cak ucung kuliner bengkulu selatan

Cak Ucung, Kuliner Bengkulu Selatan Berbahan Pisang dan Ketan

Makan ketan bertabur parutan kelapa ataupun bubuk kedelai, sudah biasa bagi saya. Makan ketan bercampur durian pun sudah beberapa kali. ketan bercampur kacang merah, biasa juga. Tapi makan ketan dengan pisang? Ini yang belum pernah bagi saya. Tapi hari ini, 13 Februari 2022, saya bisa makan pisang bercampur ketan. Makanannya bernama cak ucung, kuliner khas Bengkulu Selatan.

Cak Ucung, Salah Satu Kuliner Khas Bengkulu Selatan

Cak ucung merupakan jajanan pasar, panganan tradisional dari daerah Bengkulu Selatan. Walau sudah beberapa kali ke Bengkulu, tapi saya belum pernah makan cak ucung. Biasanya kalau ke bengkulu, mertua selalu ngasih oleh-oleh khas Bengkulu berupa kue baytat, lempok durian ataupun tempoyak.

Jadi waktu suami bilang pengen masak cak ucung, saya tak punya bayangan, makanan macam apa itu. Apalagi “cak” kalau di Jawa Timur itu kan sebutan untuk lelaki yang lebih tua. Lha kok ada makanan dari Sumatra yang berawalan kata cak.

Cak ucung merupakan kuliner khas kota Manna (ibu kota kabupaten Bengkulu Selatan) yang berupa kue tradisional. Bahan-bahannya hanya terdiri dari beras ketan, garam, dan buah pisang.

Proses pembuatannya juga sederhana. Mula-mula buah pisang dihancurkan, kemudian diberi tambahan beras ketan dan garam. Setelah itu adonan dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus hingga matang.

Proses Pembuatan Cak Ucung

Proses pembuatan cak ucungmudah banget. Mula-mula buah pisang dihancurkan, kemudian diberi tambahan beras ketan dan garam. Setelah itu adonan dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus hingga matang.

Gampang kan?

Yang nggak gampang tuh mengumpulkan niat untuk memasaknya.

Robohnya Batang Pisang di Kebun

Berawal dari sebatang pohon pisang di kebun yang roboh karena batangnya di sosor menthok dan angsa. Padahal pohon pisang itu ada buahnya. Sudah tua sebenarnya, tapi sengaja belum di tebang, nunggu suluh (buah yang masak di pohon).

Berhubung sudah roboh batangnya sebelum di tebang, ya udah lantas di potong dari tandannya, di masukkan karung.

Tiga hari kemudian, hampir semua buahnya matang. Kebetulan pisang ini bukan pisang yang enak langsung di makan, tapi harus di oleh dulu (goreng/rebus). Kata suami, namanya pisang Jawau, dulu bibitnya bawa dari Bengkulu.

Suami lalu minta saya membeli ketan, katanya buat bikin jajanan tradisional Bengkulu, yang sering di makan waktu kecil. Dia menyebut namanya cak ucung. Sambil menyebut bahan dan juga menjelaskan cara memasaknya. Dia janji bakal cari daun pisang di kebun.

Saya senyumi aja ajakannya. Saya bilang “Abang yang masak, aku bagian foto-foto aja”

Jadilah Suami Masak, Istri jadi Tukang Foto

Daun pisang dan ketan sudah dapat. Hari Minggu tuh sebenarnya saya pengen santai. Nggak usah masak, jajan aja. Tapi lihat muka suami yang merajuk minta ditemani masak, saya pun beranjak juga ke dapur.

Lihat istrinya beranjak ke dapur, suami pun lalu sigap menghidupkan kompor. Dengan api kecil memanggang daun pisang, tujuannya supaya daun pisang menjadi layu, jadi nggak pecah saat dipakai untuk membungkus.

daun pisang
Daun pisang di panggang supaya layu

Kalau jaman kecil saya dulu, sering lihat ibu menjemur daun pisang supaya layu. Tapi berhubung hari ini mendung, jadinya di panggang saja di atas kompor. Ternyata beda caranya dengan jaman kecil suami. Jaman dia kecil dulu, untuk membuat daun pisang layu, di panggang di atas bara yang berasal dari sabut kelapa.

Sementara suami memanggang daun pisang, saya membantu dengan mengupas pisang. Saya kupas pisang sekitar 20 buah. Usai di kupas, saya hancurkan pisang itu. Tadinya saya remas-remas saja, tapi belum sampai hancur, tangan saya sudah pegel nggak kuat.

buah pisang
Pisang kupas

Suami lalu ngasih tahu cara melumatkan pisang menggunakan gelas.

Pekerjaan memanggang daun pisang selesai. Pas juga pisang sudah lumat. Suami lalu mencuci beras ketan. Kami pakai 1 kilo. Lalu sedikit demi sedikit ketan dicampurkan ke pisang yang sudah lumat. Aduk-aduk supaya rata.

pisang ketan
Campurkan beras ketan dengan pisang yang sudah lumat

Setelah semua tercampur, siapkan daun pisang. Bentuk menjadi contong, isi dengan adonan ketan dan pisang. Bungkus rapat.

adonan pisang ketan
Adonan pisang dan ketan siap di bungkus

Saat membungkus, tanpa bantuan lidi atapun penjepit lainnya ya. Jadi dilipat-lipat aja daun pisangnya. Setelah terbungkus rapi dan rapat, langsung taruh di atas dandang.

cak ucung
Membungkus cak ucung

Proses membungkus dilakukan oleh suami. Saya lihatin aja, sambil sesekali memotret ataupun memvideokan. Udah dapat tiga bungkus, suami baru ingat kalau tadi belum dikasih garam. Tapi yang udah terbungkus nggak dibongkar lagi, adonan sisanya aja yang ditambah garam

“Kamu nggak mau bantuin mbungkus?” Hihi… protes juga dia rupanya.

“Kan kesepakatannya kemarin, abang yang masak, aku bagian foto-foto aja”

Nggak usah protes lah Bang.

Lanjut Mengukus

Berhubung sebelumnya beras ketan nggak di rendam, jadi kami butuh waktu agak lama untuk mengukus sampai benar-benar matang. Sekitar 1 jam. Udah khawatir aja air di bawah sarangan bakal habis dan masakan jadi gosong.

Kalau sudah direndam terlebih dahulu, dikukus 30 menit saja pasti sudah matang.

Sambil mengukus, saya tinggal naik ke lantai dua. Bolak-balik jemuran biar cepat kering. Dari lantai dua tuh kecium aroma harum pisangnya. jadi penasaran kan gimana rasanya.

Akhirnya matang juga deh, matikan kompor dan saya pengennya biarkan sekitar 5 menit tetap di dalam dandang. Baru diambil.

Tapi suami udah nggak sabar aja, langsung ambil satu piring dan meminta anak istrinya untuk kumpul. Mencicipi masakan buatannya.

cak ucung
Inilah penampakan cak ucung yang sudah matang

Rasanya enak juga lho. Manis dari pisang berpadu dengan legitnya ketan. Ini sih bukan camilan, tapi makan berat. Habis dua bungkus udah bisa bikin kenyang

Usai menyantap cak ucung, lanjut deh bikin konten blog. Menuliskan cara membuat cak ucung, kuliner Bengkulu Selatan.

ngemil cak ucung
Lanjut ngonten sambil ngemil cak ucung

Baca yang ini juga

45 thoughts on “Cak Ucung, Kuliner Bengkulu Selatan Berbahan Pisang dan Ketan

  1. Ngilerrrr…aku paling suka menikmati kulineran daerah kak dibandingkan kue-kue kota.Oh namanya cak Uncung ya.Tahan berapa lama kak setelah dikukus? ini kue yang mengenyangkan ya. Ketan + pisang = enak banget, he he he

  2. Emmmm yummyyy anget anget habis di kukus di comot, buka daunnya di makan anget anget.

    Unik yaa makanan tradisional negeri kita, lempar kesini dunk kakk satu 🤩

  3. Saya pikir awalnya, beras ketannya dikukus dulu Mbak. Eh ternyata tidak. Langsung dicampur dengan pisang yang sudah dihancurkan ya. Nah bertambah nih kosa kata kuliner saya, Cak Ucung, makanan khas dari Bengkulu Selatan. Cara membuatnya juga praktis ya..

  4. Laah dah kayak lupis ya, Mba.. Bedanya cuma dicampur pisang. Ah boleh nih coba sesekali. Ketan ada di rumah. Pak suami suka sama pisang. Btw pisangnya pisang apa ya, Mba?

  5. biasanya aku makan olahan pisang yang dikukus pakai daun pisang. ini unik yaa namanya cak ucung. pisang dicampur ketan. sepertinya enakkk.
    btw aku sampe sekarang selalu bikin layu daun pisang di atas kompor. dulu sih pake acara jemur, skr tidak lagi wkwkkw

  6. Pas baca judulnya, aku kira Cak Ucung nama warungnya, karena KLO di Surabaya Cak itu Mas
    Hehe
    Ternyata nama makanannya ya
    Enak pastinya

  7. Duh duh aku suka banget ketan dan pisang, kalau dipadukan pasti enak dan unik ya rasanya, suaminya rajin banget mbak bela-belain masak demi kenangan masa kecil…bikinnya nggak susah yaa..

  8. Wah, baru tahu nih saya dengan Cak Ucung ini. Unik ya, dibuatnya dengan cara dicampur langsung pisangnya ke beras ketan. Dan bukan ke tepung ketannya. Jadi penasaran deh dengan rasanya. 😀

  9. ku pikir tadi, nogosari gitu karena pakai daun pisang, ternyata pisangnya dicampur ketan ya. Bayanginnya jadi kepengen, tapi ngumpulin niat masaknya ini ya, susah banget, hahahaha.

  10. Kupikir Cak Ucung ini nama orang, punya resto gitu eh tahunya nama makanan.baru dengar ini sih dan aku penasaran kok kayaknya enak banget. Bikinnya juga enggak ribet, dan kebetulan di rumah juga ada pisang. Bisa nih dicoba.

  11. Baru tahu makanan bernama Cak Ucung ini. Mungkin karena mainnya kurang jauh kali ya, hehehe

    Btw, buatnya gampang juga. Buat aku yang kurang suka pisang, olahan kaya gini bisa jadi salah satu solusi

  12. Namanya unik banget cak ucung, bahan dasarnya pisang enak pasti ya. Oh pakai beras ketan juga ya ini bikinnya, kenyang buat sarapan nih mbak.. Jadi kuliner khas Bengkulu Selatan, nanti shar elagi mbak kuliner khas lainnya

  13. Halo mba Nanik, aku pun nggak mahir nih mba soal membungkus. Dan biasanya tugasnya ya foto atau videoin aja pas suami bungkus makanan pakai daun pisang. Hehe

  14. Seriusan kirain cak ucung tadi nama orang, ternyata nama makanan. Makasih lho udah ngeshare cara bikinnya, nggak terlalu sulit lah ya kayaknya. Ntar kalau pulang kampung mau ngajakin ibu bikin ah,dibelakang rumah ada kebun pisang soalnya. hehehe

  15. Alhamdulillah terima kasih sudah mengulas kuliner Bengkulu ya mak. Tapi di sini lebih populer namanya oncong – oncong sih . Emang enak dan bikin kenyang

  16. Sama mba, pikiranku tadi Cak itu kan artinya mas. Kok nama makanan?
    Eh ternyata Cak Ucung makanan khas Bengkulu. Bahannya gampang yah tapi pisangnya ini pakai pisang gepok atau apa ya? Kurang paham dg istilah pisang jawau.

  17. Wah aku baru tahu makanan ini mbak, kalau ketannya gak direndam pas udah matang ketannya bisa punel gak mbak? aku kok kebayang masih kletik kalau dimakan ehehehe

  18. Unik, bener-bener gak nyangka ada makanan seperti ini. Itu ketannya pun dicampur dalam kondisi mentah ya? Wah, bener2 belum ada bayangan gimana rasanya. Tapi yang jelas sehat nih, karena sangat alami.

  19. Wah saya penasaran dengan rasanya. Tapi sepertinya enak tuh. Manisnya pisang dipadu dengan kelezatan ketan pasti membuat ketagihan.
    Mau coba ah.

  20. Aku tauuuuu makanan ini, mama pernah bikin. Tapi dulu mama ga sebut namanya cak ucung. Akupun jujur lupa namanya, tapi pas diksh tau cara bikin, aku inget pernah makan kue pisang Ama ketan begini. Di Sibolga makanan ini lumayan terkenal, tapi ya itu, namanya mah bukan cak ucung ini.

    Aku suka sih, Krn manis gurih tadi. Mama kalo bikin kue yg pake daun pisang, juga di bakar atas kompor mba biar layu 😄

  21. nusantara banyak sekali kekayaan kuliner, aku paling suak nyicip kuliner yang belum pernah coba, andai bisa nyoab ini penasaran

  22. Kulinernya khas Bengkulu menarik dicoba citarasanya, mudah pembuatan bagi yang sudah biasa, dan menarik bentuknya. Pas menemani ngonten blog.

  23. Di Sulawesi Selatan lazim juga penganan dari ketan, Mbak tapi tidak ada yang dicampur dengan pisang seperti ini. Unik ya. Untungnya Mbak Nanik mendokumentasikannya dengan lengkap jadi siapapun yang mau mencoba memasaknya bisa baca di sini.

  24. Baca judulnya lucu juga ada Cak-nya, padahal artinya Abang di Surabaya dan sekitarnya
    Jadi kebayang harum pisangnya Cak Ucung ini. Berarti rasa manisnya dari pisang ini ya. Simple cuma pisang dan ketan plus sedikit garam. Sudah jadi camilan berat yang lezat!

  25. Kuliner Indonesia emang unik….. Apalagi jajanan pasar tradisionalnya yang beragam seperti cak uncung ini. Rasanya manis gurih atau gimana, Mbak??

  26. Meski belum coba Cak Ucung, tapi Pisang dan ketan mah enak aja rasanya.
    Seringnya makan pisang goreng dengan ketan putih tabur kelapa parut atau durian, hehe

  27. Baru dengar nama makanan ini. Selama ini tahunya pisang dicampur tepung, belum pernah lihat pisang yang dicampur beras. Melihat bentuk cak ulung, udah bisa terbayang rasanya

  28. Waaahhh, bisa saya coba ini..
    Biar bisa merasakan kuliner nusantara meski bikin dari dapur sendiri. Semoga bisa icip-icip langsung di Bengkulu suatu saat..

  29. Kok sama, saya dan suami lebih jago suami kalo soal masak memasak atau bebikinan kue. Kalo soal makan lebih jago saya tapi. Hihi

    Ini kaya pisang raja nangka ya, tapi ukurannya kecil dan biasanya ada rasa masam. Kalo manis, kemungkinan pisang pisang mas atau pisang muli. Enak lho dijadikan piscok kalo saya sukanya. Jadi pengin bikin cak ucung juga jadinya.

  30. Unik banget nama kue tradisionalnya ya kak. Jadi penasaran mau nyoba bikin juga. Soalnya kalau di Sunda ada namanya ciu, olahan pisang dihancurkan tapi campurannya tepung tapioka

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: