Catatan Kecil Keluarga Nara

Abadikan lewat tulisan agar jadi kisah klasik di masa depan



Secangkir Kopi di Pagi Hari Bikin Semangat Sepanjang Hari

Minum kopi di pagi hari sudah menjadi rutinitas wajib buat suami. Suami sudah pada tingkat kecanduan pada kopi, jadi kalau pagi hari belum minum kopi, maka siangnya pasti mengeluh pusing. Jika sudah begitu, maka harus ada secangkir kopi sebagai penawarnya. Begitu selesai minum kopi, beberapa saat kemudian pusingnya hilang, dan semangat kerja pun kembali membara. Tak makan seharian tak masalah, asal pagi sudah minum kopi.

Mengkhawatirkan? Nggak lah. Lebih bahaya pecandu rokok dibanding pecandu kopi. Lagian kopi kan murah hehehe… Minumnya juga nggak banyak-banyak kok. Asal pagi sudah minum, maka seharian badan fit dan semangat beraktivitas.

Berhubung punya suami pecandu kopi, maka setiap pagi saya punya tugas untuk meracik kopi. Kopi hitam tentu saja, dimana saya harus mengira-ngira sendiri komposisi kopi dan gulanya, agar menghasilkan secangkir kopi dengan rasa yang pas. Perbandingan yang pas di lidah suami adalah 1,5 : 1 antara gula dan kopi. Tapi karena ngukurnya cuma pakai sendok dan ilmu kira-kira, bukan pakai timbangan, jadinya ya kadang pas, kadang terlalu manis, kadang terlalu pahit.Untungnya suami nggak pernah komplain, apapun rasanya tetap diminum tanpa komentar.

(more…)

Waluh Sebesar Bocah, Sayang tak Bisa Mengolah

Waluhnya enak buat dipeluk-peluk

Suatu hari suami pulang dari sawah membawa buah waluh yang sangat besar. Langsung membuat takjub anak-anak karena ukurannya yang besar. Kata suami beratnya sekitar 11 kilo. Si bocah yang antusias langsung cerita tentang halloween, dia mengira labu itu akan dibuat menjadi seperti bentuk labu yang sering di bacanya di majalah.

“Muat ini, Ma kalau” kepalaku dimasukkan. Ayok, Ma buatin labu halloween buat aku”

“Janganlah nak. Ini kan makanan, bukan buat mainan.”

“Emang enak dimakan? Kalau gitu ayo cepat, Ma. Mama masak sekarang”

(more…)

Berkat Traveloka, Kudapatkan Kamar yang Murah dan Nyaman

Pekerjaan saya menuntut saya untuk sering pergi ke luar kota. Jika ada kegiatan di luar kota, urusan hotel biasanya sudah disediakan oleh panitia. Karena memang sumber dananya bukan dari instansi saya, tapi dari instansi pengundang. Jadi sebelum berangkat, saya sudah tahu akan menginap di mana. Tak pernah repot dalam urusan mencari hotel, tinggal terima beres saja.

Suatu saat, di bulan April 2017, saya ditugaskan ke Kediri untuk melakukan survey ke salah satu sekolah binaan. Kali ini sumber pembiayaan dari instansi saya. Jatah waktu survey 3 hari. Otomatis, saya harus mencari sendiri hotel yang akan ditinggali selama di Kediri. Saya minta rekomendasi pihak sekolah, hotel apa yang dekat dengan sekolah dan nyaman suasananya. Saya pun di rekomendasikan untuk menginap di hotel Lotus.

(more…)

Tak Perlu Panik Jika Anak Susah Makan

Okto sedang berusaha makan jagung

Okto, usianya sudah 13 bulan. Dan sampai sekarang belum pernah makan nasi. Nasi lembek atau bahkan dihaluskan tentu saja. Pernah dicoba disuapi, tapi si bocah memuntahkan kembali.

Mulai usia 6 bulan, saya sudah mengenalkan bubur bayi pada Okto. Tentu saja yang instan. Ketahuan emaknya nggak kreatif menyiapkan menu buat si bayi latihan makan. Namun, setiap kali hendak disuapi, kala sendok baru didekatkan ke mulutnya, okto sudah terlihat mual dan mau muntah. Kalaupun dipaksa disuapkan, maka dia akan muntah beneran. Habis deh isi perutnya terkuras keluar semua.

(more…)

Belajar Berbagi dengan Semangkuk Mie

Semangkuk mie instan, lengkap dengan telur dan juga sayuran

Beberapa kali baca linimasa FB, ada beberapa emak yang membuat status nikmatnya menyantap mie instan kala anak-anak sudah tidur. Menyantap mie instan kala sedang sendirian, dan jangan ada yang coba-coba meminta untuk nyicip, kalau nggak ingin kena lemparan sendok. Dan, status seperti ini pun di aminkan oleh beberapa emak yang lain.

Bagaimana dengan saya? Saya termasuk golongan ini. Kala anak-anak sudah tidur, mulai deh nguplek di dapur, dan tak lama kemudian semangkuk mie lengkap dengan telur dan sayuran pun tersaji. Menyantap dengan tenang dan pelan-pelan, menikmati setiap helai mie dan setiap tetes kuahnya sampai habis.

(more…)

Betavila, Si Merah yang Merebut Perhatian

Kami punya anak ke empat, namanya Betavila. Cantik kan ya namanya. Hijau segar warnanya, menyenangkan pandangan deh pokoknya. Kalau sudah mulai berbuah, merah ranum dimana-mana, jadi gemes pengen segera meraihnya. Kalau dia sakit, maka kami pun jadi galau. Kalau dia lemas karena kekurangan nutrisi dan juga akibat cuaca panas, maka kami cepat-cepat mengusahakan nutrisi dan cairan untuknya, biar nggak dehidrasi.

Iya, Betavila itu nama merk salah satu tomat hibrida yang kami tanam di lahan yang kami miliki. Perkiraan dalam usia 70-80 hari sudah menghasilkan, berbuah dan siap di panen.

Untuk menyambut kedatangan Betavila ini, tentu saja kami harus menyiapkan tempat khusus bagi tumbuh kembangnya. Tanah yang diolah membentuk “kedok”, diberikan pupuk kandang diatasnya sebagai salah satu sumber nutrisi untuk pertumbuhan Betavila

(more…)

Berhenti Mempermainkan Perasaan Orang Lain

Beberapa waktu kemarin saya diberi tugas untuk menguji para guru. Bentuk ujiannya tertulis dan praktek. Uji tulis selama 100 menit, sementara untuk uji praktek, atau kami menyebutnya observasi demonstrasi berlangsung selama 4 jam. Ada beberapa tugas yang harus diselesaikan oleh peserta dalam waktu 4 jam tersebut, setiap tugas sudah disertai dengan instruksi kerja, yaitu rincian apa saja yang harus dilakukan dan menjadi faktor dalam penilaian. Dalam satu kelompok, ada 3 – 5 peserta yang bersamaan melaksanakan uji praktek. Saya berkeliling mengawasi pekerjaan mereka, terkadang berdiri di belakang peserta, mengamati apakah yang mereka kerjakan sudah sesuai dengan instruksi kerja yang diberikan.

(more…)

Manfaat Mengajak Anak ke Tempat Kerja

15-17 Oktober kemarin, saya dapat tugas ke Bondowoso. Karena masih di wilayah Jawa Timur dan bisa ditempuh dengan membawa kendaraan sendiri, saya mengusulkan pada suami untuk ikut dan mengajak serta anak-anak. Suami setuju. Lalu saya tawarkan pada anak-anak untuk ikut. Awalnya mereka bimbang antara ikut atau tidak, perjalanan darat kurang lebih 5 jam tentu akan melelahkan. Tapi begitu saya bilang kalau hotelnya ada kolam renang, mereka antusias untuk ikut.

(more…)

Lima Spot Menarik dalam Museum Angkut

Masih membahas tentang isi museum angkut. Sekarang saya mau bahas bagian dalam museum yang punya banyak spot menarik dan membuat anak-anak betah berlama-lama disana

Pecinan

Pecinan, lokasinya di luar ruangan. Iya, di dalam kawasan museum namun diluar ruangan. Di sini kami banyak mengambil gambar, karena memang banyak banget spot menarik untuk berfoto. Si Kakak yang paling sering minta di foto. Bergaya jadi penjual sate, penjual kayu bakar, penjual waluh bahkan juga penjual dandang. Karena kalau ngomongin Cina kan, bayangannya langsung deh “dagangan”. Jadi biar aja si kakak belajar jualan di sini, siapa tahu ntar besarnya jadi juragan

(more…)

Serunya Belajar Di Museum Angkut

Senin kemarin, saya bersama anak-anak pergi ke museum angkut yang terletak di kota Batu. Museum ini sudah ada ada sejak beberapa tahun yang lalu, tapi baru kemarin kami menyempatkan diri ke sana. Sengaja, nunggu anak-anak agak besar, biar nggak rugi bayar mahal hehehe…. Sengaja juga dihari kerja, biar nggak terlalu rame pengunjungnya, jadi bisa puas dan nyaman melihat-lihat. Selain itu juga biar dapat harga lebih murah. Oh iya, untuk tiket masuk, karena di hari kerja, kami dapat harga 70 ribu. Sementara kalau weekend, harganya 100 ribu. Museum angkut buka dari pukul 12.00 sampai 20.00.

Jika ingin masuk ke area museum dengan membawa kamera DSLR, maka ada tambahan biaya. Jika hanya menggunakan kamera handphone tak ada tambahan biaya. Sedikit tips jika ingin ke sana, sediakan ruang yang banyak di kartu memori dan pastikan baterai hp full, karena banyak sekali spot cantik untuk berfoto di dalam museum.

(more…)