Parenting

Menularkan Virus Membaca pada Anak

Habis borong buku, ngajak mampir ke foodcourt. Emaknya disuruh makan, sementara mereka berdua numpang duduk lalu asyik baca buku

Kadang-kadang, saya agak jengkel, ketika anak-anak sudah menghadapi piring masing-masing dan bersiap makan, eh tiba-tiba mereka berdiri dan meninggalkan piringnya. Berjalan menuju rak buku, mengambil buku, lalu kembali duduk menghadap piringnya. Membuka halaman buku, lalu mulai deh ritual makan dengan mata terpaku pada halaman buku. Tangan kanan menyuap, tangan kiri membuka halaman buku. Kalau sudah begini, makannya jadi lambat.

Posisi makan terenak sedunia

Tapi saya coba tepiskan kejengkelan ini. Kan saya juga dulu yang ikut berperan untuk membuat anak-anak gemar membaca. Kalau sekarang mereka merasa makannya jadi lebih nikmat kalau sambil membaca, ya biarkan saja. Justru harusnya saya ini merasa senang karena virus membaca sudah tertanam kuat pada diri anak-anak. Yah, beginilah emak-emak itu. Anak begini salah, anak begitu salah juga hehehe….

Kalau sudah begini, mereka nggak mau diganggu

Sampai sekarang, saya masih sering mendapat pertanyaan, dari para ibu yang kesulitan untuk menyuruh anaknya membaca. Dari beberapa teman yang heran melihat anak-anak begitu asyik kalau sudah membaca, tak tergoda oleh aktivitas lain. Pertanyaan yang intinya sama “Bagaimana membuat anak-anak itu jadi suka membaca, tanpa harus disuruh-suruh?”

Hmm… gimana ya? Saya juga rasanya nggak pernah pakai tips dan trik tertentu, semua mengalir begitu saja. Semua terjadi karena kebiasaan. Iya, kegiatan yang sering kami lakukan bersama, dan akhirnya menjadi kebiasaan sampai sekarang. Kegiatan macam apa itu?

Baiklah, saya mencoba flashback kembali, apa saja yang sudah saya lakukan sehingga anak-anak jadi kecanduan membaca.

  1. Sejak anak-anak masih bayi, saya biasa membacakan buku buat mereka. Biasanya sehabis mereka mandi, atau malam hari sebelum mereka tidur.
  2. Sambil menunggui anak-anak main, biasanya saya pegang buku. Kadang hanya benar-benar di pegang, kadang sambil dibaca. Sambil main itu, kadang mereka meminta saya untuk membaca dengan suara keras, karena ingin tahu buku apa yang saya baca
  3. Sejak anak-anak bisa membaca, kami sering melakukan aktivitas membaca bersama. Saya dengan bacaan saya, babang dengan bacaannya sendiri, kakak juga dengan bukunya sendiri. Kami saling bergantian membaca dengan suara keras. Jadi sedikit-sedikit saya tahu isi buku yang mereka baca, demikian juga sebaliknya.
  4. Kadang babang membawa buku menemui saya, bertanya apakah dia boleh membacakan buku untuk saya. Jika begini, sedapat mungkin saya hentikan aktivitas saya, lalu duduk dan menyimaknya.
  5. Saya selalu berusaha menuruti setiap kali anak-anak mengajak ke toko buku. Saya bebaskan mereka untuk melihat-lihat dan memilih buku yang akan di beli. Walau kadang kalau pas mereka memperlihatkan buku yang dipilihnya, saya langsung pegang dompet erat-erat kala melihat harganya. Iya lho, buku anak itu harganya mahal, mengalahkan novel terbaru yang saya incar. Akhirnya emaknya ini yang mengalah, melirik aja ke arah novel yang diincar, dan duitnya dipakai buat membayar buku anak-anak.
  6. Saya bebaskan mereka memilih majalah yang ingin dibaca, majalah anak-anak tentu saja. Lalu saya yang bayari buat berlangganan majalah anak-anak. (Ya iyalah, kalau bukan saya sebagai orang tuanya, siapa lagi yang harus bayarin??). Sejauh ini, mereka sudah langganan Bobo, National geographic Kid dan Donald.

Nah, sekarang kedua bocah saya sudah mulai menulari adik bungsunya dengan virus ini pula. Kadang-kadang kalau ke toko buku, si Kakak ngambil buku dongeng dan bilang mau bacain buku buat adiknya. Sampai rumah, beneran lho dia baca buku buat adiknya. Si adik berbaring tenang, sementara dia membaca buku dengan suara keras. Walau kadang belum selesai satu cerita, si Kakak sudah menghentikan membaca dengan alasan capek. Lumayanlah, emaknya ini tinggal melanjutkan membaca sedikit saja.

Si kakak sedang membacakan buku untuk adiknya

Si Babang pun sama juga. Sering membacakan buku buat adiknya. Kalau Babang ini lebih ekspresif pada saat membaca dialog dalam buku cerita. Sudah bisa mengubah suaranya pula. Pinter dia menirukan emaknya. Jadi rupanya kegiatan saya membacakan buku waktu mereka masih bayi itu membekas juga di memorinya.

Tinggal lihat beberapa tahun ke depan. Apakah si bayi ini kelak juga bakal gemar membaca seperti kakak dan abangnya. Sekarang si bayi sudah bisa tengkurap, tangannya juga sudah bisa memegang bahkan membalik halaman buku. Walau belum lincah dan kadang harus dapat teriakan dari Babang yang nggak ingin bukunya rusak. Jangankan si bayi, saya pun sering dapat teriakan dari babang. “Jangan di lipat, Ma. Nanti cepat rusak. Pakai pembatas dong!” Hihi kena batunya deh saya.

Sementara babang membaca, si adek malah fokus ngelihatin mamanya

Aku juga sudah mulai suka baca

43 Comments

  • Sera Wicaksono

    Wah hebat bunda bisa menularkan membaca sama semua anaknya, sy jd jleb, hehe.

    Anak sy susah banget disuruh baca, tp kl dipikir2 emang saya jg suka ngantuk kl baca buku #oopss.
    Kadang pengen lho rajin baca, dlu sih lumayan rajin, skr #nutup muka.

    Emang hrs dibiasakan sejak dini ya bun.

    • Nanik

      Faktor U kayaknya pengaruh deh. Untuk anak ketiga ini, baru baca beberapa lembar saya dah ngantuk. Akhirnya malah saya yang tertidur saat bacain buku

  • CatatanRia

    wah pinter-pinter sekali mba pada gemar membaca 😀 sampai bacain buku untuk adeknya pinter deh, harus mulai dari ibunya juga ya suka membaca biar anak juga bisa tertular hehehe kalau saya jarang membaca, setiap bacain buku ke anak saya malah disuruh diem hiks

    • Nanik

      iya, karena anak-anak itu kan peniru ulung, jadi mereka akan mencontoh yang dilakukan orang-orang disekitarnya, terutama kedua orang tuanya

  • Keke Naima

    Saya pun seperti itu, Mbak. Banyak mengenalkan anak-anak dengan buku menggunakan cara memberi contoh daripada memaksa mereka belajar membaca. Anak kan peniru ulung. Biasanya mereka akan menirukan apa yang sudah dilakukan orang tua

  • Artha Amalia

    gemes lihat tingkah si mas danteng yg makan ajah sama baca. bagus sih bacanya, cuma gak bagus dilakukan pas makan. saya juga maunya anam makan ya makan, jangan fokus ke hal lainnya. kok rasanya jadi gak menghargai makanan yg jerih payah ibu memasak. hehe. yah dididik sedari dini biar biasa. jadi pelajaran buat saya nih

  • Erin

    Menanamkan membaca pada anak memang lebih melekat jika orang tuanya memiliki kebiasaan membaca juga, mba. Kalau anakku malah lagi senang berantakin, maklum masih satu tahun Mak. Lagi senang acak2.

    • Nanik

      gpp mbak, yang penting dia udah kenal dengan buku. anak-anak saya waktu umur setahunan juga gitu. Buku-buku diambil semua dari rak, baru dirapikan, eh diambili lagi dan di taruh sembarangan

    • Nanik

      hehe.. mana sekarang udah tahu gesek kartu debit pula. Jadi kalau ditunjukin dompet mamanya kosong, mereka akan berdalih “kan tinggal gesek”

  • Sulis

    Waa..asyik mba..anaknya kutu buku semua…
    Klo aku sebagai orang tua seneng pasti, wong buku itu sumber ilmu .

    Benernya aku ingin juga anakku kayak gitu..tp yang gede, cowok itu masih males2 an klo suruh mbaca. Lebih suka melihat. Anakku yang cewek yang sudah lumayan mba ..

  • shivadevy

    romantis bangeeet mak, si kakak jadi suka bacain buku buat adiknya. Semoga nanti jadi anak-anak cerdas dan kritis karena suka membaca. Bener sih, anakku sering dibacain buku jadi makin banyaaakk nanya ini itu, semoga emaknya juga bantu nyari jawaban wkwkw….

  • rina susanti

    Anak2 d rmh keenakan dibacakan buku sejak kecil sekarang walaupun udah sd tetap minta dibacakan . Klo sama teman2nya baru mau baca sendiri atau buku yg sesuai selera mereka

  • De

    Sejak hamil anak pertama, aku udah koleksi buku cerita anak dan rutin bacain tiap malam sambil elus-elus perut. Sampe dikatain sama mertua “kamu aneh deh mba, anaknya belum lahir kok udah dibacain buku cerita”

    alhamdulillah kegiatan rutin itu terus berlanjut bahkan sampe anak kedua masuk SD. Dan hal ini yang membuat anak-anak hobi baca buku sampe sekarang. Bersyukur banget deh.

  • Eni Martini

    Bagus banget membiasakan sejak dini anak suka buku dan membaca biar dewasa membaca jadi budaya ya, kadang banyak orangtua sayang beli buku bacaan, tapi beli mainan sangat royal…suka sedih saya

    • Nanik

      padahal buku juga bisa dijadiin mainan lho. Anak-anak saya klo lagi bosen baca, bukunya dikeluarkan dari rak, terus disusun jadi bentuk macam-macam.

  • Mugniar

    Masya Allah, sekarang malah kakak-kakak yang mempengaruhi adik bayi untuk senang membaca ya 🙂
    Keren, Mbak tipsnya. Semoga berkah dan bermanfaat buat banyak orang dan bagi Mbak.

  • Yoanna Fayza

    Membaca itu emang menyenangkan, tapi kalau anak2 udah doyan banget buku, dompet emaknya terancam juga, gak bisa lewat toko buku, pasti minta mampir dan banyak yg diminta hahahaa

Leave a Reply to rina susanti Cancel reply

%d bloggers like this: