Parenting, PengalamanKu

Kala Para Emak Menjadi Duta

Emak menjadi duta? Duta apaan?

Yang pasti bukan Duta Sheila on 7.

Jadi duta apaan? Duta belanja irit gitukah?

Hahaha…. emang cocok sih, tapi bukan itu. Kali ini para emak jadi duta produk susu. Namanya juga keren : Bunda Mombassador SGM Eksplor.

Bunda Mombassador SGM Eksplor adalah komunitas bunda-bunda SGM Eksplor terpilih. Nah tahun ini ada 92 bunda terpilih diantara sekitar 600 orang yang mendaftar. 92 bunda terpilih ini, dapat undangan ke Jogja untuk berkumpul dan mendapatkan pelatihan dan edukasi. Para bunda ini memiliki misi nutrisi untuk bangsa.  Keren kan?

Selain itu, program ini juga diharapkan bisa memacu para emak untuk dapat mengembangkan socialpreneur dan pemberdayaan bagi para Bunda lain di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Berawal dari perbaikan nutrisi dalam keluarga, menyampaikan ke masyarakat sekitarnya, berkembang ke lingkungan yang lebih besar lagi hingga akhirnya bisa menjadi bunda inspirasi untuk bangsa. Mulia bukan misinya? Karena para emak adalah makhluk mulia, maka mengemban misi yang mulia pula.

Foto bersama usai kunjungan pabrik (Gambar diambil dari FB Bunda Diah Arini)

Kegiatan di jogja, dilaksanakan selama 3 hari. Tapi nggak utuh 3 hari 3 malam sih, karena 3 hari itu sudah dengan perjalanan dari kota asal para Bunda, menuju hotel tempat kegiatan. Para peserta dibagi menjadi dua kelompok dan menginap di hotel yang berbeda. Lokasi hotelnya berdekatan, keduanya di daerah Prawirotaman. Kelompok pertama adalah greenhost boutique hotel, kelompok menginap di hotel Indies. Saya kebagian di hotel Greenhost. Hotel yang  dipakai sebagai salah satu lokasi syuting film AADC2. Dalemannya hotel greenhost, ntar saya buatkan postingan sendiri ya…

Tiga hari yang seru bersama para bunda dari seluruh Indonesia ini, secara singkat, kegiatannya bisa saya rangkumkan dalam tulisan di bawah ini

Pengambilan foto profile

Nyampe hotel, peserta langsung melakukan registrasi. Mengisi form registrasi dan juga kuisioner. Dapat goodie bag berisi 3 kaos, dompet, notebook dan juga kartu peserta.

Selesai registrasi, peserta dipersilakan makan siang. Nah, berhubung saya datangnya sudah menjelang sore, nggak kebagian menu makan siang deh. Alhamdulillah, sama panitia diusahakan bisa dapat nasi kotak. Dan sedih banget, waktu lewat beberapa meja, terlihat beberapa piring yang masih banyak makanan diatasnya, ditinggalkan begitu saja. Entah siapa yang tadi mengambilnya, meinkmati namun tak menghabiskannya. Usai makan siang, saatnya berdandan. Ganti kostum menggunakan kaos untuk hari pertama. Usai ganti kostum, lanjut dengan antri untuk sesi pengambilan foto profile dengan latar belakang yang bagus banget.

Gala dinner

Gala dinner dilakukan 2 kali. Ya iyalah, kan nginapnya dua malam. Malam pertama dilakukan di ruang makan hotel greenhost. Usai makan malam, dilanjutkan dengan perkenalan anggota tim dari SGM. Penjelasan kegiatan selama di Jogja, berikut aturannya. Gala dinner diakhiri dengan sesi foto bersama.

Foto bersama usai gala dinner (Gambar diambil dari FB Bunda Diah Arini)

Dibalik foto keren diatas, ada fotografer yang saling berjibaku dengan mesra untuk mengambil gambar. Ada teriakan para bunda yang menyuruh untuk berhati-hati (naluri emak-emak).

Perjuangan sang fotografer (Gambar diambil dari FB Bunda Diah Arini)

Gala dinner kedua, dilakukan di Rumah makan Sekar Kedhaton. Menikmati sajian dibawah langit malam. Sambil makan ada juga hiburan dari band pengiring.

Rumah makan Sekar Kedhaton (Gambar diambil dari FB Bunda Diah Arini)

Usai makan di lanjutkan dengan beberapa games yang dipandu oleh MC yang sangat kocak. Sepanjang acara, kami berulangkali terbahak sambil memegang perut. Acara diakhiri dengan pengukuhan para bunda sebagai Mombassador

Satu persatu dikukuhkan sebagai Mombassador (Gambar diambil dari FB Bunda Diah Arini)

Foto bersama usai pengukuhan (Gambar diambil dari FB Bunda Diah Arini)

Kunjungan ke pabrik

Hari kedua, kami diajak mengunjungi pabrik kedua SGM yang berada di Kemudo, Klaten, sekitar 20 km di timur Jogja. Pabrik pertama berada di Jl Kusumawardhana, lokasinya di tengah kota.

Pabrik di Kemudo ini mulai beroperasi pada tahun 1998. Luasnya sekitar 15 hektar. Kami di ajak mengelilingi kompleks pabrik, yang seluas 15 ha itu.

Jalan kaki?

Hehehe… nggak lah. Kelilingnya naik bus. Usai berkeliling, kami diberikan penjelasan mengenai sejarah sarihusada. Nah, para bunda bisa tanya-tanya sepuasnya mengenai semua produk sarihusada.

Kami juga diajak melihat proses produksi susu SGM. Tapi, karena produk susu ini sangat ketat dalam hal kebersihannya, maka kami nggak bisa seenaknya masuk-masuk ke ruang produksi. Kami hanya melihat dari luar gedung saja, mengintip dari balik kaca.

Serius menyimak pemaparan dari pemandu (Gambar diambil dari FB Bunda Diah Arini)

Gantian ngintip (Gambar diambil dari FB Bunda Diah Arini)

Outbond

Outbond dilaksanakan di pelataran parkir candi Prambanan. Outbond ini dimaksudkan untuk membentuk team buliding. Bagaimana anggota tim dapat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. Masalah yang diberikan, masih tetap berkaitan dengan produk-produk dari Sarihusada. Jadi bisa nambah pengetahuan sambil bersenang-senang dalam permainan.

Menyusun kubus untuk menguji pengetahuan tentang produk Sarihusada (Gambar di ambil dari FB Bunda Diah Arini)

Usai outbond, para Bunda diminta untuk membuat piramida harapan. Dalam piramida harapan tersebut, para Bunda diminta untuk menuliskan harapannya terhadap kegiatan Mombassador batch 5.

Salah satu harapan bunda, tetap berhubungan sama si kecil (Gambar di ambil dari FB Bunda Diah Arini)

Workshop dan Group discussion

Workshop dan Group discussion dilakukan di hari terakhir. Kegiatan workshop diisi dengan pemaparan materi tentang produk SGM eksplor, media promosi serta pemutaran film tentang perjuangan salah satu Mombassador batch sebelumnya dalam memberikan nutrisi terbaik bagi putranya. Dalam kegiatan ini, kami juga diminta menuliskan apa yang telah kami lakukan untuk memberikan nutrisi terbaik bagi putra-putri kami.

Serius menyimak (gambar diambil dari FB Bunda Diah Arini)

Pada kegiatan group discussion, peserta di bagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberi tugas untuk mendiskusikan dan membuat semacam “proposal” usulan kegiatan yang kira-kira bisa di dukung oleh Sarihusada. Pembuatan “proposal” ini juga dilombakan lho. Jangan bayangkan proposal yang harus mengikuti aturan penulisan yang ribet ya. Proposalnya ini juga harus menarik secara visual.

****

Selain beberapa kegiatan inti diatas, ada satu lagi kegiatan yang kayaknya nggak bakal dilupakan oleh para peserta, yaitu makan siang di rama shinta resto. Makan diluar ruangan dengan latar belakang candi Prambanan.

Usai makan, pastilah tak lupa untuk mengabadikan momen ini. Aneka gaya dan tingkah berfoto dengan latar belakang candi prambanan pun dilakukan oleh para Bunda ini.

 

 

 

8 thoughts on “Kala Para Emak Menjadi Duta

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis