Mengajari Anak Berbagi lewat Wahana Visi Gunung Ili Lewotolok

Gunung Ili Lewotolok, mungkin tak banyak yang kenal dengan gunung satu ini. Saya pun tak mengenalnya. Saya baru dengar dan baca nama Gunung Ili Lewotolok kemarin, saat menonton acara berita di televisi. Berita itu menyiarkan adanya erupsi gunung Ili Lewotolok, banyak masyarakat yang mengungsi dan membutuhkan bantuan.

Saya pun lalu mengajak anak-anak untuk mencari informasi lebih banyak lagi mengenai gunung Ili Lewotolok ini. Lumayan kan bisa menambah pengetahuan saya dan anak-anak mengenai pengetahuan alam dan juga geografis negara Indonesia ini. Saya pun memancing mereka untuk ikut berdonasi memberikan bantuan pada para pengungsi. Dari acara nonton TV, bisa juga jadi sarana untuk mengajari anak berbagi lewat wahana visi gunung Ili Lewotolok.

Mengenal Gunung Ili Lewotolok

Tak banyak referensi yang saya peroleh mengenai gunung Ili Lewotolok. Informasi yang cukup lengkap saya peroleh dari wikipedia. Saya kutipkan di sini, agar Anda juga bisa memperolah pengetahuan mengenai gunung Ili Lewotolok ini.

Gunung Ili Lewotolok merupakan gunung berapi stratovolcano yang terletak di bagian utara Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara geografi, gunung ini berada pada suatu semenanjung di sisi barat laut pulau.

Puncak gunung ini memiliki kawah besar menyerupai kaldera berbentuk bulan sabit yang disebut warga dengan nama Metong Lamataro. Sebentuk kerucut terbentuk di sisi tenggara Metong Lamataro dan menjadi puncak tertinggi ( kurang lebih 1.423 m) Gunung Lewotolo saat ini. Kerucut tersebut memiliki lubang kawah aktif di puncaknya dengan hembusan uap solfatara di hampir semua bagian kerucut. Solfatara berwarna kuning membara; hablur belerang hasil sublimasi banyak ditemukan di lerang timur, utara, dan selatan dari kerucut baru ini.

Nah, itu lah informasi yang saya peroleh dari wikipedia. Semoga bisa sedikit membantu, bagi kamu yang belum pernah membaca ataupun mendengar mengenai gunung ini.

Erupsi Gunung Ili Lewotolok

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pada Senin, 31 November 2020, Gunung Api Ili Lewotolok kembali mengalami erupsi dengan kolom abu setinggi 700 meter dari puncak.

Sementara itu, dari twitter kementerian ESDM saya peroleh informasi berikut ini : Telah terjadi erupsi G. Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 01 Desember 2020 pukul 07:46 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.500 m di atas puncak (± 2.923 m di atas permukaan laut).

Erupsi gunung Ili Lewotolok
Erupsi gunung Ili Lewotolok (sumber gambar PVMBG)

Ngeri ya lihat asap/abu yang membumbung tinggi itu. Masyarakat yang tinggal di kaki gunung ini, tentu saja harus meninggalkan rumahnya untuk sementara waktu. Yah, mereka mengungsi, menuju daerah yang aman.

Dalam kondisi seperti ini, tentunya yang terpikir adalah keselamatan nyawa mereka. Sehingga menuju pengungsian pun, tak banyak bekal yang mereka bawa. Para pengungsi tentu saja membutuhkan banyak bantuan untuk kelangsungan hidup mereka.

Berbagi lewat Wahana Visi

Pandemi, tentunya tak boleh menyurutkan semangat untuk berbagi. Itu hal yang selalu saya ajarkan pada anak-anak. Berbagi tak hanya di kala berlebihan saja, bahkan saat berkecukupan ataupun kekurangan, berbagi tetap bisa dilakukan.

Walau pandemi, alhamdulillah anak-anak masih bisa makan tiga kali sehari, masih bisa ngemil, masih bisa “santai” di rumah. Bermain dan melakukan aktivitas lain di rumah dengan rasa senang dan nyaman. Berbeda dengan anak-anak yang ada di pengungsian.

Anak-anak di pengungsian, dan juga orang dewasanya, pasti tiap hari merasa was-was. Mereka pasti tak tenang, karena erupsi bisa datang sewaktu-waktu. Bisa saja merusak kampung yang mereka tinggali. Di pengungsian juga mereka makan nggak bisa milih, mengharapkan jatah saja. Jumlah dan variasi menu, mungkin saja terbatas.

wahana visi indonesia
Suasana di pengungsian (sumber gambar : Wahana visi)

Oleh karena itu, untuk mengasah rasa empati anak-anak, saya ajak mereka berdonasi untuk para pengungsi, warga di sekitar gunung Ili Lewotolok. Memang tak banyak yang kami beri, tapi semoga bisa meringankan beban mereka di sana.

Kalau kamu ingin membantu para pengungsi itu, kamu juga bisa lho menyalurkan bantuan lewat wahana misi indonesia, seperti yang telah kami lakukan. Yuk, kita ringankan beban mereka. Karena berbagi tak akan pernah rugi, justru bisa memperkaya hati.

38 comments

  1. Sedih banget :((((
    Jadi kaya butiran debu mau ngeluh bosen dirumah sementara ada yang hidupnya was was sepanjang waktu.

    Bener banget, sedekah ga akan kita bikin kita jatuh miskin.
    Malah jadi rejeki lain yang kebuka ya buat kitaa.

  2. Oooh, jadi kalau mau berdonasi untuk penduduk di sekitar Gunung Lewolotok bisa melalui Wahana VIsi? Iya nih belakangan sering terjadi bencana alam ya. Kasihan mereka yang terkena bencana. Semoga tetap semangat menjalani hidup dan kita yang jauh di sini makin bisa bersyukur dan berbagi aamiin.

  3. MashaAllah mbak, cara mbak untuk mengasah rasa empati anak-anak dengan mengajak anak berdonasi untuk para pengungsi di sekitar gunung Ili Lewotolok ini patut untuk ditiru.. harapan kita semua semoga dengan pemberian ini bisa meringankan beban mereka ya mbak

  4. Hidup di negara yang dikelilingi ring of fire memang harus selalu siaga dengan bencana gunung berapi. Sedih banget tiap ada bencana melihat para pengungsi yang harus bertahan dengan fasilitas seadanya. Jadi memang tugas kita untuk saling berbagi.

  5. sepakat banget mbak, belajar bisa lewat media apa saja yaa, salah satunya dari berita di telivisi, lalu mengajak anak eksplore lebih dalam apa yang menjadi obyek yang akan dibahas, sehingga merkea bisa belajar dari setiap kejadian di lingkungannya. apalagi disertai dengan sosial emosinya. jadi lengkap yang dipelajari ya mbak lahamdulillah

  6. suka berbagi adalah kebiasaan yg baik ya mbak
    karenanya perlu diajarkan pada anak semenjak dini
    btw wahana visi ini programnya selalu menarik ya, klo di sby aq pernah ikutan campaign yg buat kesehatan ibu dan anak

  7. Semoga warga pengungsi Gunung Ili lewotowok baik saja ya. Bs bertahan dan ttp bahagia. Melibatkan anak2 secara aktif dg bukti nyata spt mmg perlu bgt ya mba buat asah empati mrk

  8. Sedih banget ya keadaan pengungsi ini tak tahu kapan keadaan aman dan bisa kembali ke rumah dan hidup normal..semoga donasinya makin banyak terkumpul

  9. Benar banget ya mba. Untuk mengajarkan anak-anak berbagi dan membangun empati akan lebih kuat dayanya bila kita ajak mereka langsung ya. Wahana visi ini perlu banyak didukung ya.

  10. Mengajarkan rasa empati anak yang paling efektif memang adalah dengan melibatkan mereka turun langsung ke lapangan. Melihat mereka yang sedang kesusahan. Semoga empati anak-anak ini bisa terpupuk hingga mereka dewasa ya

  11. Selama pandemi ini aku berdoa tidak ada musibah banjir, gempa, atau gunung meletus. Duh itus erba salah kalau kejadian. Ga nyelamatin diri tapi masuk kerumunan. Semoga ga terjadi apa yang dikhawatirkan ya Maaak

  12. Sedihnya giliran gunung yang jauh dari Pulau Jawa dan Sumatera gaung penggalangan dana terasa kurang greget. Nggak banyak yang bantu padahal sesama penduduk Indonesia. DI televisi juga nggak ada atau mungkin nggak banyak jurnalisnya yang diterbangkan ke sana melihat para warga yang terdampak.

  13. Bagus sekali untuk mengasah rasa empati kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di NTT, terutama wilayah gunung Ili Lewotolok.
    Semoga anak-anak senantiasa mencintai kebaikan.

  14. Waah kujuga baru tau gunung ini, agak jarang dibicarakan sih yaa. Semoga keadaan makin baik para pengungsi sehat dan aman di sana ya..

  15. Oke banget nih Mak untuk mengajarkan empati kepada anak. Semoga dengan media pembelajaran seperti ini, akan timbul juga inisiatif untuk memberikan aksi nyata seperti membantu dalam penggalangan dana bagi mereka yang tertimpa musibah.

  16. Nah sama nih
    Pertamakali dengar nama gunubg Ili Lewotolok karena baca berita erupsinya lalu di WAG kami ada yang share ajakan berdonasi
    Ah ternyata pengetahuan saya tentang Indonesia masih seuprit banget

    Keren mbak, mengajak anak-anak lebih peduli dengan cara berdonasi

  17. Perdana tahu tentang gunung ili lewotolok ini. Bagus banget artikelnya. semoga semakin banyak yang mendapat informasi, semakin banyak juga yang ikut berdonasi ya mbak.

  18. Memang anak-anak harus diajari untuk berbagi sedini mungkin ya , biar bisa merasakan empati kepada saudara , apalagi yang terkena benca seperti di gunung ili lewotolok ini ya., tidak perlu bingung ya kak kalau mau berbagi bisa melalui wahana visi ya

  19. View gunung2 di nusa tenggara menurut saya sangat bagus sekali. Ada gunung rinjani dll… nah, untuk gunung lwotolok baru denger…hehe…saya kan tinggal di Lampung, dan deket juga dengan anak gunung krakatau. Jadi waktu krakatau erupsi beberapa tahun lalu bikin mengungsi, dan bantuan dari sana sini diterima…nah, sama halnya dengan yang mbak ceritakan. Nah, cara mbak juga bagus mengajarkan anak-anak secara kontekstual untuk saling tolong menolong dengan sesama…

  20. Diem-diem menghanyutkan Gunung Ili Lewotolok ini. Semoga yang ditimpa musibah diberikan ketabahan dan semoga kita semua dijauhkan dari segala bencana dan malapetaka, aaamiiin

  21. Saya juga baru tahu lho, ada gunung namanya Ili Lewotolok. Ternyata di NTT ya. Benera kudet saya. Jadi merasa kurang mengenal negeri sendiri, hiks, sedihnya. Semoga pemberitaannya semakin masif agar semakin banyak bantuan yang mengalir.

  22. Ikut prihatin ya dengan bencana gunung meletus di Ili Lewotolok semoga banyak donatur terketuk hatinya dan memberikan bantuan pada pengungsi esuai kebutuhan

  23. Duh, pasti gak nyaman banget ya anak-anak tinggal di pengungsian. Semoga dengan adanya program sponsor anak dari Wahana Visi Indonesia ini anak-anak korban erupsi Gunung Ili Lewotolok, NTT bisa sedikit terbantu yaa

  24. Aku sering bangett lihat anak2 ini berhenti di lampu merah untuk galang dana. Huhu ga tegaa.
    Mereka bener2 butuh bantuan kita ya mba

  25. Rasa empati memang perlu diasah dan ditumbuhkan. Kita perlu memilih media yang tepat. Dan wahana visi anak ini benar-benar sempurna untuk dijadikan media ya Mbak.

  26. Sama mbak, aku juga baru kenal gunung Lewotolok ya pas erupsi kemarin. Nggak mbayangin kondisi pandemi dan kudu mengungsi. Semoga segerah berakhir dan kembali seperti sedia kala ya

  27. Sudah lebih dari sebulan sejak erupsi Gunung Ili Lewotolok. Fakta bahwa saya baru tahu mengenai bencana erupsi ini adalah pertanda saya jarang menyimak berita. Bagaimana kabar para pengungsi ya? Semoga keadaan sudah aman.

  28. Saya baru dengar ttg gunung Ili Lewotolok ini mba, kasihan juga ya anak-anak di pengungsian. Semoga ya kita semua bisa menunjukkan empati kepada mereka dengan berpatisipasi melalui donasi

Leave a Reply to nurhilmiyah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *