Bertanam Padi di Rawa

Rowo Jombor di klaten, jika musim kemarau airnya menyusut, bahkan di beberapa bagian mengering. Maka warung apung tutup, petak-petak yang biasanya dipakai untuk memelihara ikan pun beralih fungsi menjadi tempat bercocok tanam. Padi jika masih ada air menggenang dan jagung jika permukaan tanah sudah mengering.

IMG03016-20131016-1541

Foto ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan 34 : Kampung

 

21 Comments

Add a Comment
  1. Saya suka foto – foto Kampung Mbak…rencana mau ikutan event ini juga,,,

    1. ayuk mbak ikutan, ikut meramaikan

    1. makasih

  2. Dua atau tiga kali mbak saya pernah ke Rowo Jombor rame-rame….

    1. wah jangan2 kita pernah ketemu disana hehehe

  3. Indahnya itu Mba pemandangannya di latar belakang. Membayangkan asri dan damainya kehidupan di sana..

    1. iya bener, saya klo pas kesana bisa betah mancing dari pagi sampai sore

  4. salut dengan warga yg berusaha memanfaatkan rawa dgn kegiatan yg menghasilkan

    1. hidup di kampung memang harus bisa memanfaatkan setiap jengkal tanah di sekelilingnya

  5. Jeng Nanik, meski dekat saya belum sempat menikmati eksotiknya Rawa jombor. Selamat meramaikan event di mBak Monda ya. Salam

    1. Kapan-kapan kalau main ke Jogja, sempatkan mampir Bu

  6. keren juga ya mbak kl bisa bertanam padi di rawa spt itu 🙂

    1. hehehe… padahal sebenarnya itu karena terpaksa mbak

  7. Waduh kalo warung apung nya sampai tutup trus mata pencaharian mereka apaan ???

    1. ya itu, jadi petani. Tapi nggak sampai tutup kok, musim hujan datang lagi, rawanya ada airnya lagi, ikan-ikan kembali dipelihara. warung apung juga dibuka lagi

  8. Lokasi sawahnya tampak tentram banget Mbak Nanik

    1. dan semoga penghuni disekitarnya tentram pula kehidupannya

      1. Amin 🙂

  9. gambar fotonya masih natural banget yah,,, saya suka yang bersifat asli dan alami

    1. alhamdulillah… tinggal dikampung setiap hari dapat menikmati pemandangan alam yang indah

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis