Ramadhan, Momentum Memulai Konsumsi Berkesadaran dengan Pilihan Asupan Pangan Lebih Sehat

Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Apa yang sudah kamu persiapkan untuk menyambutnya? Kalau saya nggak ada persiapan khusus sih. Adanya resolusi khusus. Yup, di Ramadhan tahun ini saya bertekad untuk menjadikannya momentum memulai konsumsi berkesadaran dengan pilihan asupan pangan lebih sehat.

Setahun menjalani pandemi ini lalu diberlakukannya kebijakan bekerja dari rumah, membuat pola makan saya jadi kacau. Banyak ngemil, aneka gorengan dan juga keripik itu godaan yang sangat berat untuk dilawan. Nungguin anak belajar atau bermain, kok mulut rasanya asem kalau nggak sambil ngemil.

Baca juga : 5 Perubahan Hidupku setelah Bekerja dari Rumah

Apalagi si kakak juga mulai sering turun ke dapur, cari resep-resep sederhana di aplikasi tik tok maupun youtube, lalu mempraktekannya.

Awalnya dia buat porsi kecil, namanya juga kan percobaan. Eh setelah saya ikut mencicipi, kok rasanya enak. Lalu saya pun ikut turun tangan deh, nambah porsi bahannya, jadi banyak lah camilan yang dibikin.

Hasilnya, udah pasti jarum timbangan makin ke kanan. Ya iya lah, makan nasi tiga kali sehari, ngemilnya susah di stop, malas olahraga. Otomatis jadi lemak deh itu asupan makanannya.

Makanya, di bulan Ramadhan ini, saya berniat untuk mengubah pola makan saya. Momentum yang pas banget buat mengendalikan diri. Dan pas banget, 6 April kemarin saya dapat tambahan bekal untuk mewujudkan keinginan mengubah pola makan tersebut. Yup, saya ikut webinar yang diselenggarakan oleh Frisian Flag Indonesia, yang mengambil tema Konsumsi Berkesadaran untuk Pilihan Asupan yang Lebih Sehat dan Lebih Baik, Investasi Kesehatan untuk Masa Depan

webinar frisian flag indonesia

Webinar ini menghadirkan pembicara yang kompeten di bidangnya masing-masing, yaitu :

  1. Dra. Rita Endang., Apt., M.Kes, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM
  2. Seala Septiani, S. Gz, M. Gizi, Nutrisionis
  3. Andrew F. Saputro, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia

Teliti Saat Membeli Makanan dalam Kemasan

Makanan kemasan, sudah menjadi konsumsi sebagian besar masyarakat Indonesia. Camilan, minuman, aneka lauk pauk. Apalagi di masa pandemi gini, pasti deh di dalam kulkasnya ada stok makanan dalam kemasan. Kalau pas belanja gitu, pernah nggak sih membaca detail informasi yang tertulis dalam kemasan?

Kalau saya sih jarang. Kelamaan kalau pas belanja harus baca detail. Jadi ya ambil aja produk yang udah biasa di beli. Paling lihat logo halalnya aja, terus masukin keranjang belanja. Sampai rumah, baru deh kalau sempat saya baca beneran informasi dalam kemasan produk makanan yang saya beli.

Dan setelah mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Frisian Flag Indonesia ini, dan menyimak pemaparan dari bu Rita, baru deh saya sadar bahwa ternyata kebiasaan itu salah. Seharusnya saya baca informasi nilai gizi yang tercantum pada kemasan produk makanan yang di beli.

Emang apa pentingnya sih baca informasi nilai gizi pada kemasan produk makanan?

Ya supaya kita nggak salah beli makanan, supaya kita tahu kandungan nutrisi yang ada di dalam makanan tersebut. Apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak. Apakah mengandung bahan yang memicu alergi pada anggota keluarga kita atau tidak.

Peraturan Pencantuman Label Pangan Olahan

Pencantuman informasi nilai gizi pada kemasan makanan, diatur sesuai dengan Peraturan BPOM no 31 tahun 2018 tentang Label pangan olahan. Dalam pasal 43 peraturan tersebut, diatur bahwa :

  • keterangan kandungan gizi dan/atau non gizi wajib dicantumkan pada label
  • pencantuman dalam bentuk tabel informasi nilai gizi
  • persyaratan dan tata cara pencantuman informasi nilai gizi (ING) sesuai peraturan perundang-undangan, yaitu peraturan BPOM no 22 tahun 2019 tentang ING pada label

Pencantuman ING ini wajib ada pada kemasan pada pangan olahan, kecuali kopi bubuk, teh bubuk/serbuk, teh celup, air minum dalam kemasan, rempah-rempah, herba, bumbu dan kondimen. ING dilarang untuk dicantumkan pada label minuman beralkohol.

Apa saja sih yang harus dicantumkan pada informasi nilai gizi di kemasan produk pangan? Paling tidak ada lima hal yang harus dicantumkan, yaitu :

  1. takaran saji
  2. jumlah sajian per kemasan
  3. jenis dan kandungan zat gizi dan nongizi
  4. persentase AKG
  5. Catatan kaki

Contohnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini

tabel informasi nilai gizi

Pola Makan Berkesadaran (Mindfull Eating)

Makan merupakan sebuah aktivitas yang pastinya kita lakukan setiap hari. Bisa jadi adalah aktivitas yang selalu di tunggu-tunggu di pagi, siang, dan sore/malam hari.

Pernah nggak sih, saat malam menjelang tidur, kamu mengingat-ingat apa saja dan berapa banyak makanan yang di makan hari ini?

Kalau saya sih nggak, jarang banget mengingat dan menghitung-hitung, apalagi jika makan sambil mengerjakan hal lain. Matanya ke arah layar laptop, tangan kanan berpindah-pindah antara megang mouse dan toples camilan. Ada yang sama dengan saya?

Ternyata kebiasaan ini bahaya lho jika dilakukan terus-menerus karena bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak disadari. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran saat makan, penerapan mindful eating.

Mengenal Konsep Mindfull Eating

Mindfull eating adalah konsep kebiasaan makan yang lebih menekankan pada process-oriented (rasanya enak, mengenyangkan, nikmat, cukup) daripada outcome-oriented (kurus, langsing, biar nggak gemuk); atau ada juga yang mendefinisikan sebagai cara makan dengan kesadaran penuh.

Ada beberapa hal yang mendasari pola makanย mindful eating. Ketika menerapkan metode ini, kita akan diajak untuk:

  1. observasi terhadap diri sendiri, lapar atau haus?
  2. menikmati rasa makanan
  3. menghindari multitasking saat makan. Jadi ya fokus sama makanannya, jangan sambil nonton tv, sambil baca buku, sambil main hp.
  4. kenali emosi saat makan, makan karena memang lapar atau makanan itu sebagai pelarian saat stress? Makan karena lapar, atau karena nafsu?

Kebiasaan Makan Bisa Berubah

Waktu mendapat penjelasan tentang mindfull eating ini, saya jadi berpikir, susah deh kayaknya menerapkan mindfull eating ini.

Eh tapi, kayaknya ini karena kebiasaan aja. Saya dulu waktu kecil juga kalau makan di ruang makan, fokus pada makanan. Nggak sambil nonton tv karena memang nggak punya TV. Kalau makan bersama kakak atau adik, juga nggak sambil ngobrol. Semuanya diam menikmati makanan.

Saat jadi anak kost, jaman kuliah, mulai deh kebiasaannya berubah. Makan sama teman-teman kost di ruang tengah. Sambil ngobrol, bahkan kadang juga bercanda. Terus jadi tersedak karena tertawa. Sambil nonton tv dan mengomentari apa yang di tonton.

Saat udah kerja, makan pun sambil di depan komputer. Kadang karena keasyikan membaca yang ada di layar komputer, jarak antar suapan jadi panjang. Waktu makan pun jadi lama.

Setelah punya anak, makannya sambil gendong bayi. Sambil bacain buku. Sambil nemenin anak-anak main. Kalau pas nyuapin makan, dan anak-anak nggak menghabiskan makanannya, maka rasanya sayang kalau dibuang, terus masuk juga deh ke mulut.

Anak-anak pun punya kebiasaan makan sambil membaca. Ambil sepiring nasi dan lauk pauknya. Taruh piringnya di meja, lalu pergi ke rak buku cari bahan bacaan. Lalu mulailah makan sambil membaca.

makan sambil membaca

Yuk Memulai Mindfull Eating

Setelah tahu konsep mindfull eating ini, jadi pengen mengubah kebiasaan makan. Tapi gimana memulainya?

Seala Septiani, memberikan penjelasan bahwa langkah pertama untuk memulai menerapkan mindfull eating adalah memiliki pengetahuan tepat bagaimana kebutuhan makan harian bergizi seimbang. Kementerian kesehatan sudah memberikan pedomannya, yaitu tumpeng gizi seimbang dan isi piringku.

tumpeng gizi seimbang

Langkah yang kedua adalah cermat mempelajari produk yang di beli, yaitu mempelajari informasi pada kemasan dan reputasi produk.

Sebagai konsumen, kita harus lebih cermat membaca informasi pada kemasan produk sebelum memutuskan untuk menjadikannya stok bahan pangan di rumah. Informasi yang harus diketahui adalah :

  • informasi nilai gizi
  • label/klaim produk
  • peruntukan usia
  • cara konsumsi, jumlah konsumsi yang disarankan

Frisian Flag, Pilihan Lebih Sehat bagi Keluarga

Siapa yang suka minum susu?

Kalau Anda suka minum susu, berarti sama dengan saya. Saya pun membiasakan anak-anak untuk minum susu. Karena meminum susu itu banyak manfaatnya.

susu frisian flag

Manfaat Minum Susu

Susu adalah sumber protein tinggi. Susu juga merupakan sumber alami kalsium, yang berperan untuk menjaga kepadatan tulang serta mengurangi resiko peningkatan obesitas dan diabetes.

Susu juga mengandung fosfor, yaitu mineral yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi, metabolisme energi dan protein, perbaikan DNA yang rusak.

Tak hanya rasanya yang enak, tapi susu juga mengandung banyak manfaat bagi tubuh. Manfaat minum susu bisa dilihat digambar berikut

manfaat minum susu

Logo Pilihan Lebih Sehat

Sudah kenal frisian flag kan? ada yang suka meminumnya? Saya pun suka beli frisian flag buat diminum semua anggota keluarga.

Apalagi sekarang, setelah ada logo pilihan lebih sehat dalam kemasannya. Makin yakin untuk memberikan susu ini pada anak-anak setiap hari

pilihan lebih sehat

Logo pilihan lebih sehat ini tidak diperoleh begitu saja, melainkan melalui uji terhadap produknya yang dilakukan oleh BPOM. Jadi BPOM berharap, dengan pencantuman logo pilihan lebih sehat ini, masyarakat dapat lebih mudah dalam memilih pangan olahan didasarkan pada kandungan gizinya.

Penerapan logo pilihan lebih sehat dilakukan secara bertahap didasarkan pada profil gizi pangan olahan. Sampai saat ini telah ditetapkan profil gizi untuk minuman siap konsumsi dan pasta serta mie instan.

Nggak cuma rasanya yang enak dan bermanfaat buat tubuh lho, frisian flag juga memperhatikan kelestarian lingkungan. Jadi kemasan susu frisian flag itu bisa di daur ulang. Saat ini secara bertahap, sudah mengganti sedotan plastik dengan sedotan berbahan kertas.

Jadi mulai sekarang, rajin-rajin cek kemasan makanan/minuman terlebih dahulu ya sebelum memutuskan untuk membelinya.

Ok, sekian sharing dari saya, semoga bermanfaat. Sekarang waktunya menemani si kakak belajar.

susu frisian flag

36 comments

  1. Makan dengan kesadaran tinggi mulai menjadi perhatian konsumsi setiap keluarga, Frisian Flag sebagai produsen makanan berkualitas membantu keluarga mewujudkannya.

  2. Konsep mindfull eating ini masih agak susah diterapkan oleh anak-anak. Anak saya contohnya, mau makan banyak kalau sambil mengerjakan sesuatu. Entah baca buku, liat hp, atau sambil nonton TV acara kesukaannya ๐Ÿ˜€ Kalau fokus sama makanan, ada aja alasan ga abis, atau malah nanti-nanti makannya :)))

    Selamat buat Frisian Flag sudah mendapatkan Logo Pilihan Sehat. Bikin bahagia para pelanggan setia jadi bahagia karena produk yang dikonsumsi sudah teruji aman.

  3. Kalau saya masih terbiasa makan dengan konsep mindfull eating, tapi anggota keluarga lain di rumah makannya pada sambil nyambi, ya sambil nonton tv, ya nyambi ngelihatin hp. Saya lumayan sering ngomel utk hal itu, sebab ga menikmati, makanan hanya lewat aja. Tapi alasan mereka, memanfaatkan waktu dgn sebaik2nya, makan kelar, nonton jg beres. Hadeh.
    Senang membaca kepedulian Frisian Flag terhadap pilihan sehat terhadap produk yang dikonsumsi. Mengajak konsumen cerdas.

  4. Mindfull eating ini bukan cuma patut diajarkan pada anak, tapi juga kita sebagai orang tua harus lebih dulu menanamkan konsep ini ya mba. Hehehe. Kan anak belajar dari orang tuanya. Aku suka full cream Frisian Flag yg rasa coconut milk. Sekali beli bisa sampai 5 kotak isi 800 ml itu untuk 10 hari.

  5. Sebetulnya sejak dini memang anak tidak disarankan untuk makan sambil melakukan aktivitas lain. Supaya mengenal rasa dan konsep kenyang. Kalau udha terbiasa sejak kecil, rasanya ketika besar kebiasaan ini gak begitu sulit diterapkan, ya

  6. Makan dengan kesadaran tinggi nih sepertinya masih susah diterapkan apalgi buat anak2, mereka makan kalau ga disambi main game ga cepet habis wah jadi peer nih

  7. Semenjak pandemi konsep fokus makan buat keluarga jadi agak berubah. Tadinya kami seperti itu, makan ya makan sambil berbincang ringan. Namun sekarang karena lebih banyak melakukan kegiatan dari rumah jadi kadang makan pun disambi hal lain. Mmm, kayaknya perlu diterapkan kembali ini makan fokus ini. Terima kasih mbak, sudah diingatkan kembali.

    Kalau susu yang satu ini kami suka sekali apalagi rasa yang baru itu rasa kelapanya, Mmm enak

  8. Wah keren, kakak udah mulai eksperimen masakan

    tulis di blog dong mbak Nanik sekalian channel YouTubenya, insyaallah saya subscrbe

    Nggak mudah mengajak anak untuk makan makanan sehat

    Jadi mungkin influencer harus dari mereka/anak2 juga

  9. Jadi dapat wawasan, emosi kita itu kalau makan karena apa, sehingga bisa ditelaah lebih lanjut walau sih sepertinya sering karena lapar hihi. Makanya penting mindfull nya diperbaiki juga ya

  10. susu frisian flag kandungan banyak salah satunya mengandung sumber alami kalsium sehingga anak-anak suka karena susu frisian flag full cream. yuk … ajak keluarga untuk hidup dehat

  11. Wah. Dapat pengetahuan baru nih. MINDFUL EATING.

    Dan ini bener banget. Konsep dan pemikiran mengenai makan dan makanan itu sendiri harus mulai lebih dominan pada nilai gizi dan kualitasnya. Bukan hanya masalah harus makan dan kenyang. Tentu saja sejalan dengan visi 4 sehat 5 sempurna.

    Apalagi nanti selama Ramadhan ya Mbak. Mumpung tubuh kita dalam periode “perbaikan”, menerapkan MINDFUL EEATING tentunya akan bisa melahirkan hasil yang lebih maksimal.

  12. Mindfull Eating sepertinya mirip dengan cara-cara yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W. Makan sebelum lapar, dan berhenti sebelum kenyang. Keren tulisan di atas, thanks kak sudah mengingatkan..

  13. Anakku punya kebiasaan baru, makan sambil main hp. Wes to, aku ngedumel bukan main. Soalnya makannya kan jadi nggak fokus, menguyahnya juga jadi tidak beraturan.

  14. Wahh, materinya mantab banget ini mbaaa
    Well noted, langkah pertama untuk memulai menerapkan mindfull eating adalah memiliki pengetahuan tepat bagaimana kebutuhan makan harian bergizi seimbang.

    kudu ikuti pedomannya, yaitu tumpeng gizi seimbang dan isi piringku ya

  15. Mindfull eating, wah aku baru ngeh nih. Iya ya, kebanyakan orang maunya tetap bisa makan enak, banyak eh hahah tapi langsing. Gimana ini yach wkwkwkkwkw ๐Ÿ™‚ Siap2 belanja makanan dan minuman buat sahur dan berbuka nih. Baca label pada kemasan itu harus ya, kadang terlewat saking terburu2 belanja. TFS.

  16. Setuju.. saatnya tubuh rehat dari makanan dan minuman yang menghambat kesehatan tubuh ya.. seharusnya ramadhan jadi lebih aware sama makanan dan minuman yang masuk kedalam tubuh

  17. Kalo ngemil aku memang hobi nih. Akhirnya harus teliti dong ya kandungan apa yang ada di dalam cemilan yang dimakan. Untuk saat ini cukup tau diri, ngemilnya yang ‘semoga sehat’. Kalo yang mengandung susu atau susu beneran, nah aku juga suka nih. Pokoknya cemilannya berusaha cari yang sehat deh.

  18. Ramadan gak hanya jadi momen untuk membersihkan hati dan pikiran, ya. Asupan juga bisa dibiasakan memilih yang lebih sehat. Supaya puasanya menjadi semakin lancar

  19. Jadi ingat dulu kita diajak makan snack secara mindful, ini juga setuju banget ya lebih fokus pada rasa makanan dan menikmatinya lebih baik. Aku suka makan disambi baca buku atau drakor hihihi berdosa

  20. Sekarang ini klo pilih makanan nggak boleh sembarangan ya mbak
    nggak sekadar enak saja, tapi juga perlu pilih yang sehat
    cek juga label pada kemasan makanan

  21. Bener Ramadan itu nggak hanya kita makan enak aja tapi harus juga makan yang sehat dan bergizi supaya kita bisa menjaga stamina tubuh kita apalagi saat ini kita harus menjaga kesehatan

  22. Mindfull eating kalau diterapkan bisa bagus banget, khususnya buat org dewasa hehe, tapi kalau anak2 sih terus terang msh aku biarin makan banyak mumpung masa pertumbuhan, tentu aja tetep diperhatikan kalorinya sesuai kebutuham jd gak berlebihan jg ๐Ÿ˜€
    Wah produk Frisian Flag skrng sudah ada pilihan logo pilihan lbh sehatnya ya? AKu jg suka konsumsi susunya mbak khususnya yang plain

  23. Kalo beli makanan kemasan, aku selalu cek nilai gizi dan harus ada logo Pilihan lebih sehat.
    Nah aku sejak kecil udah membiasakan anak-anak kalo makan harus fokus di isi piringnya. Tapi begitu dewasa mereka suka makan sambil lihat hape

  24. Wah sekarang Frisian Flag Purefarm dah punya logo pilihan lebih sehat yaaaa.. jadi lebih tenang deh pas mengonsumsi Frisian Flag, favorit aku banget nih yg coconut delight!

  25. Bener banget, kak..
    Aku sering mengingatkan anak-anak untuk makan bersama sambil ngobrol, gak sambil nonton apalagi ke sana-ke mari. Tapi anakku yang pertama ini kinestetik sekali (kalau di rumah).
    Jadi kadang aku biarkan mereka sambil bermain asal bisa makan sendiri dan habis.

  26. Senang tuh kalau ada produk seperti ini yang full cream dan peduli bahkan dari sisi kemasan. Karena tidak semua lo yang memikirkan sampai ke hal tersebut.

  27. Sebelum membeli emang kudu awas kita ya mak jadi tahu takarannya. Teliti lihat labelnya juga.tenyata skrg udah punya konten tambahan lagi pilihan yaaa. Jadi seneng kasih terbaik buat anak

  28. Iya banget, puasa ini kita lebh aware soal gizi ya. Aku juga nih, jadi banyak nyiapin sayur dan susu. Tiap buka dan sahur, susu harus ada. Dan emang kerasa kalo gizi bagus masuk, siang gak lemes. Gak gampang sariawan, dan sakit-sakitan pula. Btw, susunya ini kesukaan anak-anak deh. Sekotak besar aja sehari bisa habis. Dicampur ke cereal makin enak.

  29. Nerapin mindful eating ke anak-anak itu PR banget. Apalagi kalo udah kebiasaan makan sambil nonton TV. Bisa sih ngga sambil nonton, kalo anak-anak bener-bener laper.
    Sementara yang bisa nerapin orang tuanya dulu.

    Sekarang kalo belanja susu kudu lihat kemasannya, ada logo pilihan lebih sehat apa ngga.
    Semua varian frisian flag uht berarti udah ada logo pilihan lebih sehatnya ya mba?

Leave a Reply to April Hamsa | Parenting Blogger keluargahamsa.com Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *