Berhentilah Menyuruh Anak Berbuat Baik

Berhenti menyuruh anak berbuat baik?

Duh, emak ini gimana sih, kok sarannya begitu. Mulut sampai capek karena cerewet menyuruh mereka berbuat baik aja, kadang anak-anak itu masih mengabaikan. Bagaimana pula jika emaknya ini nggak cerewet selalu mengingatkan?

Eheemmm… tenang. Jaga hati, jaga emosi. Baca dulu sampai habis, baru nanti kita bisa diskusi lebih lanjut tentang judul tulisan ini. OK?

Jadi gini ya. Saya itu kan kalau sabtu minggu nggak ngantor. Terus saya membolehkan diri sendiri untuk nggak usah mandi pagi-pagi kalau sedang hari libur. Mandinya ntar siang aja, menjelang dhuhur. Kadang juga cuma sekali itu mandinya, sore nggak usah mandi lagi. Lagian kan saya nggak kemana-mana, cuma dirumah aja hari libur ini. Sedikit bau asem dan kucel nggak apa apa kan.

Terus, karena saya pengen membiasakan anak-anak buat rajin mandi pagi, saya suruhlah anak-anak buat segera mandi saat hari libur itu. Saya minta mereka beresin mainan, beresin buku, ambil handuk lalu pergi ke kamar mandi. Disuruh sekali, mereka nurut aja.

Di minggu berikutnya, saat disuruh segera mandi, mereka mulai protes. Kok mama nyuruh mandi, sementara mama sendiri belum mandi. Mamanya pun menjawab “mama masih mau beres-beres rumah dan masak, mandinya ntar kalau udah selesai masak”. Anak-anak masih nurut aja, dan menerima alasan mamanya. Tapi kenyataannya, selesai masak bukannya segera mandi, saya masih aja memilih bermalas-malasan. Kadang baca buku, kadang nonton tivi, kadang juga main hp.

Di hari libur berikutnya, mereka sudah hapal kelakuan mamanya. Jadi saat disuruh mandi, mereka pun ogah-ogahan. Sudah disuruh berulang kali, jawabannya sama saja “Ntar lagi…” atau “Aku mandinya ntar siang aja, sama kayak mama”. Sampai capek dan jengkel saya menyuruh, udah mengarah ke mengomel, tapi mereka tak juga menuju kamar mandi.

Nah, lho…

Terus saya pun mulai instropeksi diri. Dan ketemulah, ternyata masalahnya ada di saya. Secerewet apapun saya menyuruh mereka mandi, bahkan dengan teriakan dan ancaman sekalipun, mereka nggak mau nurut karena melihat emaknya masih kucel dan bau.

Jadi saya pun mulai merubah strategi. Saya menantang diri sendiri untuk tak malas mandi dihari libur. Walau hari libur, pagi-pagi saya sudah ambil handuk dan mandi. Usai mandi saya hampiri anak-anak, mencium mereka sambil pamer kalau saya sudah bau harum, sementara mereka masih bau kecut.

Cara ini ternyata efektif, tanpa saya suruh, mereka rebutan ambil handuk dan pengen segera mandi.

Jadi, saya berkesimpulan, untuk kegiatan apapun, akan lebih efektif jika orang tuanya memberi contoh, bukan cuma menyuruh. Contoh nyata berupa perilaku itu lebih efektif dibanding cuma verbal saja.

Jadi kalau mau anak-anak berhenti main hp, ya orang tuanya harus rela untuk tak memegang hp saat berada di rumah, terutama di depan anak-anak. Kalau memang perlu sekali pegang hp, bilang pada anak bahwa ortu perlu pegang hp dulu sekian menit karena ada pekerjaan penting yang harus segera dilakukan. Jangan melewati dari sekian menit, agar tetap mendapat kepercayaan dari anak.

Kalau orang tuanya pengen punya anak yang suka baca buku, orang tuanya juga harus rela meluangkan waktu untuk memegang dan membaca buku di depan anak-anak. Mungkin tak cukup sekali, butuh berulang kali hingga anak akhirnya mau meniru.

Kalau orang tua pengen anaknya tak buang sampah sembarangan, sediakan tempat sampah di dalam rumah, di dalam mobil. beri contoh dengan membuang sampah di tempat sampah.

Jangan sampai deh kejadian seperti berikut ini ada dalam keluarga kita. Jikapun ada, segeralah untuk mengubahnya

Nak, buanglah sampah pada tempatnya! Sambil dia membuka kaca mobil dan melempar bungkus permen.

Nak, rapikan mainanmu! Sementara kertas berserakan dimeja kerjanya.

Nak, jangan terlambat ke sekolah ya! Sementara dia gemar mengulur waktu.

Nak, bacalah, buku itu jendela dunia! Sementara dia asyik menikmati sinetron.

Nak, banyak makan sayur dan buah! Sementara dia lebih sering mengkonsumsi fastfood.

Nak, kalau makan itu jangan sambil bicara! Sementara dengan mulut penuh dia asyik ngobrol di telpon.

Nak, kamu harus baik sama temanmu! Sementara dengan tetangga dia tak mau bertegur sapa.

Nak, sebelum tidur, matikan TV! Sementara dia sering tertidur saat TV masih menyala.

Nak….

****

Marilah kita menghentikan kebiasaan ini. Marilah kita berhenti menyuruh anak berbuat ini itu yang menurut kita baik. Anak tak perlu diperintah, tak usah disuruh-suruh. Jika kita, sebagai orang tuanya bisa berbuat baik, maka anak-anak akan melihatnya. Anak-anak akan menirukannya. Anak-anak akan menjadikan kita contoh, menjadikan kita sebagai idolanya.

52 Comments

  1. Inti ya kalau mau anak lakukan hal baik, orang tua harus kasih contoh. Gak cuma koar2 nyuruh2 mulu ya, Mbak. Hehe. Saya mulai ancang2 jarang main HP biar si kecil gak nyontoh main HP mulu

  2. Intinya anak itu copy paste orang terdekat di rumah ya. Wah aku juga kadang siang mandinya hihihi. Terima kasih sudah diingatkan loh mbak untuk memberi contoh yg baik dulu sebelum menyuruh.

    • sama-sama mbak. Kadang me time paling mudah dan murah itu ya itu mbak, bisa mandi siang hari dan berlama-lama dikamar mandi tanpa ada teriakan anak-anak

  3. Hi Mbak Nanik ! Apa khabar? Baru nongol lagi nih saya.
    He he… bener banget cerita di atas. Itu juga yg saya alami.
    Jadi…judul tulisan ini harusnya lebih panjang ya Mbak..
    “Berhentilah Menyuruh Anak Berbuat Baik, Dan Berilah Contoh Perbuatan Yang Baik”. He he 😀

  4. Yes betul banget mbak. Anak2 itu sukanya niruin yg dia liat tiap hari. Kalo cuma disuruh2 duh sampe serak leher juga susah banget deh 🤣..tinggal ortunya aja nih jgn sampe keenakan males2 di depan anak. Hihihihh

    • Asyik ya kalau hari libur diisi dengan jalan-jalan. Kalau anak-anak saya malamnya dijanjiin besok jalan-jalan, nggak usah disuruh mereka bakal mandi pagi-pagi

  5. Setuju, mba…anak tuh harusnya dicontohin, kalau cuma disuruh-suruh doang mereka cenderung nggak mau.
    Apalagi anak sekarang ya…kecil-kecil udah bisa protes ke orangtuanya 🙂

  6. Intinya mencontohkan perbuatan baik jauh lebih penting dibandingkan cuma sibuk meminta mereka berbuat baik ya. Bagus banget tulisannya bisa jadi reminder untuk sesama orang tua. TFS

  7. Bener banget, Mbak..

    Karena anak akan lebih meniru tindakan atau perilaku dari orangtuanya. Kalau cuma disuruh saja, mereka malah bisa ngebantah kalau yang nyuruh enggak melaksanakannya juga.

    Anak-anak memang perlu contoh yang baik ya.

    • dan saat anak membantah, ada aja lho orang tua yang bukannya menyadari kekeliruannya, tapi malah naik emosinya. jadi berdebat deh anak dan ortu

  8. Semua kembali ke diri kita ya mba, memberikan contoh yang baik. Saya jadi ingat, oas ngelarang anak kelamaan main hape, semntara ga bisa lepas dari hape. Akhirnya kalau sama anak saya memilih main dan matikan hape.

  9. Iya mbak ortu adalah contoh bagi anak, kalau ortunya gak kasi contoh baik ya anak jg merasa buat apa aku lakukan itu,. Tapi mengingatkan terus jg gk ada salahnya sih, kdng malah sbg ortu ngeingetin anak suka malu sendiri trus jd termotivasi buat jd ortu yg lbh baik lg #imho

  10. Yang belum anak saya lakukan tapi udah saya lakukan adalah bangun subuh. Haha. Dia kadang berpesan kalau libur jangan bangunin, pengen tidur sampai siang. Halah mana bisa orang tetap harus sholat subuh.

  11. saya merasa diingatkan dengan tulisannya mbak, lho. kadang kala kita memang masih suka ngomel-ngomel sendiri kalau anak-anak nggak nurut. lha tapi kitanya nggak ngasih contoh yang tepat seperti apa

  12. Huhuu~
    Iya bangeett…

    Aku juga suka jago nyuruh, tapi aku sendirinya gak jalan.

    Sekarang makin malu, karena anak-anak rutin shaum Senin-Kamis, sedangkan aku…((kalo pas nyaur utang aja…duuh, malunya))

  13. Anak itu peniru yang ulung ya, Mbak. Mereka meniru, apa yang dilakukan orang-orang di sekitarnya, terutama orang tuanya.
    Saya sendiri lebih memilih mencontohkan dari pada menyuruh-nyuruh mereka, dari pada capek sendiri hihihi

  14. Iya ya, pada dasarnya kan anak hanya meniru. Drpd melarang anak main hape sejatinya kita kita jangan pegang hape. Kebiasaan yg ditumbuhkan itulah yang akan membentuk karakter anak

  15. iya ini saya juga dapat perignatan keras loh, orangtua bisa menyuruh tapi tidak melakukan,
    contohnya suami. dia malas mandi pagi – karena memang tidak kerja kantoran, sehingga anak anak juga tidak mau mandi jika tidak terpaksa

    seharusnya kitanya dulu ya mbak, baru deh anak anak ikutin, tfs yaaa

  16. Nah..berarti sebelum menasehati atau memberi anjuran sudah sepatutnya orang tua menjadi contoh dahulu
    Memang tak salah pendapat yang mengatakan jika anka adalah peniru ulung
    Di dalam keluarga, anak akan belajar bagaimana berperilaku dengan mengamati perilaku orang tuanya.

  17. Setuju banget
    Dulu sering cape banget nyuruh anak anak beresin kamarnya
    Jadi saya ngasih contoh dengan menjaga rumah selalu rapi
    Hasilnya, kamar anak saya di tempat kost selalu rapi sementara kamar teman temannya berantakan

  18. Setuju banget! Orangtua adalah role model bagi anak-anaknya. Anak-anak sebenarnya nggak usah disuruh-suruh karena sifat dasar mereka adalah meniru. Kalau kebiasaan baik yang biasa ada di rumah, maka kebiasaan baik pula yang akan mereka lakukan.

    Orangtua juga harus mau terbuka menerima kritikan. Jangan marah kalau anak protes saat orangtua menyuruh berbuat baik tapi faktanya nggak memberikan contoh baik. Nggak ada lagi deh, cerita kalau anak tuh harus nurut dan nggak boleh melawan orangtua gara-gara nggak mau diprotes, hihihi …

Leave a Reply to Nanik Cancel reply