Masjid Madani nan Cantik dan Megah

Akhirnya, bisa punya foto obyek dengan efek cermin. Selama ini takjub aja setiap kali lihat foto-foto dengan efek cermin kayak gini. Alhamdulillah berkesempatan untuk jeprat jepret juga waktu di Rokan Hulu. *Pengantar lebay

Menyambung tulisan tentang menara 99, kali ini mau cerita sedikit tentang masjid agung Madani di Pasir pengaraian, kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Masjid kebanggaan warga Rokan Hulu ini mulai dibangun tahun 2008, dan diresmikan penggunaannya pada tahun 2010. Terletak berdekatan dengan kantor pemerintah daerah kabupaten Rokan Hulu. Saya sampai di sana saat menjelang waktu sholat ashar. Jadi, rombongan kami pun memutuskan untuk sholat ashar di sana. Saat mengambil air wudhu, saya dengar beberapa kali kalimat “terimakasih” mirip dengan mesin absensi di kantor saya. Penasaran juga, masa ada mesin kayak gitu di masjid?

Rupanya memang benar, ada mesin presensi finger print di masjid ini. Fungsinya untuk apa ya?

Ternyata, ada kebijakan dari bupati rokanhulu, bahwa para pegawai dilingkungan pemda rokan hulu wajib melaksanakan sholat dhuhur dan ashar secara berjamaah di masjid ini. Kehadirannya dibuktikan dengan presensi sidik jari tadi. Bahkan, seusai sholat ashar, saya juga menyaksikan barisan pegawai yang melakukan apel sore di halaman masjid, sebelum bubar menuju rumah masing-masing.

Berhubung saya orang dari jauh, beberapa rekan saya di sana menghubungi petugas, supaya air mancur yang ada di kolam dihalaman masjid dihidupkan. Agar saya bisa menikmati keindahannya. Sebentar pun tak apa. Terimakasih kepada petugas yang berjaga, akhirnya saya bisa dapat foto ini

Di dalam masjid terdapat hiasan berupa lampu gantung, yang konon beratnya lebih dari satu ton. Indah memang nampaknya. Melengkapi hiasan yang ada di dalam kubah masjid.

 

Hawa di dalam masjid adem, beda sekali dengan hawa di luar yang sangat panas. Usai sholat jadi betah berlama-lama di dalam masjid. Ngadem sebelum melanjutkan kegiatan, melihat-lihat lingkungan sekitar masjid.

Jika lelah dan kehausan setelah berkeliling, jangan khawatir, karena di lantai dasar terdapat sebuah minimarket yang menyediakan aneka macam jajanan.

Saat berada di puncak menara 99, saya pun menyempatkan diri untuk mengambil gambar masjid dari atas. Mempraktikkan ilmu fotografi, yaitu mengambil gambar dengan sudut pandang bird eye. Hasilnya lumayanlah, walau bingkai kaca pembatas ruang puncak menara masih kelihatan. Oh iya, diruang atas ini juga disediakan kursi lho. Bukan kursi untuk duduk, melainkan sebagai pijakan agar jepretan kita makin bagus. Rupanya pihak pengelola sudah mengantisipasi bagi pengunjung yang ingin bernarsis ria.

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis