Berjemur Sambil Panen Cabe




Ada yang masih rajin berjemur di pagi hari? Atau sudah merasa jenuh di rumah terus, hingga aktivitas berjemur pun sudah mulai jarang dilakukan?

Kalau saya, emang dari awal pandemi jarang berjemur secara khusus. Berjemurnya ya sambil menjemur cucian, atau saat mengangkat jemuran. Ajak anak-anak juga sekalian.

Nah di masa new normal ini, anak-anak sudah mulai boleh diajak keluar rumah. Tapi bolehnya ke sawah aja. Kalau buat ke minimarket atau pasar belum boleh. Ke sawah, bisa sekalian berjemur.

Minggu kemarin, saya ajak anak-anak ke sawah untuk membantu memanen cabe.

Semangat di Ajak ke Sawah

Cuaca di Malang Juni-Agustus itu lagi di masa dingin. Musim kemarau dengan kelembaban tinggi. Kalau malam dan pagi dingin sekali. Kalau siang, matahari bersinar dengan kuatnya, terasa panas kalau beraktivitas di luar rumah. Tapi kalau di dalam rumah, masih tetap terasa dingin.

Walau cuaca dingin, jam 6 kami sudah berangkat menuju sawah. Belum mandi hehehe…. rencananya mau mandi di sawah aja. Di sawah memang ada gubuk dan sumurnya juga, jadi bisa mandi juga di sawah.

Anak-anak tuh seneng kalau diajak ke sawah, salah satu alasannya adalah karena bisa naik di bak belakang pick up. Iya, karena kami punyanya mobil pick up, dan dengan anak 3, nggak muat kalau duduk depan semua. Jadinya ya suami aja yang duduk depan, saya dan anak-anak duduk di belakang.

Walau di bak pick up ada tulisannya “dilarang mengangkut orang”, tapi tetap aja kami langgar. Bagian ini jangan di tiru ya para pembaca.

Kami juga bawa bekal makan dari rumah. Soalnya sawahnya jauh dari warung, jadinya mesti bawa bekal karena bakal di sawah seharian.

Proses Panen Cabe

Tanaman cabe itu bukan tanaman semusim, yang sekali panen langsung habis. Tapi tanaman yang bisa bertahan lama, kalau sudah mulai berbuah, bisa dipanen beberapa kali.

Dalam 1 pohon, ada yang cabenya udah merah, ada yang masih hijau, ada juga yang bunganya baru muncul. Jadinya memang harus hati-hati saat memetik buah yang sudah merah, agar tak membuat bunganya jadi tersentuh tangan dan rontok.

berjemur panen cabe
Teliti memilih yang sudah merah

Untuk memetik memang harus hati-hati, satu persatu. Senjatanya adalah gunting. Cabe yang sudah merah, digunting bersama tangkainya.

Tanaman cabe ini ditanam dalam barisan. Jarak antar barisan sekitar 50 cm. Kami harus menelusuri setiap barisan ini, agar tak ada cabe merah yang terlewat untuk di petik.

Di sela-sela tanaman cabe, ada rerumputan, ada bayam liar yang tumbuh, ada tanaman tempuyung juga. Jadi sambil memetik cabe, sekalian aja kalau melewati bayam atau tempuyung, sekalian di petik aja, buat di sayur.

Ada juga tanaman ciplukan. Seneng banget kalau nemu ciplukan ini. Langsung berhenti, mencari buahnya, langsung makan disitu. Asem-asem manis segar.

Selesai panen cabe, kami buka bekal yang di bawa dari rumah. Nikmat banget makan di sawah, apalagi setelah lelah memetik cabe.

Di sawah juga ada tanaman jagung yang mulai berbuah. Jadi kami petik juga beberapa buahnya, di rebus di sawah. Walau bukan jagung manis, melainkan jagung hibrida, karena masih muda, rasanya tetap manis.

jagung manis rebus
Jagung rebus

Enak banget makan jagung rebus yang baru di petik, sambil menikmati angin sepoi-sepoi di sawah. Si Toto aja lahap banget makan jagungnya.

jagung manis rebus
Lahap makan jagung

Ternyata sampai siang, air sumur di sawah tetap dingin. Jadinya, sampai kami pulang, batal mandi di sawah. Nggak tahan dinginnya. Mandinya setelah sampai di rumah.

Harga sedang Kurang Baik

Sayangnya, harga cabe rawit sekarang sedang kurang bagus, cuma 15 ribu per kilo. Untungnya tanaman cabe kami bukan di masa puncak panennya, jadi belum kerasa ruginya hehehe….

Hasil panen kemarin cuma dapat 2 kilo. Kalau di jual cuma dapat 30 ribu. Tapi walau begitu, anak-anak tetap senang. Dan kesenangan anak-anak ini yang harganya tak ternilai.

panen cabe
Hasil panen cabe

Karena belum di masa puncak panen, dan buahnya belum banyak, kami panennya seminggu sekali. Kalau sudah di masa puncak panen, seminggu bisa 2 atau 3 kali panen.

Semoga aja ke depan, harganya bisa semakin baik.

51 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *