• NaylaKu,  Oktoku,  Parenting,  SatriaKu

    Anak-Anakku, Apakah Selama Ini Kalian Bahagia?

    Suatu kali saya mengikuti kuliah parenting via group wa, materinya membahas tentang mengenali karakter anak agar orang tua bisa memberikan yang terbaik bagi anak. Pemateri mengawali materinya dengan mengajukan pertanyaan “Pernahkah Bapak/Ibu menanyakan pada anak-anak, apakah mereka merasa bahagia selama ini?”. Bahagiakah kalian, Nak? Langsung jleb deh dapat pertanyaan seperti ini, jujur saja, saya selama ini tak pernah menanyakan pada anak-anak, apakah selama ini mereka berbahagia, apa yang membuat mereka bahagia. Usai sesi kuliah parenting tersebut, saya mulai mencari waktu untuk bicara berdua dengan babang dan kakak, pengen menggali tentang bahagia yang ada dalam diri mereka. Dan inilah hasil pembicaraan saya dengan mereka.

  • SatriaKu

    Bocah Lelaki 8 Tahun itu …

    Bocah lelaki 8 tahun itu … kini lebih suka mengurung diri di kamar. Membaca dan main game. Malah sudah request pengen punya rak buku sendiri di kamarnya. Dengan alasan, biar nggak bolak-balik keluar masuk kamar untuk mengambil dan mengembalikan buku yang dibacanya. Bocah lelaki 8 tahun itu… mulai sering mengajari mamanya untuk irit. Mamanya disuruh buat daftar belanja kalau mau pergi belanja. Mamanya dilarang membuang barang-barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan. Bahkan, dibelikan sandal baru pun dia nggak mau pakai, gara-gara sandal lamanya masih bagus dan masih bisa dipakai. Ini gara-gara banyak baca komik Keluarga Super Irit. Si bocah jadi kreatif setiap kali melihat kardus atau botol bekas. Ambil gunting,…

  • NaylaKu,  SatriaKu

    Belajar dari Komik, Emang Bisa?

    Jaman kuliah dulu, saya memimpikan ada “diktat kuliah Naruto” maksudnya diktat kuliah yang enak di baca, tidak membosankan, bikin penasaran kalau bacanya kepotong ditengah jalan. Harus di baca sampai tuntas tas, mudah dipahami dan tetap ada diingatan walau diktatnya sudah ditutup. Yah, semacam baca komik Naruto, nggak akan diletakkan kalau belum selesai. Penasaran dan nggak sabar nunggu seri selanjutnya. Dan ternyata, kini jamannya anak-anak yang mengalami. Bukan buku sekolah, bukan diktat kuliah, tapi benar-benar komik. Lebih tepatnya edukomik. Komik yang banyak memuat pelajaran di dalamnya. Komik-komik ini kini menjadi salah satu sumber belajar mereka. Setiap satu komik membahas tema tertentu. Komik ini penulis dan ilustratornya orang korea selatan. Setiap tema…

  • SatriaKu

    Kala Si Bocah Melek Internet

    Satria dan Nayla sudah mulai menggunakan internet sebagai salah satu sumber belajarnya. Andalannya adalah “OK Google …” setiap kali mencari informasi yang mereka inginkan. Suatu kali, saya minta mereka mengetikkan kata babang dan dedek di mesin pencari. Kagetlah mereka karena menemukan beberapa foto mereka di internet. Bagaimana bisa google mendapatkan foto-foto mereka? Apa google minta foto itu ke mamanya? Berawal dari kejadian ini, saya kenalkanlah blog ini ke mereka. Antusias mereka membaca. Kadang terlihat serius, kadang cekikikan berdua. Oh, rupanya mereka jadi teringat beberapa kelakuan mereka waktu masih kecil dulu. Sekarang juga masih kecil sih hehehe…. Setiap kali ada kesempatan, Satria jadi sering mengunjungi blog ini, membaca-baca lagi kisah tentang…

  • NaylaKu,  SatriaKu

    Sunyi yang Mencurigakan

    Suatu sore saya sedang mencoba asyik di depan laptop sambil memangku Okto. Sementara kedua kakaknya bermain di halaman. Mereka main petak umpet dan berkejar-kejaran. Lepas suara tawa mereka, membuat saya tak perlu bolak-balik keluar rumah untuk menengok keberadaan mereka. Jika terdengar suara tawa, berarti mereka masih di areal halaman rumah. Mendadak suara tawa mereka berhenti. Lalu Satria masuk rumah dan duduk di dekat saya. Sementara Nayla berlalu begitu saja, masuk ke ruang tengah. Hmm… kok begini akhir permainan mereka. Mungkinkah mereka bertengkar?

  • SatriaKu

    Menumbuhkan Kreativitas dan Jiwa Wirausaha Anak

      -Babang sedang asyik membuat komik- “Bagaimana, Ma. Lukisanku sudah ada yang pesan?” “Belum ada, Bang” “Yah, kok nggak ada yang mau beli sih. Lukisanku jelek ya, Ma?” “Mungkin mereka belum membutuhkan, Bang. Kan kita juga kalau beli sesuatu sesuai kebutuhan, bukan cuma karena keinginan” Saya mencoba membesarkan hatinya.

  • SatriaKu

    Bagaimana Membuat Anak Kecanduan Bacaan?

    Suatu kali saya pernah posting gambar babang yang sedang makan sambil membaca buku, dengan¬†keterangan : “Orang kalau sudah asyik biasanya nggak mau di ganggu. Apalagi klo sudah larut asyik baca buku, nggak enak banget kalau harus berhenti padahal belum sampai di halaman terakhir. Alhasil makan pun matanya tetap menatap buku. *Bocah ini seharian belum makan. Asyik aja dengan setumpuk bacaan. Emaknya maksa dia buat makan. Dia mau makan dengan syarat tetap sambil baca. Ya sudahlah. Yang penting mau makan.”

  • SatriaKu

    Tertawalah, maka Kreativitasnya akan Mati

      Selesai corat-coret dengan pensil warna di lembaran-lembaran kertas, babang mendekati saya. Menyodorkan beberapa hasil karyanya agar saya mau melihat dan memberi komentar. Untuk menyemangatinya, saya bilang kalau lukisannya itu bagus. Jaman seusianya, kayaknya saya belum bisa membuat lukisan seperti itu. Mendengar jawaban saya, matanya berbinar, lalu meluncurlah kalimat yang tak pernah saya sangka :¬†“Bagaimana kalau lukisan ini kita jual?”

  • NaylaKu,  SatriaKu

    Dialog Malam (2)

    Malam-malam itu asyiknya bergumul dengan anak-anak di kasur, sambil dengerin mereka cerita atau saya yang membacakan buku untuk mereka. Semalam, kami bertiga juga asyik uyel-uyelan. Saya ditengah, babang di sebelah kanan, dd di sebelah kiri. Tangan kanan memeluk babang, tangan kiri memeluk dd. Lalu saya pun ngudang babang (Ngudang itu bahasa jawa, maknanya menurut saya, memuji/menggoda/bersenandung yang berisi pujian pada anak. Belum nemu apa istilah dalam bahasa Indonesia) “Anak ganteng…. anak ganteng…. anaknya mama….”

  • NaylaKu,  SatriaKu

    Liburan Seru di Dapur

    Sabtu Minggu, saatnya mendampingi anak-anak bermain dan belajar. Kali ini fokus kegiatannya ada di dapur. Hari jumat, dd bilang kalau besok pengen dimasakin telur puyuh bumbu kecap. Saya menyanggupi dengan syarat dd harus membantu mama di dapur. Sabtu pagi, saya ajak dd ke pasar. Saya antar ke penjual telur puyuh. Saya berdiri disamping dd, uang sudah saya serahkan ke dd. Saya minta dd yang membeli sendiri telur puyuhnya. Tadinya masih “ngulat ngulet” bilang mama aja yang beli. Tapi saya tetap menggeleng. Saya bilang kalau ini kan dd sedang belajar, belajar berani membeli sendiri. Untungnya, pas nggak ada pembeli lain. Jadi tak apa kami berlama-lama disitu sampai keberanian dd muncul. Mbak…