Donor Darah : Prosedur, Persyaratan dan Manfaatnya

Jumat, 17 januari, saya kembali mendonorkan darah. Lokasinya di kantor, jadi saya nggak perlu ijin buat keluar kantor. Memang sudah lama kantor saya dan PMI menjalin kerja sama dalam hal ini. Jadi paling tidak 4 kali dalam setahun, bakal ada petugas PMI yang datang ke kantor, untuk memfasilitasi para karyawan yang ingin mendonorkan darahnya. Kegiatannya biasanya dilaksanakan pada hari Jumat. Jadi pas banget kan, kalau hari Jumat itu dianjurkan banyak bersedekah. Salah satunya sedekah dengan sekantong darah.

Entah, ini donor yang ke berapa. Saya lupa, lagian kartu donor darah saya juga sudah lama hilang. Alhamdulillah dari sekian kali berniat menjadi pendonor, saya baru satu kali di tolak.

Di tolak?

Iya, saya di tolak untuk mendonorkan darah, karena saat itu tensi saya rendah. jadi sama petugasnya disarankan untuk tak mendonor saat itu. Saya ingat, malamnya memang saya begadang sampai jam 2 dini hari. Beberapa hari sebelum itu, aktivitas saya juga banyak dan jam istirahat berkurang. Bisa jadi itu penyebabnya

manfaat donor darah
Bisa ngobrol selagi diambil darahnya

Prosedur Donor Darah

Sebelum diambil darahnya, ada beberapa tahapan yang harus di lalui calon pendonor.

Pertama adalah mengisi formulir data calon pendonor. Formulir ini berisi data pribadi, dan banyak pertanyaan lain yang berkaitan dengan kondisi tubuh calon pendonor. Antara lain, bagi wanita apakah sedang hamil, sedang menyusui, sedang mens? Apakah pernah punya penyakit berbahaya, apakah pernah bepergian ke luar negeri, apakah cukup istirahat, apakah mengkonsumsi obat/jamu dalam 3 hari terakhir. Dan masih banyak lagi.

Point-point pertanyaannya ada sampai 2 lembar halaman HVS. Kalau yang udah biasa, tinggal centang-centang aja. Kalau baru pertama, harus dibaca pelan-pelan.

Setelah semua data diisi, lalu di tandatangani.

formulir donor darah
Pengisian formulir pendaftaran

Selanjutnya formulir yang telah diisi diserahkan pada petugas registrasi. Petugas akan mengecek di database pendonor, mengetik beberapa hal. Saya nggak pernah ngintip, jadi nggak tahu detailnya apa saja yang dilakukan di depan laptopnya.

Dari petugas registrasi, lalu ke petugas yang mengecek tekanan darah, dan mengambil sampel darah kita. Disini juga calon pendonor di timbang untuk mengetahui berat badannya.

donor darah
Pengambilan sampel darah

Dari hasil timbang badan, cek tekanan darah dan pengambilan sampel darah ini lah petugas memutuskan untuk menerima atau menolak calon pendonor.

Bagi yang di tolak, petugas mohon maaf karena niat untuk donor belum bisa dilaksanakan dengan menyebutkan alasannya. Bagi yang di terima, bisa lanjut ke ruangan lain untuk diambil darahnya.

Darah diambil dari urat yang ada di siku bagian dalam. Bisa ditangan kanan, bisa juga di tangan kiri. Jarum ditusuk hingga menembus urat itu, lalu mulai deh darah mengalir melalui selang menuju kantong. Tunggu hingga beberapa saat sampai kantong penuh. Baru deh jarum akan di lepas, bekas tusukan jarum ditutup dan darah kita berhenti mengalir.

syarat donor darah
Masih juga sempat selfie, jadi jangan takut jadi pendonor

Persyaratan menjadi Pendonor

Saya menyebutkan bahwa saya pernah di tolak kala ingin mendonorkan darah. Jadi memang untuk menjadi pendonor darah itu tidak sembarangan, harus memenuhi persyaratan. Menurut PMI persyaratannya adalah sebagai berikut :

  1. Berusia antara 17 hingga 60 tahun. Seseorang yang berusia 17 tahun boleh melakukan donor darah apabila telah memiliki izin tertulis dari orang tua.
  2. Memiliki berat badan badan minimal 45 kilogram
  3. Temperatur tubuh antara 36,6 hingga 37,5 derajat Celcius
  4. Memiliki tekanan darah baik, yaitu sistole 110-160 mmHg, diastole 70-100 mmHg
  5. Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50 sampai 100 kali per menit
  6. Calon pendonor perempuan setidaknya memiliki hemoglobin minimal 12 gram, sedangkan untuk laki-laki minimal 12,5 gram.
  7. Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak lima kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya tiga bulan

Selain persyaratan itu di atas, calon pendonor harus bebas dari beberapa penyakit menular tertentu. Beberapa penyakit yang menghalangi seseorang untuk melakukan donor darah adalah Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, epilepsi, sifilis, dan tuberkulosis. Selain itu pecandu narkoba, ibu hamil dan menyusui, serta pecandu alkohol juga tidak bisa melakukan donor darah.

Kondisi saya kemarin itu tekanan darah 110/90, sementara hemoglobin 13,4. Makanya saya lolos untuk jadi pendonor darah

Manfaat Donor Darah

Menurut petugas PMI, ada banyak banget manfaat mendonorkan darah. Kalau bagi saya sendiri sih, setelah donor itu rasanya badan lebih enak, terus jadi lapar banget. Makanya biasanya habis donor darah, kita bakal dapat susu, roti dan juga vitamin penambah darah. Biasanya saya langsung minum susunya dan makan rotinya. Vitamin penambah darahnya nggak di sentuh.

Inilah beberapa manfaat menjadi pendonor darah

1. Menjaga kesehatan jantung

Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

2. Meningkatkan produksi sel darah merah

Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

3. Membantu menurunkan berat badan

Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping. 

4. Mendapatkan kesehatan psikologis

Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar. 

5. Mendeteksi penyakit serius 

Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah “rambu peringatan” yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.

Itulah beberapa manfaat donor darah. Walau banyak manfaatnya, tak semua orang berani lho untuk mendonorkan darah. Apalagi yang takut kalau lihat jarum suntuk, takut lihat darah. Bisa-bisa pingsan nanti sebelum selesai proses mendonorkan darah.

Kalau kamu, pernah punya pengalaman donor darah juga kah?

53 thoughts on “Donor Darah : Prosedur, Persyaratan dan Manfaatnya”

      1. senang sekali mbak bs rutin donor darah. saya punya niat demikian tapi baru ajah dicek kadar Hb, langsung ditolak, disuruh istirahat dan makan yg banyak. huhu. Hb saya selalu rendah

          1. pas ditimbang, udah hampir ragu apakah boleh soalnya kesannya kurus. wkwkw. alhamdulillah lolos. eh tapi batu ajah seneng, Hb rendah. hiks pengen banget loh

  1. Ternyata donor darah itu ada syaratnya ya mbak nanik, dan dalam satu tahun ga boleh lebih dr 5kali. Pengen nyoba donor darah tp semenjak usia masuk kepala 4 aku ga berani liat darah. Liat kecelakaan ajh, ga berani 😩 badan ku langsung lemes kl liat darah. Padahal donor darah itu banyak manfaatnya 😥.

  2. Aku sejak kecil langganan tekanan darah rendah mbak, jadi belum pernah donor darah. Tp koq kepengen juga ya. Apa ada tips2nya untuk orang yang tekanan darah rendah supaya bisa donor?

  3. AKu belum pernah donor darah, Mbak. Pengen, sih, tapi kelihatannya akan selalu ditolak karena darah rendah. Jika sedang terlalu lelah, bisa 100/80. Normal dan terjaga 110/90. Tepatnya saat hamil, karena makan dan tidur terjaga dan dijaga.
    Kalau hari2 biasa gini ya balik 90 atau 100.

  4. Duh, cita-citaku banget ini bisa donor darah. Huhu, tapinya selalu ditollak. Pasti aja ada yang gak sesuai ini itunya. Semoga nanti kesampaian bisa donor darah. Alm bapak, dulu rajin donor darah

      1. Aamiin. Sekarang juga sedang menerapkan gaya hidup dari temen yang rajin donor darah, yang juga dulunya sering ditolak. Dari mulai makanan, minuman, hingga semuanya kudu dijaga.

  5. Pernah punya pengalaman juga Mbak. Dulu karena jadi panitia donor darah di organisasi. Padahal malam sebelumnya cuma tidur 3 jam karena begadang ngerjain tugas. Alhamdulillah masih diperbolehkan setelah dicek kondisi sama petugasnya hihi. Pengalaman pertama.

  6. Wah banyak juga ya manfaatnya ternyata! Soalnya aku belum pernah Mbak 🙈

    Pertama, karena darahku tuh sering rendah banget. Malah bisa dihitung entah berapa hari sekali aku minum vitamin penambah darah

    Nyang kedua, aku takut sama jarum suntik! Wuahahaha.. jadi pas hamil kemarin kalau ada tes darah, aku suka merem dulu biar nggak takut lihat jarumnya 😂😂😂

    But, lihat tulisannya Mbak Nanik, semoga aku ada kesempatan buat ikutan donor darah, meskipun harus merem dulu sebelum lihat jarum suntiknya.

    eh iya, dulu alm bapakku juga jadi tahu penyakitnya gara-gara ditolak buat donor darah. Nah itu juga kadang yg bikin aku takut, karena bakal tahu penyakitnya.

  7. Dulu, saya cungkring banget. Berat badan selalu di bawah 45. Malah kadang-kadang di bawah 40. Saking kurusnya hehehe. Makanya selalu gak bisa donor darah. Suami saya tuh yang lumayan rutin donor

  8. Suamiku rajin sekali mba donor darah, mba. Dan semoga dengan menulis ini, makin banyak yang termotivasi untuk donor darah ya mba

  9. Aku belum pernah nyobain donor darah, padahal kepingin banget soalnya aku darah rendah beberapa kali cek selalu di bawah standar padahal yah itu kata suamiku manfaatnya banyak banget dan di badan lebih segar. Biasanya aku hanya nemenin suami yang rutin donor darah.

  10. Aku juga sekarang uda bisa donor hehehe setelah berat bada 47 kalau dari jaman dulu gak bisa soalnya kurang cuma 45. Kalau aku malah suka penasaran lihatin cara nusuknya trus keluar darahnya dari mana dll

  11. Aku sebenarnya ada niat buat donor darah. Dulu gak bisa karena BB kurang. Tapi aku agak bermasalah sama tekanan darah. Biasanya rendah gitu. Btw, ternyata donor darah kudu ada jaraknya ya. Aku pikir tiap bulan boleh ambil darah

  12. Saya pertama kali donor saat SMA tapi waktu itu pemeriksaan gak ketat, pdhl BB aslinya kurang akhirnya saya pengsan wkwkwk.
    Pas udah ngrasa agak gemukan daftar lagi, eh ternyata BB cuma 40 aja, ditolak deh.
    Trus sampai skrng tensi rendah terus jd udah saya blm jajal lg hehe
    Padahal kan pengen kacang ijonya #eh 😁

  13. Bapakku rutin bgt donorin darah. Menurut beliau kalau rutin donor darah itu malah berasa lebih sehat. Aku sempat bingung sih, kan donor darah tuh darahnya diambil ya, kok malah bisa berasa lebih sehat? Ternyata oh ternyata emang banyak manfaatnya ya.

  14. Saya pernah beberapa kali donor darah walau nggak sering. Tapi terakhir saya ditolak karena tekanan darah kurang. Mungkin karena masuk kerja shift malam jadi badan lemah.

  15. Saya belum pernah donor darah. Selain takut juga kayaknya saya ini orangnya lemesan. Jadi takut tambah lemes kalau donor. Hehehe. Tapi suami saya aktif donor darah. Tiga bulan sekali pasti donor lewat kantornya yang bekerja sama dengan PMI.

  16. Iya memang banyak manfaatnya mba dengan melakukan donor darah secara rutin.
    Tapi aku punya trauma saat menyumbangkan darah untuk kasus emergency. Susternya galaknya minta ampun. Masak gara-gara aku takut, trus kan itu pembuluhku jadi sembunyi ga kelihatan gitu, eh aku dibentak-bentak. Laahh… orang takut bukannya dibujuk malah dimarahin. :))

  17. Toss kita mbak. Aku juga pernah ditolak untuk donor darah, dengan alasan Hb ku rendah. Aku pikir asal ada kemauan bisa aja donor darah, ga taunya banyak juga ya syaratnya.

  18. Aku dulu paling takut buat donor darah. Pas tahun kemaren giliran sudah berani donor darah dan niat banget buat donor malah ditolak dua kali. HB saya kurang dari 12. Semoga tahun ini lolos. Semoga mbak sehat selalu.

  19. Kalau baca postingan ini aku jadi inget yang jarang sekali bisa lolos donor. Susah banget menaikkan tekanan darah dan hb, hiks. Nah, sering lupa kalau pas donor harus tidur cukup sedangkan kalau pas ada DL pasti begadang, wkwkwk

  20. Aku seringnya ditolak mulu kalau donor 😅. Dulu karena badanku kurus banget, sama tekanan darah juga rendah. Pengen deh nyobain lolos donor biar bisa ngerasain manfaatnya

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan ini, ditunggu komentarnya. Please... jangan meninggalkan link hidup ya