WisataKu

Serunya Belajar Di Museum Angkut

Senin kemarin, saya bersama anak-anak pergi ke museum angkut yang terletak di kota Batu. Museum ini sudah ada ada sejak beberapa tahun yang lalu, tapi baru kemarin kami menyempatkan diri ke sana. Sengaja, nunggu anak-anak agak besar, biar nggak rugi bayar mahal hehehe…. Sengaja juga dihari kerja, biar nggak terlalu rame pengunjungnya, jadi bisa puas dan nyaman melihat-lihat. Selain itu juga biar dapat harga lebih murah. Oh iya, untuk tiket masuk, karena di hari kerja, kami dapat harga 70 ribu. Sementara kalau weekend, harganya 100 ribu. Museum angkut buka dari pukul 12.00 sampai 20.00.

Jika ingin masuk ke area museum dengan membawa kamera DSLR, maka ada tambahan biaya. Jika hanya menggunakan kamera handphone tak ada tambahan biaya. Sedikit tips jika ingin ke sana, sediakan ruang yang banyak di kartu memori dan pastikan baterai hp full, karena banyak sekali spot cantik untuk berfoto di dalam museum.

Kami sampai di sana menjelang jam 13.00. Belum terlalu banyak pengunjung, jadinya bisa leluasa melihat-lihat. Dari luar, museum ini tampak kecil. Tapi setelah menjelajah di dalamnya, ternyata luas juga dan lumayan bikin capek. Kami baru meninggalkan area museum pukul 16.30 an, itupun anak-anak masih belum puas. Tapi karena sudah sore dengan sedikit bujukan, mereka mau juga diajak pulang.

Nah, apa saja yang bisa dipelajari oleh anak-anak di sini?

1. Mereka belajar banyak tentang berbagai macam alat transportasi, mulai dari transportasi darat, laut, maupun udara. Ada banyak jenis kendaraan angkutan darat (pedati, becak, sepeda, sepeda motor, mobil, kereta api) yang bisa mereka lihat. Berbagai jenis kendaraan ini di pajang dengan sangat apik, dengan di lengkapi keterangan yang bisa di baca oleh anak-anak. Kalau Babang rajin membaca setiap keterangan yang di setiap jenis alat transportasi, sementara adiknya rajin berfoto, baik selfie ataupun minta di foto.

Babang lagi asyik membaca keterangan di salah satu alat transportasi

Si kakak bergaya menggunakan telepon koin yang tak ada lagi di jamannya

Jika malas membaca, ada ruang cinema juga di museum ini. jadi kita tinggal duduk manis dan menikmati tayangan tentang sejarah perkembangan alat transportasi di berbagai negara. Sayang, gambar di videonya hitam putih, jadi anak-anak tak betah duduk berlama-lama di dalam cinema.

2. Anak-anak belajar budaya dari berbagai negara, karena perkembangan transportasi yang ada di museum ini bukan hanya yang ada di Indonesia saja. Ada berbagai “kawasan” di dalam museum, diantaranya Pecinan, Amerika, Eropa. Jadi walau cuma di dalam museum, mereka seolah-olah sudah merasakan sampai di luar negeri.

Bergaya di jalanan Amerika

Alhamdulillah sampai di Paris

Bergaya di depan istana Buckingham

3. Anak-anak belajar tentang mata uang negara-negara di dunia, dan mereka menemukan bahwa alat transportasi yang paling canggih itu bernama UANG

Dari tulisan itu, kami lalu jadi diskusi panjang tentang uang dan bagaimana harus mengelola keuangan. Mereka jadi makin paham pentingnya menabung supaya bisa cukup uang untuk bisa bepergian ke tempat-tempat yang mereka inginkan. Mereka juga jadi tahu bentuk mata uang dari berbagai negara di dunia.

Anak-anak mengamati berbagai mata uang dari beberapa negara di salah satu dinding display

4. Anak-anak belajar antri dan menghargai lingkungan sekitarnya. Karena di dalam museum banyak tersedia spot cantik untuk berfoto, sementara jumlah pengunjung juga banyak, tentunya para pengunjung harus bergantian untuk memanfaatkan spot-spot foto tersebut. Dari sini lah anak-anak belajar untuk antri jika ingin mengambil gambar di spot tersebut. Mereka kadang harus berhenti sejenak untuk memberi kesempatan pada pengunjung mengambil foto, atau jika ingin bergegas melintas, tak lupa mengatakan permisi… Mereka juga belajar untuk menghargai apa saja yang ada di dalam museum. Tidak membuang sampah sembarangan dan yang terpenting tidak merusak apapun yang ada didalam museum demi memenuhi hasrat berfoto. pada salah satu spot, kami dapati rerumputan yang rusak karena terinjak-injak oleh pengunjung

Merawat rumput itu susah, namun begitu mudah pengunjung merusaknya

Demikianlah beberapa hal yang bisa dipelajari oleh anak-anak di museum angkut. Nggak rugi lah kami bayar 70 ribu per orang, kami dapat kesenangan sekaligus juga pengetahuan.

14 thoughts on “Serunya Belajar Di Museum Angkut

  1. Salah satu tujuan yang wajib dikunjungi kalau ke Batu nih. Anak2 pasti betah banget diajakin ke sana. Apalagi bisa nambah wawasan jg. Gak cuma buat anak nampaknya, tapi jg buat ortunya TFS šŸ˜€

    1. Alhamdulillah…bisa jadi penghibur buat orang tuanya.
      Emang susah sih, udah ada tulisan “dilarang menginjak rumput” tetep aja kakinya maju

  2. Lihat rumput yang rusak itu jadi ingat taman bunga yang rusak habis karena hasrat pepotoan… T_T.
    Aku suka foto yang di depan istana Buckingham, kelihatannya kayak asli lagi di Inggris gitu… hehehe

  3. Emang lebih cocok buat anak-anak, remaja dan photohunter ya Museum Angkut. Saya kesana mengajak orang tua dan beliau mengeluh capek. Trus bertanya “100rb gini tok?!” ?

    Padal saya dan anak saya sangat suka. Berasa keliling dunia.

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis