Parenting

Manfaat Bermain Dakon bagi Anak

Jaman saya kecil dulu, seneng banget mengumpulkan biji sawo kecik. Biji sawo ini setelah di cuci bersih, dikeringkan, lalu digunakan untuk bermain. Nama permainannya adalah dakon. Ada yang jaman kecilnya suka bermain dakon juga?

Dakon dimainkan oleh 2 orang. Menggunakan media berupa sebuah papan yang diberi cekungan.  Cekungan kecil berjumlah 14 dan cekungan besar berjumlah 2. Biji dakon berjumlah 98, bisa menggunakan biji sawo kecik, kerikil atau juga cangkang kerang kecil.

Cara memainkannya adalah, di masing-masing cekungan kecil di isi dengan 7 biji dakon. Setiap pemain akan mengambil biji dakon dari salah satu cekungan, lalu mengedarkannya ke cekungan kecil lain beserta 1 cekungan besar miliknya. Jika biji dakon di genggaman tangan telah habis dan berhenti pada cekungan yang ada isinya, maka pemain mengambil biji-biji dakon dari cekungan itu. Lalu kembali mendistribusikan biji dakon. Jika biji dakon dalam genggaman tangan habis dan bertemu dengan cekungan kosong, maka gantian pemain lawan yang akan bermain. Begitu seterusnya sampai biji dakon dalam cekungan kecil habis dan berpindah ke dalam cekungan besar. Pemain yang menang adalah yang berhasil mengumpulkan biji dakon lebih banyak dalam cekungan besarnya.

Bagaimana, asyik bukan bermain dakon. Permainan ini bukan semata-mata pengisi waktu luang lho, karena ternyata banyak manfaat dari bermain dakon, antara lain

Melatih motorik halus

Tangan-tangan mungil anak-anak akan menggenggam biji dakon, lalu bergerak diatas setiap cekungan dan menjatuhkannya satu persatu. Nah, diperlukan koordinasi yang bagus diantara jari jemari dan juga pergerakan lengan, agar biji dakon tepat jatuh ke dalam cekungan dan jumlahnya hanya satu

Belajar berhitung

Setiap anak harus memasukkan 7 biji dakon pada awal permainan. Pada akhir permainan, anak-anak harus menghitung jumlah biji dakon yang diperoleh mereka masing-masing dalam cekungan besar. Jumlah kedua nya harus genap 98. Disinilah anak akan belajar berhitung, dan juga menelusuri apakah ada biji dakon yang hilang.

Belajar bersabar

Karena permainannya dilakukan oleh dua orang secara bergantian, maka anak akan belajar bersabar juga untuk menunggu gilirannya bermain. Bersabar menunggu biji dakon dalam genggaman lawan habis dan berhenti pada cekungan yang kosong

Belajar mengatur strategi

Permainan ini sebenarnya juga melibatkan pengaturan strategi, yaitu menentukan cekungan mana dulu yang harus diambil agar saat biji dakon dalam genggaman habis, selalu bertemu dengan cekungan yang ada isinya. Masalah strategi ini dulu yang membuat saya selalu kalah saat main dakon dengan kakak saya. Dia itu selalu berhenti dan berpikir dulu sebelum mengambil biji dakon saat tiba gilirannya. Sedangkan saya, saaat tiba giliran, pasti mengambil di cekungan yang paling banyak isinya.

Belajar jujur

Nah, ini yang paling penting. Jadi kan kalau tangan sudah terlatih, bisa aja tuh lewat cekungan sambil menjatuhkan dua biji atau bahkan tidak menjatuhkan, lawan nggak bisa lihat karena gerakan tangannya cepat. Nah, disinilah anak-anak diajarkan jujur dan juga sportif. Jujur untuk hanya menaruh satu biji dakon saja di tiap cekungan. Sportif untuk menerima kalau memang dirinya kalah.

Nah, itulah manfaat bermain dakon. Permainan tradisional yang tak hanya bermanfaat untuk mengisi waktu luang, namun banyak pula manfaat lainnya.

Bahkan kini, permainan dakon bisa dimainkan secara online lho. Bisa main dengan sesama orang, bisa juga melawan komputer/sistem. Bagi pengguna andriod, coba aja search di playstore dengan kata kunci dakon, maka bakalan muncul banyak pilihan permainan dakon.

 

Kalau saya sih, masih tetap lebih suka bermain dengan melawan “musuh” yang nyata.

Kamu, masih kenal permainan ini? Mau mengenalkannya untuk anak-anakmu?

40 Comments

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: