Hari Pertama Kerja di Era New Normal

5 Juni, secara resmi kami kembali masuk kantor, dengan jam kerja di kantor sama seperti sebelum ada pandemi Covid-19, yaitu dari jam 07.30 sampai  16.00. Sehari sebelumnya, saat menerima pengumuman bahwa 5 Juni sudah diberlakukan jam kerja normal, saya sudah kasih pengertian ke anak-anak bahwa besok saya ngantor lagi sampai sore.

Sounding ke anak-anak ini penting banget, terutama buat Toto, biar dia nggak rewel kalau mau ditinggal kerja. Sudah keenakan hampir 3 bulan ditunggui di rumah terus, ditemani main dari bangun tidur sampai tidur lagi. Nah, kalau tiba-tiba ditinggal seharian tanpa ada pemberitahuan, bisa rewel dia.

Tapi ternyata, malamnya ada perubahan lagi. Hanya 50% karyawan yang boleh masuk kantor, dan 5 Juni saya kebagian masih bekerja dari rumah. Karena ada aturan hanya 50% saja yang boleh masuk kantor, jadi kerjanya pakai model shift, selang seling antara kerja dari kantor dan kerja dari rumah. Teman-teman yang hari ini masuk kantor, akan ngantor lagi pada hari Selasa dan Kamis minggu depan. Sementara saya yang hari ini masih bekerja dari rumah, akan ngantor minggu depan pada hari Senin, Rabu dan Jumat.

Pengaturan kelompoknya juga memperhatikan posisi tempat duduk. Di ruangan saya, hanya ada 2 orang. Teman seruangan saya masuk hari ini, sementara saya masih bekerja dari rumah. Jadi walau seruangan di tempat kerja, kami belum bakal bekerja bersama seruangan dalam waktu dekat ini.

Emang sih, selama hampir 3 bulan ini, walau statusnya work from home, kami masih sering juga beraktivitas di kantor. Hehe… beginilah kalau rumahnya dekat dengan kantor, sewaktu-waktu pengen ngantor tinggal cuss aja. Tapi kan ngantornya suka suka aja jam masuk dan pulangnya. Kadang jam 9 berangkat, jam 12 siang udah pulang.

Selama hampir 3 bulan hanya 1 gerbang aja yang dibuka, jadi keluar masuk area kantor lewat gerbang itu, yaitu gerbang yang biasanya untuk keluar. Karena sudah mulai masuk kerja seperti biasa, jadinya gerbang masuk dan keluar di buka semua, jaraknya sekitar 30 an meter. Nah, tadi pagi banyak pegawai yang salah pintu gerbang, mau masuk kantor dari gerbang keluar, karena di kiranya gerbang masuk masih di tutup.

Protokol Kesehatan di Kantor

Sebelum masuk area kantor, para pegawai di cek dulu suhunya dengan termometer tembak. Setelah di cek, lalu masuk bilik disinfektan. Ada bilik disinfektan untuk motor maupun mobil.

Bilik disinfektan motor
Bilik disinfektan motor
bilik disinfektan
Bilik disinfektan mobil

Untuk pencatatan daftar hadir pegawai ada dua jenis alat presensi yang ada di kantor, yaitu perekaman jari tangan (finger print) dan perekaman wajah. Ada 3 titik untuk melakukan presensi, mengantisipasi terjadinya kerumunan saat pegawai datang/pulang bersamaan. Di dekat alat presensi kini disediakan juga wastafel untuk cuci tangan.

Hari ini juga ada distribusi handsanitizer ke semua unit kerja. Jadi memang ya, karena corona belum pergi, protokol kesehatan tetap harus di jalankan di area kantor. Selama berada di area kantor, harus tetap pakai masker. Di beberapa titik juga di pasang standing banner untuk mengingatkan para pegawai mengenai protocol kesehatan selama bekerja di kantor.

new normal starter kit

Selain hal-hal di atas, ada beberapa pengaturan juga yang dilakukan di kantor saya :

  • Dalam melaksanakan tugasnya semua pegawai tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, dihimbau kepada seluruh pegawai untuk tetap menjaga jarak aman, memakai masker dan rajin mencuci tangan dalam rangka melakukan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid 19;
  • Kepala Unit Kerja mengatur pembagian pekerjaan bagi pegawai yang bekerja di kantor dan pegawai yang bekerja dari rumah serta melakukan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan (pengaturan jarak aman dalam bekerja) di unit kerja masing-masing.
  • Bagi pegawai yang hamil, sakit dan kondisi kesehatannya terganggu diperbolehkan bekerja dari rumah dengan tetap mengajukan ijin kepada atasan langsung
  • Bagi pegawai yang menggunakan transportasi umum ke tempat kerja dan tidak mempunyai alternatif lain maka diperbolehkan untuk bekerja dari rumah dengan mengajukan ijin kepada atasan langsung.

Protokol Kesehatan Pribadi

Dari sisi saya pribadi, tentu saja juga harus menerapkan protokol kesehatan supaya saya tetap aman dari kemungkinan terpapar covid-19. Inilah beberapa hal yang saya lakukan :

  • Memakai masker saat berangkat ke kantor hingga pulang. Berhubung saya di ruangan sendirian, kalau pas di ruangan saya lepas masker.
  • Menjaga kebersihan diri maupun barang-barang yang ada di ruangan saya
  • Nggak pulang saat istirahat siang, biasanya kalau istirahat siang saya pulang, makan dan nengok anak-anak. Tapi demi kebaikan bersama, saya memilih tak pulang. Kalau siang pulang, balik ke kantor mesti ganti kostum lagi. Cucian jadi banyak.
  • Pulang kantor langsung mandi. Ini kebiasaan baru juga. Kalau dulu pulang kantor main dulu sama anak-anak, menjelang maghrib baru mandi.

Semoga keadaan semakin membaik, jadi nggak perlu selang seling lagi masuknya. Bisa 100% ngantor semua dan rutinitas pekerjaan kembali seperti biasa.

64 Comments

  1. Seneng dengar pegawai-pegawai yang hamil diperbolehkan kerja dari rumah. Mereka ini yang paling rentan terinfeksi Corona dan susah dampaknya jika sampai sungguhan terinfeksi.

    • Alhamdulillah aturan begini sangat membantu buat ibu hamil, jangan sampai mereka stress di tempat kerja dan akhirnya mempengaruhi kondisi kandungannya

  2. Sampai sekarang aku masih penasaran gimana rasanya disemprot dengan disinfektan gitu. Kan itu lewat dengan motor ya, trus bajunya apa nggak basah, mba?

    Selamat berkarya di tempat kerja, stay safe yaa

  3. Repot juga ya mbak kalau harus ngantor dengan kondisi seperti itu. Tapi mau nggak mau memang harus dilakukan ya untuk kepentingan bersama, semoga wabah pandemi ini bisa segera berakhir dan dunia kembali beraktifitas seperti sedia kala

  4. Sepertinya banyak kantor yang memang menerapkan hari bekerja secara selang-seling ya. Kak. Ini harus dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di ruangan kantor. Aku pribadi yang rumahnya jauh lebih khawatir mengenai transportasi umum karena biasanya naik commuterline yang berdesak-desakan.

    Wah, punya kantor dekat dari rumah enak dong, ya. Bisa pulang dulu, hihihi … Tapi sekarang memang nggak direkomendasikan, sih. Malah ribet gonta-ganti baju dan cucian jadi bertumpuk. Jadi boros air dan deterjen, kan? Hehehe …

    • Iya, kalau ASN memang ada peraturan dari menpanRB untuk bekerja secara selang seling ini. Nggak tahu kalau yang sektor swasta, apakah ada aturannya juga dari kementerian yang menaunginya

  5. Wah sudah kerja lagi ya, Mbak Nanik.
    Kantor suami saya juga selang seling masuk kerjanya, demi protokol kesehatan.
    Baru tahu kantor mbak Nanik dekat rumah 🙂
    Semoga dengan new normal ini, pandemi segera berlalu ya.

  6. Tetap memberlakukan protokol kesehatan di masa new normal ini memang tetap penting, semua untuk menjaga kesehatan kita bersama. Dengan sistem kerja saat ini ruangan kerja jadi serasa milik sendiri ya. hehe…

  7. Bekerja kembali setelah sekian waktu di rumah saja, memang butuh penyesuaikan. Apalagi sekarang ada pembatasan jumlah karyawan juga, untuk menghindari kerumunan. Protokol kesehatan juga tetap dijalankan agar semuanya tetap aman dan terjaga.

    Semoga pandemi ini segera berakhir. Aamiin.

  8. Aku baru mulai 2 Juni kemarin masuk kantor. Tapi kampusku belum ada tuh bilik desinfektan, cuma wajib pakai masker dan tempat cuci tangan portable depan pintu masuk. Itu pun berupa jadwal piket, jadi belum masuk kerja mengajar seperti biasa. Karena kalau mengajar masih online, belum tatap muka dengan mahasiswa. Mungkin sampai akhir semester, mengajarnya online.

    • Ini bilik disinfektan produksi sendiri mbak, kerja sama unit kerja elektronika yang menangani sensornya dan unit kerja teknik permesinan (logam dan las) yang menangani pembuatan biliknya

    • Tangkinya di luar bilik, di samping. Sensor ada di bawah, ada alas untuk lewat. Begitu ada beban di atas alas maka sensor bekerja, airnya nyemprot dari atas. Kalau yang bilik mobil, lain lagi cara kerjanya

  9. Mantap tu mbak, disemprot pake disinfektan. Berasa dingin2nya g ya… Klu itu di terapin di sekolah bisa ga ya…?

  10. Sebagai orang yang kemana-mana menggunakan transportasi umum, aku sangat mengapresiasi nih kebijakan di tempat kerja Mbak Nanik bahwa mereka diperbolehkan bekerja dari rumah. Riskan loh, aku pun dag dig dug karena harus naik commuterline. Kebayang gimana mau jaga jarak karena biasanya aja kaki cuma menapak sebelah saking penuhnya.

    InsyaAllah, jika semua menjaga integritas dan komitmen untuk tetap bekerja dari mana saja berada, pekerjaan akan bisa tertangani dengan baik ya, Mbak.

  11. Jadi degdegkan nih gimana saya nanti. Harusnya hari ini sih yaaa mulai kerja. Tapi blm ada pengumuman lg. Tetap jaga kesehatan ya mbaa. Mudah-mudahan Allah selalu melindungi.

  12. Selamaat beraktivitas kembali mba. Semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Amiiin. Suami saya mulai pekan depan juga akan berkantor kembali. Semoga New Normal ini bisa dijalani dengan sebaik-baiknya.

  13. Peralatannya lengkap sangat. Semakin nyaman dalam bekerja. Eh tapi ada informasi, bilik disinfektan, justru bagian atasnya menimbulkan atau menampung kuman. Karena.banyak uap air yang tersimpan di sana.

  14. New normal masuk kantor dengan kondisi baru ya mbk, alhamdulillah pihak kantor sangat kooperatif, menjaga semua pegawainya dengan protokol kesehatan yang bagus.
    Sehat selalu ya mbkkk

    • Menjalani new normal dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan protokoler kesehatan pribadi dan lingkungan sekitar, termasuk tempat kerja

  15. Amin, semoga semakin membaik ya. Dan selamat buat yang sudah kembali bekerja. Semoga aman dan sehat selalu dan pandemi berlalu

  16. Alhamdulillah, anak-anak mengerti ya mbak seteh diberi pengertian, kantor juga sigap banget dan tertib prosedur kesehatannya..salut deh..

  17. Alhamdulillah ya Mbak kantornya menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ini juga pasti berpengaruh pada kedisiplinan pada pegawai terhadap diri mereka sendiri. Semoga semuanya tetap sehat ya, Mbak. Dan semoga keadaan lekas membaik.

  18. Di kanorku juga mulai WFO, Mak. Cuma ya gak semua karyawan bisa disiplin gitu. Masker aja masih ada yg gak mau pakai. Pakai sih tapi dicentelin aja di kuping. Syukurnya di ruanganku semua termasuk disiplin bermasker dan jaga jarak juga

  19. Selamat bekerja lagi mbak, semoga sehat selalu ya… Semoga pandemi ini juga bisa segera berakhir…

  20. Karena pandemi ini benar2 nggak bisa dipredikdi kapan berakhir, memang ini sudah waktunya kita berdamai dengan keadaan ya, mbak. Memulai dengan kebiasaan dan protokol kesehatan yang baru. Mudah2an semua segera membaik

  21. Wah.. Sehat selalu ya mba.. Untunglah ruangan kerjanya sendirian ya mba. Jd bs dilepas maskernya. Sedih jg kalo pake masker terus. Aku yg keluar bentar buat belanja keperluan mingguan aja berasa sesak pake masker.. Heu. Semoga pandemi ini sgr berakhir ya.

  22. Iya mba akupun kmrin dah mulai masuk , waspada Aja deh Dan bner bngt jaga jarak waktu d kendaraan umum pakai semua plindung.. di kantorpun melalui setangkaian pemeriksaan

  23. Kalau saya corona tidak corona tetap full time bekerja seperti biasa. Mengenakan masker juga sudah bagian dari habit di perusahaan sejak dulu kala. Yang beda hanya pada pengukuran suhu yang standbye dilakukan security. Kalau dulu tidak ada.

  24. Setelah tahu protokol kebersihan yang ada di luaran sana, aku jadi gak pengen keluar rumah.
    Sudahlah…dirumahaja itu sudah yang terbaik dan paling aman.

    Suami juga mulai bekerja kembali, teh…tapi memang belum seminggu full.
    Rasanya melepas kepergian suami itu…heeuu~
    **lebbaai gak siih..??

  25. Di Solo juga sudah banyak yang masuk kerja lagi, Mak. Kalau menurutku, new normal ini mestinya dinamai new habit aja lah yaa… Hihi… Soalnya keadaan kan belum normal banget sebenarnya, tapi demi berjalannya roda perekonomian, jadi semua harus bisa menyesuaikan.

  26. Mau tak mau harus mengikuti protokol kesehatan walaupun masuk kerja di kantor ya kak. Wah new normal pun sudah menghampiri kita semua

  27. repot repot sedep ya mbak ngantor sesudah berlakunya new normal,
    but its better than di rumah aja juga, sementara yang lain keluyuran tanpa prosedur,
    kadang suka mikir, ini berakhirnya kapan ya? anak anak aja sampe akhir tahun kan, sekolah dari rumah? ckcckckkckkkk

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan ini, ditunggu komentarnya. Please... jangan meninggalkan link hidup ya