PengalamanKu

Kehabisan Kata-kata

Sore hari, hujan gerimis. Memang lagi masanya musim hujan, hampir tiap hari hujan. Tengah hari mendung dah mulai menggantung, kemana-mana mesti bawa payung.

Biasanya, kalau sore saya bawa anak-anak ke taman. Ngejar-ngejar belalang, menyentuh putri malu, memotong rumput dan bunga-bunga liar. Namun karena klo sore sering hujan, aktivitas ke taman jadi berkurang. Bermain-main aja di dalam rumah. Rupanya anak-anak yang biasa bermain diluar, jadi jenuh juga kalau terus-terusan bermain di dalam rumah. Apalagi rumahnya kecil πŸ™‚

Dan sore itu, babang mengajak ke taman. Saya bilang kalau masih hujan di luar, dan jawaban serta ekspresi seriusnya tak urung membuat saya tertawa

“Lho, gak pa pa” sambil membelalakkan kedua matanya.

“Kan bisa pake payung, ga keujanan, Ma” (Gini deh, efeknya menjelaskan fungsi payung sebagai pelindung kala berjalan ditengah hujan)

Eh, si dedek ikut pula nimbrung

“gak pa pa, Ma. Kan ujannya kecing-kecing” Maksudnya sih hujan rintik-rintik, dan emang pernah mereka saya ajak menerobos hujan rintik-rintik.

Saya jadi ingat jaman kecil dulu, paling senang kalau hujan datang. Bersama teman-teman berlarian di tengah hujan. Yup, mandi hujan menjadi aktivitas yang menyenangkan, gak pedulu setelahnya kena omelan ortu yang khawatir kalau saya jadi sakit gara-gara mandi hujan.

Hmmm… apa salahnya sekarang saya ajak anak-anak merasakan asyiknya mandi hujan? Mumpung suami ga ada, karena klo ada papanya, pasti bakal dilarang keras πŸ™‚ Jadilah sore itu saya turuti permintaan mereka ke taman, tanpa bawa payung. Tapi sebelumnya buat janji dulu, bahwa sekali ini saja boleh, lain kali kalau hujan harus tinggal di dalam rumah.

Senang melihat mereka ceria di tengah rintik hujan, bahkan berteriakmenolak saat saya rasa cukup dan mengajak pulang. Jadilah sampai terdengar adzan maghrib mereka baru mau diajak pulang. Langsung bilas badan mereka dan mengganti dengan pakaian kering.

Alhamdulillah, anak-anak tetap sehat walau diajak berhujan-hujan.

“Besok lagi ya, Ma” si babang mulai merajuk dengan muka memelas.

Hihihi… lupa dia sama janjinya. Tapi mamanya ini nggak lupa

 

26 Comments

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: