PengalamanKu

Tiga Keteledoran Ibu dalam Pekerjaan Rumah Tangga

Bagi para ibu, yang mengurus sendiri pekerjaan rumahnya, masih disambi mengasuh anak, mungkin pernah mengalami atau melakukan keteledoran-keteledoran dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Bisa jadi karena kecapekan, lalu ikut tertidur pas menidurkan anaknya. Bisa jadi lupa karena keasyikan menemani anaknya bermain. Keteledoran itu bisa saja akhirnya membuat tersenyum. Bisa juga membuat jengkel pada diri sendiri. Atau bisa juga membahayakan keamanan dan keselamatan diri.

Saya pun pernah melakukan keteledoran-keteledoran dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Untungnya sampai sejauh ini, belum pernah sampai membahayakan keselamatan. Semua masih bisa ditangani, walau dengan terburu-buru. Walau kadang juga disertai rasa panik dan juga was-was.

Berikut ini adalah tiga keteledoran yang masih “sering” saya lakukan.

Pertama : Memanasi sayur hingga gosong

Kasus ini biasanya terjadi malam usai maghrib atau pagi hari sehabis subuh. Kadang jika memasak sayur bersantan, saya memang sengaja memasak dalam jumlah agak banyak. Tujuannya sekalian memasak, jadi besok-besok tinggal di panasi saja supaya tidak basi. Biasanya kejadian gosong ini kalau malam karena saya ketiduran saat menemani saat menidurkan sikecil. Mendadak terbangun karena ingat tadi menghidupkan kompor. Namun sudah terlambat. Panci sudah menghitam. Atau kadang saya dibangunkan oleh anak sulung, karena kompor masih menyala. Tapi seringnya sudah terlambat juga, karena panci sudah gosong.

Keteledoran begini bukan saya saja yang melakukan, suami juga kadang melakukannya. Jadi kalau terlihat saya repot dengan anak-anak, atau saya nggak sempat memanasi karena harus ke kantor lebih pagi, maka suami akan berinisiatif untuk memanasi sayur. Setelah kompor dihidupkan, biasanya ditinggal menonton televisi atau bermain dengan anak-anak atau mencuci mobil. Keasyikan mengerjakan pekerjaan lain di halaman, terus baru sadar setelah ada bau gosong menyebar. Buru-buru lari ke dapur, namun sayang sayurnya sudah tak bisa diselamatkan. Sayuran telah mengering, menyisakan warna hitam dipanci.

Untuk mencuci panci yang sudah gosong ini pastinya susah ya, harus menggosok keras-keras. Itu sih dulu. Kalau sekarang, saya sudah tahu tipsnya. Yaitu pancinya digunakan untuk merebus air, masukkan juga sedikit minyak goreng dan air jeruk nipis. Tunggu beberapa saat sampai air mendidih. Setelah itu, tinggal dicuci. Nggak perlu menggosok kuat-kuat, karena kerak gosongnya udah luntur saat dipakai mendidihkan air dengan campuran minyak goreng dan air jeruk nipis tadi.

Kedua : Mengalirkan air ke mesin cuci sampai luber

Mencuci. Pekerjaan yang lumayan berat juga. Untungnya sudah ada mesin cuci, jadi tak terlalu terasa berat lagi. Cukup alirkan air, kasih sabun, putar tombol di mesin cuci, tunggu beberapa saat maka cucian tinggal membilas saja. Kalau aliran air deras, biasanya saya tunggui sampai air mencukupi untuk mencuci. Kalau pas aliran air kecil, biasanya saya tinggal mengerjakan pekerjaan lain di depan. Menyapu rumah, menunggu tukang sayur lewat, atau bermain dengan anak-anak.

Setelah lama, baru saya ingat kalau tadi hendak mencuci. Buru-buru lari ke belakang. Dan air tampak luber, trdengar air mengalir disaluran pembuangan, entah sudah berapa lama. Untungnya ya, air di mesin cuci itu ada ambang batasnya. Kalau sudah lewat ambang batas, otomatis lari ke saluran pembuangan. Coba kalau nggak ada, pasti lantai rumah saya bakal sering kebanjiran.

Ketiga : Memindah posisi saklar ke “Cook” saat menanak nasi

Pekerjaan ketiga ini dikerjakan hampir tiap hari. Tapi nggak tiap hari juga sih melakukan keteledoran. Saya akan lupa “ceklek” saklar ke posisi cook biasanya saat terburu-buru memasak, karena bangun kesiangan atau karena harus berangkat ke kantor lebih pagi. Sial kan, saat sedang terburu-buru malah akhirnya sering lupa prosedurnya.

Biasanya yang komplain anak-anak. Saat mereka mau makan, kok masih berupa beras di magic jar. Saya nya udah nggak di rumah. Jadi minta maaf dan membujuk mereka untuk bersabar menunggu sekitar satu jam lagi kalau mau makan.

***

Itulah tiga keteledoran yang sering saya lakukan dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Kalau kamu pernah mengalami juga? Atau ada keteledoran lain yang dilakukan? Share ya di kolom komentar

16 thoughts on “Tiga Keteledoran Ibu dalam Pekerjaan Rumah Tangga

  1. Samaaa…
    Aku paling serinh gosong. Klo nggak gitu pas rebus air, lupa… Jadinya air menyusut banyak plus boros gas.

    Nyolokin magic com pernah juga..dah pede semua mateng.. dah nyuruh semua untuk makan..giliran mbuka magic com..masih beras?

    1. Iya, kadang habis matiin kompor setelah tragedi gosong itu, terus pikirannya masih jelek aja. Udah kebayang kalau telat dikit aja, bisa jadi ada kebakaran

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis