Oktoku, Parenting

Tak Perlu Panik Jika Anak Susah Makan

Okto sedang berusaha makan jagung

Okto, usianya sudah 13 bulan. Dan sampai sekarang belum pernah makan nasi. Nasi lembek atau bahkan dihaluskan tentu saja. Pernah dicoba disuapi, tapi si bocah memuntahkan kembali.

Mulai usia 6 bulan, saya sudah mengenalkan bubur bayi pada Okto. Tentu saja yang instan. Ketahuan emaknya nggak kreatif menyiapkan menu buat si bayi latihan makan. Namun, setiap kali hendak disuapi, kala sendok baru didekatkan ke mulutnya, okto sudah terlihat mual dan mau muntah. Kalaupun dipaksa disuapkan, maka dia akan muntah beneran. Habis deh isi perutnya terkuras keluar semua.

Karena kasihan melihatnya yang terus muntah kala hendak disuapi, maka saya pun menghentikan percobaan memberikan bubur bayi pada Okto. Jadi asupannya susu aja. Kadang saya campurkan bubur pada susu di botolnya, namun seakan tahu (mungkin rasanya jadi beda) Okto nampak ogah-ogahan meminumnya.

Menjelang usianya 8 bulan, saya mulai lagi program pemberian makanan untuk Okto. Saya coba berikan bubur berbagai rasa. Hasilnya? untuk rasa pisang dan kacang hijau, dia menolak. Pasti muntah kalau dipaksakan. Dia mau makan kalau disuapi bubur rasa beras merah saja. Jadi sehari 2 kali, disuapilah si bocah dengan bubur ini.

Suatu hari, saat usianya sekitar 10 bulan, Okto diajak ke rumah tetangga. Disana ditawari bubur sumsum, eh Okto lahap sekali makan bubur itu. Sejak saat itulah, menu makannya berubah. Okto tiap hari dikasih bubur dari tepung beras, dengan tambahan sedikit gula merah.

Kini, setiap kali melihat orang makan, Okto akan menjulurkan tangannya. Seolah hendak mengatakan “aku juga mau dong”. Tahu tempe goreng sudah pernah dia cicipi. Jeruk, pisang, salak, tomat sudah dia coba. Dan semua lancar masuk perut kecilnya. Alhamdulillah tidak ada masalah dengan BAB nya. Susu masih terus dia konsumsi. Disuapi macam-macam bubur pun dia lahap makannya. Cuma untuk nasi, memang dia masih menolak.

Jadi, memang semua itu akan ada masanya. Tak perlu panik menghadapi setiap kondisi anak. Ada kalanya dia malas makan, maka jangan di paksa. Ada kalanya dia sebentar-sebentar minta makan, ya di kasih aja. Tentu saja dengan tetap mengamati dan mempertimbangkan kondisi kesehatannya.Selama kondisi susah makan dan banyak makan ini tidak mengganggu keceriaan dan kesehatannya, tak perlu panik.

Nggak perlu pula baper dengan omongan tetangga. “Sudah umur 1 tahun kok nggak dikasih makan nasi?” Anak saya dengan anak situ kan beda, beda juga perlakuannya dong. Karena setiap anak kan perkembangannya memang beda, jadi tak bisa disamaratakan. Usia segini harus bisa ini. Usia sekian harus sudah bisa itu. Karena setiap anak itu unik.

Akan ada masanya anak susah makan.

Akan tiba pula saatnya anak doyan makan.

Tak perlu mengeluh

Tak Perlu panik

Nikmati saja masa-masa itu

 

Camilannya buah tomat

16 thoughts on “Tak Perlu Panik Jika Anak Susah Makan

  1. Hallo mbak, salam kenal.
    Anak saya dulu juga terkenal GTM. Jarang mau makan nasi, maunya roti, jagung, sumber karbo lain. Dan harus variatif juga sodorin menunya.
    Tapi lambat laun, anakku udah mau makan apa aja kok. Hihihi. Emang bener ya, kalo ada masanya. Jadi ngga perlu khawatir ?

    1. Salam kenal kembali. terimakasih sudah berkunjung. Biasanya khawatirnya kalau anak pertama, karena masih belajar, kalau anak kedua dan seterusnya lebih santai hehe…

  2. Hi Okto…idem dg mas Tengahnya budhe. Sampai tamat SD jarang maem nasi. Menunya roti tawar, jagung, pisang kepok rebus, kentang dll. Sekarang ikut jejak Jeng Naniek glidig bagian coding programming.
    Keponakan juga idem, kalau Okto nyemil tomat dia menu makannya apel. Salam buat Okto kakak Nayla dan Satria Babang

    1. hehe iya, yang punya anak saya, kok mereka yang sibuk komentar. Ya, ditanggapi positif aja, itu artinya mereka perhatian sama kita

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis