LombaKu, PengalamanKu

Handphone yang Pernah Aku Miliki

Saat ini handphone, sudah menjadi barang yang lumrah di bawa setiap orang kemana-mana. Dari anak SD hingga kakek nenek memiliki handphone. Dari para bos hingga tukang sayur, semua punya. Kalau saya malas ke pasar, biasanya saya tinggal kirim wa aja ke pedagang sayur langganan. Nanti agak siang, dia kirim pesanan saya ke rumah. Keberadaan handphone menolong saya dan juga menguntungkan pedagang sayur itu.

Jadi pengen nulis sejarah handphone apa saja yang pernah saya miliki. Sekaligus mengenang bagaimana saya dapat memperoleh handphone itu.

Handphone Pertama, Nokia 6230i

HP ini terbeli di tahun 2006. Sudah setahun saya bekerja. Alhamdulillah bisa menabung sedikit demi sedikit dan terpenuhilah keinginan untuk memiliki  hp yang tidak hanya untuk telpon dan sms saja. Maka dicari-carilah hp yang bentuknya tidak terlalu besar dan fasilitasnya banyak. Dan pilihannya jatuh pada N6230i. Ada kamera, pemutar musik, radio, bisa dijadikan modem. Bentuknya tak terlalu besar, tapi komplit fungsinya. Tak perlu beli kamera lagi, tak perlu beli MP3 player, tak perlu beli radio.

HP ini dibeli di Malang. Tepatnya di sebuah gerai hp di mall Ramayana. Harganya waktu itu dua koma sekian juta. Sudah lupa tepatnya berapa, kuitansi sudah nggak ada. Pada masa itu, menurutku sudah lumayan bagus. Bisa mendukung aktivitasku untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun rekan kerja

Nokia 6230i

 

Handphone kedua, O2 XDA Zink

Handphone ini dikasih pinjam ama kantor, pertengahan 2009. Critanya kantor lagi ada program revitalisasi pengadaan barang. Dan salah satu yang diajukan adalah O2 XDA Zink ini, klo tidak salah waktu itu mengajukan 10 buah. Eh, revitalisasi apaan sih? Hadeuh apa yak? Klo tidak salah sih, itu semacam pengalihan dana APBN yang tidak bisa terserap, semacam itulah.

Bentuknya besar. Beda dengan handphone pertama yang bentuknya ramping. Yang ini besar dan tebal. Tidak banyak yang memiliki handphone jenis ini di pasaran. Jadi kalau bawa handphone ini percaya dirinya naik dikit, soalnya nggak ada kembarannya. Smartphone ini dilengkapi dengan pena stylus yang memudahkan dalam proses mengetik.

O2 XDA ZinK

 

Handphone Ketiga, Blackberry Gemini

Saya memiliki handphone ini awal 2012. Hp ini dibeli (alias dikasih) dari kantor. Berawal dari kebutuhan untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi dalam pekerjaan, maka manajemen membuat kebijakan untuk memberikan BB pada semua pegawainya. Alasannya karena sering banyak diantara kami yang harus keluar kota, sementara harus tetap tetap terhubung kala dikantor ada masalah yang segera butuh penyelesaian.

Dengan adanya fasilitas BBM, maka satu pesan dapat dibroadcast ke semua anggota, dan kami dapat berdiskusi secara langsung. Dananya? Nggak usah ikut mikir lah, yang pasti manajemen sudah mengalokasikan sekian juta rupiah untuk membeli BB ini. Urusan pulsa jadi tanggungan yang di kasih. Masa udah dikasih BB mau minta tunjangan pulsa juga. Modal dikit dong!

Handphone Keempat, Alcatel One Touch

Kala pesona BB sudah mulai surut dan pesona android sedang mulai bersinar, maka saya pun berkeinginan untuk memiliki hp android. Setelah menimang-nimang dan berselancar di web, maka pilihanpun jatuh pada Alcatel One Touch. Spesifikasinya lumayan tinggi, dengan harga yang terjangkau. Saya memiliki handphone ini awal 2015.

Sampai sekarang saya masih menggunakan hp ini untuk keperluan komunikasi sehari-hari. Mengingat begitu pesatnya perkembangan di dunia gadget, 2 tahun sudah terhitung lama untuk tak berganti hp. Rasanya saya masih sayang untuk mengganti hp ini dengan hp keluaran terbaru. Menurut saya, hp ini masih memiliki performa yang bagus dalam menunjang kebutuhan saya dalam berkomunikasi maupun bersenang-senang.

Alcatel One Touch Flash saat baru dikeluarkan dari kardusnya

Handphone Kelima, Xiaomi Red Mi 4

Handphone kelima ini menggunakan android juga sebagai sistem operasinya. Hp ini (lagi-lagi) dikasih dari kantor. Saya memperolehnya pertengahan tahun 2017 ini. Kala itu sedang ada diklat pembuatan aplikasi berbasis android, sehingga membutuhkan hp android sebagai sarana prakteknya. Usai pelatihan, tentu saja hp ini tidak terpakai lagi. daripada dianggurin dan jadi rusak, jadilah digunakan saja oleh karyawan.

***

Itulah lima handphone yang pernah saya miliki. Selain handphone, saya juga pernah membeli tablet yang digunakan oleh anak-anak sebagai sarana bermain dan belajar. Kedua tablet tersebut di beli awal tahun 2015. Kebetulan juga saya sering bertugas keluar kota. Jadi keberadaan tablet tersebut juga mendukung untuk berkomunikasi dengan anak-anak kala saya sedang diluar kota.

Dengan meniru gambar di tablet, anak-anak menyusun lego

Anak-anak juga sudah mulai mengenal youtube, tentu saja mereka mengakses youtube saat saya ada di dekatnya. Channel yang mereka sukai adalah channelnya seleb youtube anak-anak, Keira and Charma serta Azka Khairani. Gara-gara keseringan nonton kedua channel ini, barang-barang di rumah ada yang jadi cepet habis. Sabun mandi cair, shampo, cairan pencuci piring, minyak kayu putih, tepung terigu, dan lem adalah beberapa barang yang jadi cepet habis. Mereka bereksperimen untuk membuat slime. Selama kegiatannya positif, saya biarkan saja. Yang penting tahu tanggung jawabnya, usai bermain dan membuat adonan slime, semua peralatan harus dicuci bersih.

Pastinya ada pro kontra soal pemberian gadget ke anak-anak. Yang pro dan kontra tak usah saling mencari pembenaran, lakukan dan jalani saja keyakinan masing-masing. Seperti halnya sebuah pisau, bisa bermanfaat, bisa juga melukai. Terserah pilihan masing-masing mau menggunakan atau menyimpannya.

Si Bungsu sudah mulai belajar mengenal hp

 

12 thoughts on “Handphone yang Pernah Aku Miliki

  1. Saya baru punya HP saat menikah, dan jujur saja HP zaman dulu lebih awet ketimbang HP zaman sekarang…dari body juga beda banget..walaupun sekarang sudah jauh lebih canggih ya…

  2. HP nokianya bikin nostalgia, kangen gitu di masa2 sekolah dulu..he
    Meskipun terlihat sederhana, tapi tetap teringat kenangannya..he

    Dan asiknya beberapa kali terlempar tapi tetap awet HP nya..

  3. Wah wah, jadi inget hape milik saya nih. Saya pertama kali pake Erikson T10. Lalu Nokia 2210. Terus Sony Erikson. Siemens, Nokia, Samsung, Asus, dan sekarang Xiaomi. Heheheh…

  4. Pengen nostalgia juga mba..
    Hp pertamaku ericson gh 688..tahun 2001..trus ganti Gf 688.. lungsuran kakakku semua…

    Dulu bisa sms sma miscallan 3 detik aja senengnya luar biasa

  5. Saya lupa hp pertama saya, haha… Rasanya 3310 atau apa ya itu. Memang nggak banyak gonta ganti hp sih. Nggak pernah punya BB juga karena lebih tertarik android sih waktu itu, apalagi android pas udah bisa BBM-an, Mba enak banget sih hpnya dapet subsidi kantor, haha… BB pula.

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis