Ramadhan Day 6 : Mengikuti Physical Distancing, Tetap Meeting Online walau Ruang Kerja Bersebelahan

zoom online meeting

Hari ini saya ke kantor lagi, mau ada kegiatan syuting dan juga rapat koordinasi berkaitan dengan diklat online yang akan di launching tanggal 4, berdekatan dengan momen hari pendidikan nasional. Karena masih di masa pandemi dan nggak boleh kumpul-kumpul, maka kami tetap menerapkan physical distancing saat rapat, yaitu dengan melakukan rapat secara online.

Bagi yang belum tahu, saya kasih pengumuman dulu sedikit ya. Kan saya ini kerja di tempat pelatihan buat guru-guru. Biasanya guru-guru diundang ke Malang, diberi pelatihan selama 2 minggu. Semua biaya ditanggung oleh negara. Transport, biaya pelatihan, penginapan dan makan selama mengikuti pelatihan di Malang, bahkan juga uang saku. Guru tinggal datang bawa baju ganti, disini fokus belajar. Bidang yang kami tangani adalah kejuruan, terutama teknologi. Jadi guru yang datang adalah guru SMK jurusan teknologi rekayasa.

Berhubung tahun ini ada pandemi Covid-19, maka diklat tatap muka yang direncanakan diadakan tahun ini harus di tunda semua. Kini jamannya beralih ke diklat online. Tentu saja tak mudah mengemas paket pelatihan tatap muka ke dalam format online. Alur pembelajaran sampai ke evaluasinya harus harus dikemas menarik, tak hanya berbasis teks, namun juga multimedia.

Jadi beberapa kali kami koordinasi online, dan hari ini karena harus bikin video yang berkaitan dengan peralatan praktik, jadinya ya ke kantor.

Prosedur perlindungan diri sebelum masuk area kantor tetap dijalankan, seperti yang sudah pernah saya tuliskan di postingan sebelumnya. Yang ketinggalan, bisa baca di catatan saya Ramadhan Day 4 ya…

Usai syuting, kami rapat lagi. Tapi walau sama-sama di kantor, karena harus menerapkan physical distancing, rapatnya tetap online. Ada sekitar 40 an orang yang ikut rapat dan memang tempat duduknya berjauhan, bahkan beda gedung. Bayangin sendiri aja ya area kantor yang luasnya mendekati 4 hektar dengan beberapa gedung terpisah.

Kalau 40 orang itu dikumpulkan dalam satu ruang rapat, kan menyalahi aturan untuk saat ini. Nggak boleh berkerumun. Jadinya ya berkerumun online saja. Emang nggak semuanya ada di kantor, ada juga yang ikut meeting online dari rumahnya.

Gini amat ya, satu kantor aja susah mau ketemu. Padahal udah sama-sama di kantor, tapi tak bisa saling menyapa dengan berkunjung ke ruang kerja teman. Menyapanya dari balik layar laptop.

Ya sudah dinikmati saja. Memang kondisinya sedang demikian. Demi kebaikan bersama kami harus memenuhi protokoler yang memang sudah ditetapkan.

Oh iya, kami meetingnya pakai Zoom. Walau banyak beredar informasi kalau zoom tidak aman, saat ini pilihan kami tetap pada zoom. Masih versi yang gratis sih.

Kami sudah pernah coba pakai platform yang lain, webex dari Cisco dan juga google meet. Tapi nggak lancar, padahal kami pakai koneksi yang sama. Kadang terjeda, kadang keputus, jadi nggak nyaman. Akhirnya kembali lagi pakai zoom.

webex online meeting
Meeting online menggunakan webex

Alhamdulillah kerjaan hari ini beres dan menjelang jam 12 udah bisa pulang. Semua persiapan secara teknis sudah matang. Tinggal pengelolaan untuk data peserta.

Semoga saat launching dan juga pelaksanaannya berjalan lancar. Guru tetap bisa mengikuti diklat dan memperoleh sertifikat walau nggak bisa datang ke Malang. Sebagai informasi, seharusnya guru itu memperoleh jatah diklat dua kali dalam setahun, tapi pemerintah belum mampu untuk menyediakannya. Semoga dengan diberlakukannya diklat online, makin banyak jumlah guru yang bisa mengikuti diklat

42 Comments

  1. Hahhaaa..udah ngobrol langsung aja Maaak.
    Btw aku belom pernah nyobain Webex nih.
    Seringnya pake Zoom, lebih aman sih emang yang berbayar kalo emang dibutuhkan.

    Turut mengamini, semoga lancar yaa.

  2. suamiku meeting onlinenya di rumah aja. anak-anak ‘meeting’ sama bu guru dan teman2 sekelasnya juga via online. kalo emaknya malah menghindari ketemuan meeting online dengan komunitas karena riweuh di dapur 😀

  3. Waaah luas banget kantornya. Kebayang kalau harus jalan kaki dari satu gedung ke gedung lain. Wah seru ya ternyata aktivitas diklatnya tetep jalan dan sibuk bikin konten video. Semoga lancar selalu ya, Mbak

  4. Sangat bersyukur sekarang ada banyak pilihan aplikasi online ya mbak. Jadi, memudahkan kita untuk mau meeting ataupun belajar.

  5. Sama mba, aku juga semenjak work from home ini syuting terus di zoom hehehe aku juga ikut pelatihan webinar dan sertifikat nya online, lucu baru kali ini dapet sertifikat online

  6. Mestinya pelatihan online kayak gini ya jangan hanya nonton video singkat terus dapat sertifikat..disiplin juga kantormu ya mbak..

  7. Tetap taat aturan pemerintah walaupun tidak ada yang mengawasi ya Mbak. Salut buat teman-teman kantor Mbak.

  8. Iyaaa untung banget ya mbak saat ini emang kalau mau meeting jadi lebih mudah adanya aplikasi ini

  9. Coba diusulkan pake jitsi meet mba, ga ada limit waktunya. Kalau zoom kan cuma 40 menit untuk yang gratisan. Lancar kok pake jitsi, hanya saja lumayan boros bandwidth. 🙂

  10. Sebagai warga negara yg baik, mengikuti aturan sesuai protokolnya memang lebih baik. Diharapkan wabah pandemi ini segera berakhir. Setelah itu kan kita bisa bebas aktivitas lagi ya… Aamiin..m

  11. Di sadari juga, hikmah dari pandmei ini kita makin dekat dengan teknologi komunikasi yah, kemudian lebih efektif dan efisen serta hemat dikitlah

  12. Jadi serba terbatas kalau mau workshop2 gtu ya mbak, untungnya kok kita berada di zaman teknologi jd bisa ada gantinya walau gak tatap muka, meski emang msh ada kekuranganya di sana sini tapi minimal bisa diatasi dikit problemnya

  13. Ya ampuuuun, sekantor tapi meetingnya tetap di zoom. Hihii. BTW, suami saya tadi sudah mulai ngomong, “Aku kangen ngantor.” Udah mulai kerasa deh dia bosannya kerja dari rumah. Wkwkwk.

  14. Kadang kita harus dipaksa untuk mau bergerak mengikuti perkembangan dunia teknologi. Salah satunya mengadakan diklat online seperti ini. InsyaAllah, program pelatihan bagi teman-teman guru nggak akan tersendat, ya. Semoga dimudahkan dalam proses pengembangan dari offline ke online.

  15. tetap pakai masker walau pakaizoom ya mbak?
    Apa suaranya jelas terdengar.
    Senang baca tulisan mbak Nanik, serasa ikut kesana kesini dibonceng mbak Nanik 😀😀😀

  16. Udah di kantor tapi ngobrolnya tetap via online, lihatnya pun jauh-juahan. Pandemi covid 19 mengubah hampir semua kebiasaan ya. Semoga pada hari Ha lancar, mba. Dan guru-guru yang terkait juga dimudahkan.

  17. WebEx malah belum pernah cobain, zoom juga. Halah … ke mana aja saya, ya. Kalau buat tugas sekolah anak saya, suka dihubungi gurunya via Google duo.

  18. suami saya juga masih kerja meskipun untuk bulan depan mulai berkurang harinya. Pas rapat juga menerapkan hal yang sama, walau satu atap, tetap rapatnya online. Tetap semangat, ya, Mba. Semoga pandemi segera berlalu dan kehidupan kembali normal. Semoga semua sehat-sehat. Aamiin 🙂

  19. Ya ampun satu kantor aja meeting online. Haha.. Eh, kalo online gini enak juga ya jadi gak ada alasan guru gak ikut. Jadi bisa dapet sertifikat semua. Good job mb

  20. Hehe memang aneh rasanya sebelahan tapi saling online haha namanya juga demi profesionalisme ya. Mudah2an segera normal lagi kita, aamiin

  21. Tinggal keselarasan dan kedisiplinan aja nih ya untuk mengikuti diklat online. Kalau taat dan tepat waktu, bisa deh kumpul bareng. Cuma mungkin kondisi saat ini yang menjadikan sedang disibukkan dengan sesuatu juga ya

  22. Untung teknologi sudah maju ya mba. Ga membayangkan gimana jadinya phisical distacing (bener ga ya nulisnya) tanpa teknologi.

  23. wah, yang rapat banyak juga. 40 org lumayan banyak lho. aku juga sering pake Zoom. aplikasi lain suka masalah. Pemakaian internet jadi semakin aktif ya. semoga ga banyak makan quota.

  24. Kantornya benar2 menerapkan pshycal distancing ya mbak sampai sekantor pun meetingnya tetap online hehe btw saya baru tahu nih kalau guru punya jatah ikut diklat 2 kali dalam setahun so dengan adanya diklat online ini juga bisa alternatif ya kalau emang dan pemerintah nggak cukup

  25. ini jd kisah tak terlupa ya. walau sebelahan ruangannya tp gak boleh deket2an dulu. kalau dikerjakan di rumah pasti jg akan berbeda hasilnya, lebih maksimal di kantor meskipun yaaa…gitu lah. akhirnya saya jd tahu apa pekerjaan mbak nanik juga, hehe

  26. ini jd kisah yg bakal terus dikenang. padahal sama2 ke kantor, duduk pun sebelah ruangan tapi gak boleh saling dekat2an. akhirnya rapat via online. tapi gak papa, kan jd lebih maksimal daripada dikerjakan di rumah. lebih konsen kerja.

  27. mbak, aku kok lup ya kantor sampeyan di malang dimananya, kapan itu pas ketemu pernah diaksih tahu ya. btw aku gak pernah meeting online, lha mau meeting ya sama siapa hehhe

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan ini, ditunggu komentarnya. Please... jangan meninggalkan link hidup ya