya banyak yang menarik, cocok untuk berwisata ke sana. Paling memang siapkan tenaga juga dan alas kaki yang nyaman nih, biar gak menghambat pencarian spot foto dan senyum mengembang saat dijepret haha

  9. Saya kesini gak lama setelah tempat ini dibuka. Ngantrinya luar biasa. Tapi termanage dengan baik. Jadi setiap pengunjung diberi petunjuk tentang alur spot yang masuk dalam urutan kunjungan. Saya nyesel banget gak foto di puncak bunganya itu Mbak Nanik. Padahal spotnya cakep banget. Yg di hammock juga saya batal karena ngantrinya lama banget hahahaha.

  10. Di Batu nambah lagi yaa spot wisata, asik banget sih pengen maen ke sana! Bakal seru nih foto di sana hihi! Gak sabar ke rumah mertua sekalian mampir ke sana hehe..

  11. Murah banget dan pasti puas di sana. Mbok aku diajak ke sana to Mbaaaak….
    Ya ampun, gairah mbolangku langsung meletup lihat foto jalanan yang dilalui dan spot foto cantiknya…

  12. Waktu ke Batu kayanya spot wisata ini belum ada deh, atau saya yang ngga ngeh ya. Hanya ke Coban Rondo aja liat air terjun dan belanja sedikit ole2

Leave a Reply to Fenni Bungsu Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *