• Teknologi

    Transportasi Aman dan Nyaman, Perjalanan pun jadi Menyenangkan

    2004, kabar mengejutkan itu datang. Bapak dari lelaki yang kini menjadi suami saya meninggal. Waktu itu kami belum saling mengenal. Lelaki itu merantau ke Malang, sementara asalnya dari Bengkulu. Menjadi pegawai kecil, tak memungkinkan lelaki itu pulang ke Bengkulu naik pesawat, nggak kuat bayar tiketnya yang mahal. Pilihannya adalah naik bus. Malang-Bengkulu, ditempuh dengan naik bus. Perjalanan 3 hari 2 malam tentu sangat melelahkan. Apalagi bus juga penuh, jadi walau terpaksa, berdiri pun di jalani. Karena kalau menunggu bus selanjutnya, harus menunggu sehari lagi. Sampai Bengkulu, tentu saja Bapaknya sudah dimakamkan, tak mungkin menunggu kehadiran dirinya sampai berhari-hari. Kejadian itulah yang lantas membuat lelaki itu bertekad untuk menjadi orang kaya.…