PengalamanKu

Serba Serbi Ujian bagi Guru

Demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, maka kualitas SDM harus ditingkatkan terlebih dahulu. Salah satu upayanya adalah meningkatkan kualitas para guru. Guru diberikan pelatihan, selesai pelatihan mereka di uji. Jadi jangan dikira kalau sudah jadi guru terus nggak belajar ya… Justru dengan menjadi guru itulah kesempatan terbuka luas untuk terus belajar.

Dua bulan ini saya kembali “ngider” wilayah Jawa Timur, diberi tugas untuk menguji para Guru yang sudah selesai menjalani pelatihan selama kurang lebih 1 tahun lamanya, dalam program keahlian ganda. Program keahlian ganda sendiri adalah program dari pemerintah untuk alih fungsi bagi guru. Jadi, guru-guru normatif dan adaptif di SMK diberi pelatihan supaya bisa menjadi guru produktif.

Guru itu macem-macem juga lho kala ujian, ada yang nervous, ada yang nyantai aja. Nah ini sedikit kisah yang saya temui di lapangan.

1.Guru nge blank karena nervous

Suatu kali ada guru yang dapat tugas untuk melakukan melakukan scanning terhadap dokumen. Selesai melakukan scan, dia bingung mencari filenya. Saya yang berdiri dibelakangnya jadi gemes, karena guru ini sudah beberapa kali bilang kalau kehilangan file.

Guru : “Kalau sudah selesai nye can gini otomatis tersimpan ya, bu?”

Saya : “Iya dong, pak”

Guru : “Tersimpan di mana, bu?”

Saya : “Tersimpan rapat di hatiku” sambil ngeloyor pergi

2. Guru bawa contekan saat ujian

Nah bagian ini yang bikin miris. Saya menemui ada guru yang bawa contekan saat ujian tulis. Mau langsung diambil contekannya terus di “cuci” saat itu juga, ntar mengganggu teman-temannya yang juga sedang serius mengerjakan soal. Jadi untuk guru macam ini, saya tandai orangnya. Saya awasi bener-bener saat ujian praktek. Terus saat sesi wawancara, baru deh saya “cuci”

Saat di “cuci” ini biasanya si oknum hanya menunduk. Kalau sudah gini, muncul deh rasa iba dan merasa bersalah, karena rata-rata usia mereka jauh diatas saya. Kok kesannya nggak sopan gitu. Tapi karena tuntutan profesionalisme dan juga saya memang harus tegas saat ujian, jadi ya saya buang jauh-jauh rasa iba dan bersalah ini.

3. Guru bolak-balik nanya saat ujian

Kala ujian praktek, walau sudah dituliskan instruksinya dengan jelas, masih ada saja yang malas baca.

“Bu, udah selesai. Terus ngapain bu?”

“Baca soalnya, pak!” Nada suara sudah mulai naik.

Ada pula yang coba-coba membujuk.

“Bu, gimana caranya menyelesaikan ini”

“Ini lagi ujian pak, saya nggak boleh ngajari”

“Ayolah bu, saya ini sudah tua, udah nggak bisa mikir”

“Saya tahu jawabannya pak, tapi maaf saya nggak boleh jawab” Nada suara udah mulai naik lagi

 

2 thoughts on “Serba Serbi Ujian bagi Guru

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis