PengalamanKu

Putri Malu

Jaman saya kecil, kalau ke sawah paling senang bermain-main dengan tanaman putri malu. Menyentuh daun-daunnya, melihatnya menguncup itu sangat menyenangkan. Di taman kompleks rumah, kebetulan juga ada tanaman putri malu. Maka saya ajak anak-anak untuk menyentuh daun-daunnya. Awalnya mereka segera mundur setelah menyentuh, kaget karena daunnya menguncup. Lama-lama mereka tertawa-tawa setiap kali menyentuh (sebenarnya sih memukul) dedaunan itu. Selesai satu rumpun, pindah ke rumpun yang lain.

Jika semua rumpun sudah ‘tidur’ saya ajak ke rumpun pertama yang disentuh. Kali aja daun-daunnya sudah bangun lagi. Jika masih ‘tidur, saya jelaskan ke anak-anak kalau putrinya masih tidur, masih malu. Saya ajak mereka pindah tempat lain, tapi tak mau. Milih nungguin putrinya bangun 🙂

 

7 Comments

Leave a Reply to uyayan Cancel reply

%d bloggers like this: