Ketika Generasi Baby Boomers Belajar Ngeblog

Generasi baby boomers adalah bayi-bayi yang lahir setelah selesai perang dunia kedua, yaitu tahun 1946 sampai 1965. Disebut dengan baby boomers karena dalam rentang waktu itu terjadi ledakan jumlah bayi yang lahir.

Baby boom secara literal berarti ledakan bayi, ini karena pasca perang dunia ke-2 angka kesuburan manusia dan kelahiran bayi sangat tinggi. Hingga akhirnya pada 1964 pil pengontrol kehamilan diperkenalkan dan populer di dunia hingga mempengaruhi ledakan bayi secara signifikan dan mengakhiri fenomena tersebut.

Nah, hari ini di kantor saya, para generasi baby boomers ini sedang bersemangat untuk belajar ngeblog. Mereka nggak mau kalah dong dengan generasi milenial. Mereka ingin belajar juga memanfaatkan blog untuk menunjang pekerjaan yang berkaitan dengan diklat. Jadi tujuannya membuat blog ini adalah untuk menampung tulisan-tulisan yang berkaitan dengan keilmuan mereka.

Nggak cuma generasi baby boomers lho, pesertanya juga ada yang dari generasi X, kayak saya nih. Bahkan ada juga yang dari generasi milenial. Semuanya bersemangat untuk membuat blog.

Kali ini, platform yang digunakan adalah wordpress. Total ada 18 orang yang belajar bersama. Target hari ini adalah masing-masing peserta memiliki alamat blog dan mampu posting artikel di blog. Alhamdulillah target hari ini bisa tercapai.

Peserta antusias, karena ini adalah hal baru bagi mereka. Walau generasi baby boomers, memang nggak boleh kalah kalau dalam hal penggunaan teknologi, apalagi kini sudah memasuki era revolusi industri 4.0.

Nah, dari pengalaman belajar hari ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengajari generasi baby boomers belajar ngeblog :

  1. Sabar. Iya, fasilitatornya harus sabar mengajari mereka. Pelan-pelan aja menunjukkan langkah-langkahnya.
  2. Ajarkan hal basic saja. Pesertanya kan beragam, ada yang cepet, ada yang lambat. Ada yang maunya advanched, ada yang masih susah dengan masalah internet. Jadi, ya ajarkan yang basic aja, yang advanched nanti dipelajari sambil jalan.
  3. Pastikan koneksi internet bagus. Nggak nyaman kan kalau masih belajar, eh koneksi lelet. Mau klik publish, eh tiba-tiba koneksi terputus. Kalau keseringan begini, bisa “mutung” nih peserta. Emang sih kesimpan di draft, tapi bagi yang belum tahu kan bisa bikin bingung juga.
  4. Buat catatan/bahan penyerta. Jadi kan mereka bisa baca-baca lagi walau sudah nggak ada di dalam kelas
  5. Biar makin semangat, sediakan camilan hehehe…. *eh kalau ini opsional aja

Nah, yang generasi baby boomers aja semangat ngeblog. Kamu, jangan mau kalah dong

 

27 Comments

  1. Saya baru tahu istilah Baby Boomer loh mbak. Hihi.. terima kasih banyak sudah sharing kisahnya. Banyak Nama generasi ya ?

  2. Iya ya Bu Nanik……belajar itu….kata orang Jawa….”Jer basuki mawa bea”.
    Belajar bikin blog…..apalagi di usia yang psikomotoriknya sudah mulai sulit otomatis…..maka perlu jaringan internet yang kuat…..
    Kalau ngandalin yang gratis….kendip-kendip…..jadi perlu beli kuota internet yang ekstra ya……He he he……
    Itu pengalaman diriku lho…..

  3. papaku termasuk yg gampang belajar untuk hal2 bersifat teknologi gini termasuk ttg blog dll… apalagi krn dia juga pengusaha yg mana blog sbnrnya bisa dijadiin utk promosi juga… tp masalah di papa itu ga pinter nulisnya , merangkai katanya ;p… makanya ttp aja minta org lain yg menuliskan…padahal sbnrnya untuk pengoperasiannya papa paham banget 😀

  4. wakil gen baby boomers ngikut komen nih. Lah kalau ketemunya peserta model saya perlu stok sabar sekranjang Jeng Nanik. Diajari 5 kali, kelirunya 7 kali hehe. Terima kasih berbagi ilmu ya Jeng.

Leave a Reply to Nanik Cancel reply