Parenting

Mengajarkan Anak Mencintai Alam dengan Bermain di Sawah

Sawah, bagi yang tinggal di perkotaan mungkin sudah jarang menemuinya. Makanya anak-anak kota bakal senang sekali kalau diajak main ke sawah. Terbukti, sering lihat postingan di media sosial, anak-anak yang sedang outing class dan diajak ke sawah wajahnya ceria semua.

Bagi saya yang tinggal di desa, aktivitas ke sawah itu sudah jadi menu keseharian kami. Anak-anak sudah biasa lihat para petani kalau pagi membawa cangkul maupun sabit menuju sawah. Bahkan, anak-anak pun terbiasa main di sawah.

Mengajak anak ke sawah, merupakan salah satu cara untuk mengajarkan mereka agar mencintai alam. Di sawah, mereka tak hanya bermain, namun juga belajar. Dan ini lah beberapa aktivitas menarik yang dilakukan anak-anak di sawah.

Belajar keseimbangan

Pembatas di sawah adalah berupa pematang, yang biasanya sempit, hanya cukup untuk berjalan satu orang. Jika musim hujan, pematang ini menjadi becek dan tentu saja licin. Dibutuhkan keseimbangan badan yang bagus saat meniti jalan di pematang sawah, agak tak jatuh terpeleset. Jatuk ke kiri ke areal sawah, bisa merusak tanaman yang masih kecil dan butuh perawatan. Jatuh ke kanan, bisa terperosok ke saluran air. Baju jadi kotor dan basah tentunya.

Kalau musim hujan, pematangnya jadi licin

 

Mengenal aneka tanaman dan hewan

Di sawah banyak sekali tanaman liar yang ikut tumbuh. Aneka rumput, gulma dan juga bunga liar. Banyak pula terdapat serangga, mulai dari belalang, kupu-kupu, capung dan masih banyak lagi. Anak-anak bisa belajar secara langsung mengamati setiap aneka jenis tumbuhan dan aneka binatang tersebut.

Ini bunga apa, Ma?

 

Membantu orang tua saat panen

Saat musim panen, anak-anak seneng banget kalau diajak ke sawah. Mereka senang kala dilibatkan untuk ikut membantu memanen hasil tanaman.

Tentu saja pekerjaan mereka belum sempurna, karena pasti sambil sesekali bercanda. Tapi kami tetap berupaya melibatkan mereka, karena ini adalah proses pembelajaran yang bagus buat mereka

Kakak membantu panen cabe

 

Menikmati santap siang mewah

Usai bermain, lari-larian di pematang ataupun bantu panen, paling nikmat kalau menyantap nasi di sawah. Duduk di gubuk, berteman angin sepoi-sepoi, walau lauknya sederhana, makannya jadi nikmat banget. Usai makan biasanya jadi ngantuk

Nikmatnya makan di gubuk tengah sawah

Mengajak anak ke sawah, membuat anak-anak makin mencintai alam sekitarnya. Kala melihat burung dalam sangkar di rumah tetangga, anak-anak akan mempertanyakan pada saya. Kenapa burung itu tak dilepaskan saja, biar dia bebas mencari makan. Kayak di sawah itu lho, banyak burung terbang mencari makan.

Mengajak ke sawah, sambil bermain, sambil diberikan pelajaran. Bahwa kita hidup di bumi ini tak sendirian. Ada tumbuhan dan hewan yang saling tergantung satu sama lain. Tak boleh ada yang punah, karena kalau ada yang punah, maka keseimbangan alam akan terganggu. Mengajarkan tentang ekosistem dan rantai makanan, lebih mudah saat anak-anak sudah melihat aneka tanaman dan juga hewan di sawah.

Jadi, bermain dan sekaligus belajar di alam terbuka itu memang menyenangkan.

45 Comments

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: