SatriaKu

Mengajarkan Sholat Sejak Dini

“Mama owat” sambil tangannya diulurkan padaku. Menyuruhku untuk bangkit dari duduk, atau jika sedang tiduran, itu isyarat agar aku segera bangun. Begitulah yang dilakukan satria jika mendengar adzan. Adiknya akan ikut-ikutan bilang “mama oyat”.

Peristiwa seperti ini tentu saja tak muncul tiba-tiba.Ada pembelajaran dan pembiasaan terlebih dahulu. Jika sudah terdengar adzan, biasanya saya akan bilang “mama sholat dulu ya…”

Dulu awalnya mereka hanya memandangi, kadang lantas mengangguk, kadang juga menggeleng sebagai tanda tak mau ditinggalkan.

Dulu, jika papanya sedang sholat saya mengajak anak-anak menjauh. Niatnya biar nggak menganggu, soalnya jika tak diajak menjauh, mereka akan mendekat ke tempat sholat, ngajak ci lu ba, narik-narik sarung.

Tapi, mengajak anak-anak menjauh malah dilarang oleh suami. Katanya biarkan saja anak-anak lihat orang tuanya sholat. Biarkan aja kalau mendekat atau tarik-tarik baju, namanya juga anak-anak. Nabi saja pernah sujudnya lama gara-gara cucunya naik ke punggung kala beliau sedang sujud.

Jadilah, anak-anak dibiarkan bersliweran di dekat papa mamanya yang lagi sholat. Awalnya jalan-jalan, kadang lari-larian muteri orang sholat, kadang narik-narik sarung/mukena. Lama-lama mereka mulai ikut-ikutan gerakan sholat. Lama-lama minta digelarin sajadah juga kalau lihat papa mamanya mau sholat.Si abang minta dipakein peci, si adek minta dipakein kerudung. Ikut angkat kedua tangan, ikut diem aja berdiri, ikut nungging karena belum bisa sujud.

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis