NaylaKu

Bocah Perempuan 7 Tahun itu….

Bocah perempuan 7 tahun itu… mulai rajin sholat di Masjid. Setiap ada kumandang adzan segera menghentikan aktivitasnya, bergegas ke belakang mengambil mukenanya, lalu  berteriak bilang “Aku ke Masjid ya, Ma” sambil berlari menuju Masjid yang letaknya di seberang jalan. Bahkan, saking pengennya jamaah di Masjid, kalau hari sabtu saya ajak keluar, dia selalu bilang nggak mau kalau pulangnya diatas jam 12. Takut nggak kebagian sholat dhuhur berjamaah.

Bocah perempuan 7 tahun itu… mulai bisa pakai kerudung segi empat sendiri dengan peniti dan bros yang disematkannya sendiri pula. Mulai bisa gantian sama mama kerudungnya. Mulai bisa bilang “ini kerudungnya boleh aku pakai ya, Ma…” atau “Mama boleh kok pakai kerudungku”. Pertama lihat dia pakai peniti sendiri, ngeri-ngeri sedap. Takut si bocak ketusuk. Pengen bantuin menyematkan peniti itu, tapi menguatkan hati menahan gerakan tangan. Dalam hati pun merapal kalimat, “biarkan saja, biarkan dia berlatih, biarkan dia mandiri”

Bocah perempuan 7 tahun itu… mulai bisa diandalkan untuk menjaga adiknya. Sudah berani menggendong adiknya, meski saya suka was-was kala melihat dia mengangkat adiknya. Was-was, kalau-kalau terjatuh. Sekali lagi menguatkan hati, “biarkan dia belajar, biarkan dia mandiri”

Bocah perempuan 7 tahun itu… mulai bisa berdandan sendiri. Mulai sering ngambil bedak adiknya, diusapkan dikedua telapak tangan, lalu disapukan ke wajahnya. Mematut-matut diri di depan cermin, sambil sesekali bertanya pada mamanya, “Ma, aku cantik nggak?”

Bocah perempuan 7 tahun itu… mulai terampil mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Menyapu, mencuci piring, menyiram tanaman, bahkan juga menyetrika. Paling senang kalau dikasih bagian menyetrika baju adiknya. “Bajunya kecil-kecil, jadi kan enak nyetrikanya” begitulah alasannya. Alasan lainnya “dia kan adikku, jadi aku yang harus setrika bajunya”.

Bocah perempuan 7 tahun itu… Ah, terlalu banyak yang ingin diungkapkan. Namun tak selayaknya semua diungkapkan di media sosial. Biarlah sebagiannya mama simpan dalam hati dan ingatan. Selamat ulang tahun ya, Nak!

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis