Mengenal Jenis-Jenis Bayam




Setelah saya posting resep membuat keripik bayam renyah, banyak pembaca yang heran karena melihat ada daun bayam yang besarnya hingga setelapak tangan orang dewasa. Sementara selama ini, mereka nemunya daun bayam ukurannya kecil. Jadi ya, bayam itu banyak jenisnya, kalau kamu pengen tahu, baca terus tulisan mengenal jenis-jenis bayam ini ya…

Setidaknya ada 4 jenis bayam yang saya temukan di sawah. Ada yang memang sengaja di tanam, ada yang tumbuh sendiri. Entah terbang dari mana benihnya dan mendarat di sawah saya.

Bayam Cabut

Jenis bayam ini yang biasa di bawa oleh tukang sayur, daunnya kecil-kecil, batangnya juga kecil. Biasanya dijual bersama dengan akarnya.

Di beberapa daerah, ada yang menyebutnya bayam sekol. Jenis bayam ini umur tanamnya nggak lama, dalam waktu 20 hari sejak benih di sebar, sudah bisa di panen.

jenis bayam
tanaman bayam cabut

Cara memanennya memang di cabut seakarnya, jadi memang tanaman satu musim saja, sekali panen langsung habis.

Bayam Duri

Bayam duri, ini adalah tanaman yang tak diharapkan kehadirannya. Tanaman penganggu tanaman utama, pertumbuhannya cepat sekali. Jika tak dibersihkan, bisa jadi tumbuhnya lebih lebat dari tanaman utama.

Bayam ini memiliki duri yang sangat banyak, sehingga memang tidak untuk dikonsumsi.

bayam duri
Bayam duri

Di sawah, diantara tanaman jagung, banyak sekali tumbuh bayam duri ini. Memang harus di semprot herbisida secara berkala. Saat menyemprot juga harus hati-hati, agar tanaman utamanya tak ikut mati.

Dari mana asal tanaman ini? Entahlah. Bijinya mungkin kabur terbawa angin. Tak ada niat khusus untuk menanamnya, tapi dia tumbuh begitu saja. Bahkan tanpa di rawat pun, bisa tumbuh subur.

Bayam Kakap

Nah, ini jenis bayam yang kemarin saya buat keripik. Daunnya besar-besar, umurnya lama. Saat memanen tak dicabut seakarnya, melainkan di petik saja batang yang berdaun muda. Nantinya akan tumbuh tunas-tunas baru di sela batangnya. Pohonnya bisa sampai sebesar jempol kaki lho. Makin sering di petik, maka makin banyak cabang yang akan tumbuh.

bayam kakap
Satu pohon saja udah dapat banyak

Biasanya ada batang yang sengaja dibiarkan tumbuh tinggi, nggak dipetik batang daun mudanya. Dibiarkan sampai berbunga dan bunganya mengering. Biji ada di dalam bunga ini, kalau bunganya sudah kering, diambillah bijinya sebagai benih.

Terkadang, biji-biji ini juga terbawa angin, jadilah dia menyebar kemana-mana. Mendarat di tanah lalu tumbuh.

Ada juga yang menyebutnya bayam tahun, karena usianya bisa berbulan bulan masih tetap bisa menghasilkan.

Bayam Merah

Dari namanya, sudah ketahuan kan kalau warna daunnya merah. Bukan hanya daun, bahkan batang dan tangkainya pun berwarna merah.

Bayam merah ini jarang dibudidayakan, jarang ada yang menanam. Jadi wajar kalau jarang juga ditemui di pasar ataupun tukang sayur langganan. Saya malah sering nemui di supermarket.

bayam merah
Seikat bayam merah segar

Rasanya, menurut saya lebih manis dibanding bayam hijau. Tapi banyak orang yang nggak suka dengan bayam merah ini, karena air rebusannya berwarna merah.

***

Nah, itulah jenis-jenis bayam yang saya temukan di sawah. Kalau pembaca, paling sering ketemu bayam apa?

45 Comments

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan ini, ditunggu komentarnya. Please... jangan meninggalkan link hidup ya