• #15HariNgeblogFF

    Jadilah Milikku, Mau?

    Menulis surat cinta? Huh, makasih dah! Aku tuh bukan tipe lelaki yang bisa nggombal. Merangkai kata-kata indah. Bikin rayuan dengan kalimat muter-muter padahal intinya cuma mau bilang sayang. Menyebut segala macam nama bunga hanya untuk bilang cantik. Aku terbiasa ngomong langsung, apa adanya. Kalau suka, kubilang suka. Kalau tak mau, aku bilang tak mau. Kalau cantik, kubilang cantik. Kalau memang muka jerawatan, kubilang kasih obat. Aku bisa ngomong ceplas-ceplos ke siapapun. Bahkan pada orang yang baru ku kenal sekalipun. Tanpa malu, tanpa rikuh, tanpa perasaan tak enak. Tapi tidak kalau dihadapan dia. Dia, gadis itu. Tinggi semampai. Hitam manis kulitnya. Jika tersenyum tampak lekukan menghiasi sudut bibirnya, lesung pipit yang…

  • #15HariNgeblogFF

    Dag Dig Dug

    “Sebentar lagi aku sampai” membaca tulisan dilayar hp membuat dadaku berdegup makin kencang. Tanganpun bergetar. Sebentar lagi dia sampai. Sebentar lagi kami akan bertemu. Bergegas aku ganti baju, mematut diri didepan cermin. Eh, kenapa aku jadi salah tingkah begini. Dag dig dug. Menghela nafas panjang untuk menenangkan diri sebelum melangkah meninggalkan kamar kostku. Aku berjalan menuju terminal, sambil bersenandung, untuk mengusir rasa gelisah. Mengusir rasa penasaran. Mengusir grogi karena akan bertemu dengannya. Dag dig dug. Dua tahun menjalin hubungan tanpa pernah bertemu. Saling berbincang, bercanda, melepas rindu hanya dari balik layar. Layar monitor dan layar hp. Dan kini kami akan bertemu untuk pertama kalinya. Dag dig dug. Detak jantung semakin…

  • #15HariNgeblogFF

    Halo, Siapa Namamu?

    Deringan hp membuyarkan keasyikanku menekuni novel dihadapanku. Nomor tak dikenal. Biasanya aku malas mengangkat telpon dari nomor-nomor asing, tapi kali ini entah kenapa aku ingin menjawab telponnya. Hening beberapa saat setelah kutekan tombol hijau di keypad hpku. Tak ada suara, akupun tak berinisiatif untuk mengucap halo, karena bukan aku yang hendak memulai pembicaraan. “Halo, siapa ini?” suara seorang wanita menyapa dari seberang sana. “Lho, tadi anda mau telpon siapa?” kujadi heran, dia yang telpon tapi kok masih nanya siapa aku. “Namamu siapa?” kembali suara diseberang menjawab. “Mbak, baiknya anda perkenalkan diri dulu. Mbak yang menghubungi saya dan saya tak merasa kenal nomor dan juga suara mbak” aku masih mencoba bersikap…