Ramadhan Day 5 : Pasar Takjil Tetap Buka di Masa Pandemi Covid-19




Setiap Ramadhan ada pasar dadakan di dekat rumah, pasar takjil. Lokasinya sekitar 100 meter aja dari rumah, disepanjang pinggir jalan depan kantor desa. Penjualnya lumayan banyak, kolak, es buah, es dawet, aneka kue, aneka sayur dan lauk. Bahkan ada juga yang jualan baju. Pengunjung pun banyak, mulai habis ashar sampai menjelang maghrib banyak anak kecil lalu lalang di depan rumah. Berangkat bawa duit, pulang bawa tentengan jajan.

Di masa pandemi covid-19 ini, dimana kita diminta untuk di rumah saja, ternyata masih ada juga yang jualan di pasar takjil. Tadinya saya kira bakal tutup, nggak ada yang jualan. Tapi karena sore-sore saya lihat ada beberapa anak yang lewat bawa tentengan kresek kecil, saya pun jadi penasaran. Lalu kepala pun melongok ke luar pagar, dan terlihatlah deretan pedagang dikejauhan.

Penasarannya bertambah dong pengen tahu suasananya. Lagian udah selesai masak juga. Kan nggak ada salahnya tuh ngabuburit, jalan-jalan sebentar menikmati suasana sambil menunggu waktu berbuka puasa. Nggak akan beli kok, cuma lihat-lihat aja.

Eh, tapi kan nggak boleh keluar rumah kalau nggak ada urusan penting dan mendesak.

Ini penting, bisa buat konten di blog hahaha…. Dasar ya, emak-emak tuh jangan dilawan

Ke Pasar Takjil Demi Konten

Saya pun masuk rumah, ambil masker, handphone dan duit. Pamit sama anak-anak, lalu jalan ke area pasar takjil. Anak-anak sebenarnya pengen ikut, tapi tentu saja saya melarang. Anak-anak nggak boleh keluar rumah. Biarlah emaknya saja yang kena resiko, anak-anak harus tetap aman.

Jumlah penjualnya lebih sedikit dari tahun kemarin. Pembelinya lumayan banyak juga. Ada dua pedagang yang dikerumuni pembeli. Pedagang nasi, sayur dan lauk. Pembelinya ada yang pakai masker, tapi lebih banyak yang tidak.

Saya sih nggak nyalahin yang jualan. Mereka ini biasa jualan makanan di pagi hari, tapi selama bulan puasa, jualannya di sore hari. Walau pendapatan menurun selama bulan puasa, mereka tetap memilih untuk jualan. Kalau nggak jualan, mereka nggak ada pendapatan. Sementara pengeluaran terus ada setiap harinya.

Usai lihat-lihat dan ambil beberapa foto, saya pun pulang. Sebelum pulang, mampir beli kerupuk sama cilok

pasar takjil ramadhan
Mampir jajan cilok

Sampai rumah segera cuci tangan, terus lihat-lihat hasil jepretan kamera handphone. Ternyata kabur semua, jelek hasilnya. Yang jelas cuma foto cilok ini.

Haha… tapi ada bagusnya juga lah foto-fotonya kabur, biar nggak ngiler puasa kok lihatin foto makanan.

Kalau di sekitar rumahmu, ada pasar takjil juga kah ramadhan tahun ini?

25 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *