Parenting

Tips Mengatasi Sibling Rivalry pada Kakak Adik yang Usianya Berdekatan

Pagi ini kembali si kakak mendorong adiknya hingga jatuh terduduk dan menangis. Si kakak  ingin meminta mainan yang dipegang adiknya, namun tidak dikasih. Lantas direbutlah mainan itu dan si adik di dorong. Entah kenapa, dari kemarin si kakak hobby banget merebut mainan adiknya. Padahal biasanya, dia selalu mengajak adiknya untuk bertukar mainan. Memberikan mainan yang sedang dipegangnya pada adiknya lalu meminta mainan yang dipegang adiknya, jika dia merasa lebih tertarik pada mainan yang dipegang adiknya. Wah, pasti ada sesuatu yang tak beres, demikian saya menduga.

Jika saya bela si adik dengan membantunya bangun lantas menggendongnya, maka si kakak segera meletakkan mainan yang direbutnya tadi, lantas mengangkat kedua tangannya minta di gendong juga. Wah, mana kuat gendong dua anak. Saya bujuk si kakak agar bergantian aja gendongnya, nunggu si adik diam dan tenang dulu. Eh, malah si kakak yang nangis (atau pura-pura nangis) sambil menghentakkan kakinya di lantai. Maka di mulailah episode perebutan mama. Perebutan perhatian. Sibling rivalry.

Kejadian itu dulu sering saya alami. Memiliki dua anak yang jarak usianya hanya satu tahun, tentu saja mereka jadi tampak seperti sebaya. Si kakak masih ingin perhatian dari mamanya, tak ingin perhatian mama teralih pada adiknya. Sementara si adik pun tak ingin ada yang menyaingi kasih sayang mama pada dirinya.

Rebutan remote, gambar dari shutterstock

***

Sibling rivalry adalah kompetisi diantara saudara kandung untuk mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya. Sibling rivalry bisa berwujud kecemburuan, persaingan dan juga pertengkaran.

Biasanya, sibling rivalry terjadi karena anak merasa perhatian orang tua padanya berkurang, sementara perhatian pada saudaranya berlebih. Kebanyakan orang tua, akan membela dan melindungi anak yang lebih kecil dan mungkin akan berkata “kakak kan udah gede, jadi…..”. Anak yang lebih besar dapat beranggapan bahwa dirinyalah yang disalahkan, dirinya yang harus mengalah, dirinya yang harus mengerti. Padahal belum tentu anak yang lebih besar yang salah.

Kakak dan adik, jika berdekatan sering bertengkar, jika berjauhan saling mencari. Diperlukan perhatian lebih dari orang tua saat anak-anaknya bertengkar. Mendamaikan mereka, mencari tahu penyebab pertengkaran atau siapa yang memulai pertengkaran. Memberi hukuman (jika di perlukan) pada pihak yang bersalah untuk memberikan efek jera. Mengajarkan untuk meminta maaf pada anak yang bersalah, mengajarkan memberi maaf pada anak yang berada di pihak yang benar.

Awalnya main bersama, lama-lama bisa rebutan

Pertengkaran pada anak bisa memberikan efek negatif sekaligus efek positif jika orang tua mampu mengelola secara baik. Efek negatif bisa berupa perasaan kesal dan dikucilkan pada si anak, jika orang tua terus menyalahkan dirinya dan membela saudaranya. Efek positif bisa berupa kemampuan anak untuk mengelola emosi dan menangani konflik, jika orang tua dapat mendamaikan kedua anak yang bertengkar, mengajak mereka berdiskusi serta menawarkan solusi terbaik bagi mereka berdua. Maka anak-anak akan belajar untuk mengatasi perbedaan diantara mereka.

***

Persaingan dan pertengakaran itu hal yang biasa. Namun kita dapat meminimalisir hal ini. Bukankah akan lebih nyaman jika kita pulang kerja mendapati anak-anak rukun bermain bersama, dibanding mendapati mereka bertengkar, saling mengadu bahkan menangis?

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengatasi sibling rivalry diantara anak-anak :

  1. Tidak membandingkan satu anak dengan lainnya. Hal ini tentu saja susah, apalagi jika emosi kita sedang naik karena beban pekerjaan di kantor maupun di rumah. Sebaiknya tinggalkan semua beban pekerjaan di kantor, jangan di bawa ke rumah. Di rumah adalah waktunya untuk keluarga.
  2. Mengajari anak-anak untuk saling bekerja sama. Hal ini tentu harus diajarkan sedari mereka kecil
  3. Memastikan bahwa setiap anak mendapatkan perhatian dan waktu kebersamaan yang cukup dari kedua orang tuanya
  4. Jangan langsung ikut campur tangan jika melihat ada tanda-tanda pertengkaran pada anak. Biarkan anak belajar menangani sendiri konflik diantara mereka. Anak-anak mudah bertengkar dan mudah pula untuk berdamai kembali.
  5. Dalam mendamaikan anak-anak yang terlibat konflik, jangan langsung menuduh dan menyalahkan salah satu anak.
  6. Kesabaran dan contoh perilaku positif sehari-hari dari orang tua adalah pendidikan terbaik untuk mengatasi sibling rivalry. Karena anak-anak adalah peniru ulung, dan orang pertama yang ditiru adalah kedua orang tuanya

Kalau akur gini, mamanya juga seneng

55 Comments

  • srisekartadji

    pas banget bun, saya lagi cari solusi sibling ini. Awalnya main bareng, ujung ujungnya berantem nih, kakak sama adek:). Terima kasih sharingnya.

  • retno

    Paling susah itu poin terakhir, yaitu sabaar hehehe.
    Btw, jarak lahir anak anakku juga berdekatan, makanya aku menghindari banget kata-kata “sing gede ngalah”. Siapapun yang salah ya dia yang harus menanggung konsekuensinya. Gak peduli dia lebih muda atau lebih tua…

    • Nanik

      sip mbak, memang sedari kecil harus ditegur kalau memang salah. harus menghindari kalimat “nggak apa-apa, kan masih kecil”

  • Diar Ronayu

    Orangtua memang harus peka banget kalau ada anak yang merasa mendapat perlakuan yang nggak adil, ini juga bisa jadi penyebab sibling rivalry.. kalo nggak segera ditangani bisa terbawa sampai dewasa, sama saudara kandung sendiri malah nggak dekat 😦

  • Sandra Buana Sari

    Ngga usah usia deket mba, anak ku yg beda usia sama adiknya 5thn aja tetep ada rivalry hihihi emang sebagai ortu harus bisa adil plus ngga banding2in anak tapi ini kadang suliiit banget dilakukan XD

  • Nia Nastiti

    Jadi inget masa2 sering berantem sama adek, wkwk. Sekarang udah gede akuur. Ini tipsnya menarik banget Mak, aku sbg emak2 newbie manggut2 bacany 😀

  • Yati Rachmat

    Anak2 bunda 1dan lain berjarak 11 bulan, kecuali kelahiran anak ke-2 dan 3 berjarak hampir 7 tahun karena KB selebihnya? Balik lg berjarak 11 bulan, hehe … Sejauh itu tdk membahayakan diri, bunda biarkan kl mereka bertengkar. Sangat menggembirakan karena mereka bisa mencari solusi sendiri. Ortu sangat bahagia kala melihat anak2 rukun dan saling peduli.

    • Nanik

      iya bund, ortu sebaiknya tak terlalu mencampuri kalau anak-anak bertengkar, kecuali kalau sudah pada level membahayakan

  • Artha Amalia

    Begitu yaaa. Iya yah saya baru sadar kalau ketika anak usia di atas 1 tahun udah mulai punya rasa egois dan apa yg jadi miliknya yaa miliknya. Kalau punya adik, dia terpaksa membagi kasih sayang dari ibunya. Ah ini kalau gak ditangani dg baik, kakak bakal gak suka terus sama adeknya…

  • Rosanna Simanjuntak

    Aku langsung google lho mba dengan kata kunci ‘sibling rivalry’.

    Menurut artikel di situs parentalk.id, orang tua sering secara tak sengaja keliru menghadapi perilaku kakak beradik, seperti memaksa permintaan maaf dan main bersama, menolak perasaan anak, membandingkan anak satu dengan yang lain dan memihak.

    Jika terus melakukan kebiasaan di atas, maka persaingan akan semakin sengit!

    Itulah kenapa penting banget menerapkan kiat-kiat seperti mba tuliskan di atas tadi.

    Jadi, buah hati mba sudah makin akur dong ya?

    Meski menurut ahli, memang sulit menghindari sibling rivalry tapi bisa diminimalisasi.

    Salam.
    annarosannadotcom

    • Nanik

      sering akur. kadang masih rebutan juga hehe…. tapi kalau berantem ya saya biarin aja. Abis berantem diem-dieman, saling menjauh. Eh, tapi nggak lama kemudian dah ketawa cekikikan lagi berdua

  • Rach Alida Bahaweres

    Banyak orangtua yang secara nggak sadar melakukan perbandingan antara satu anak dengan anak yang lain. Dan ini yang kadang bikin jadi agak rival ya antara kakak dan adik

  • niaharyanto

    Huhuhu, aku sering pusing nih dengan sibling rivalry ini. 2 anak yg besar dan 2 anak yang kecil. Mereka selalu saja ribut. Gak pernah bisa lulus ya dari masalh ini. Cuma bisa ningkatin kesabaran aja. :)))

  • ririe khayan

    oooo jadi kalau kakak-adik bikin aksi -aksi yang minta diperhatian dari ortu atau orang dewasa di sekitarnya itu istilahnya Sibling rivalry ya. Jadi ingat, saya sama adik sering banget berantem utk hal-hal yang mengada-ada sebenarnya.

  • Ucig

    Akuuur mama seneng banget ya mbaaa.
    Iya klo sudah rebutan bisa lumayan pening hihi
    Tipsnya aku akan jalanin. Iya klo bisa emang nggak bandingin anak yaa mba..^^

  • Evi Indrawanto

    Sibling rivalry, semasa kanak-kanakku sengit banget lho Mbak. Maklum orang tua saya punya anak 5, semua ditangani sendiri, jadi perhatian terhadap adik yang paling bungsu dianggap lebih dibanding dengan saudara-saudara lainnya. Membuat kami jadi sering berantem.

    Emang ya orang tua harus bijaksana dan mau belajar terus mengenai psikologi anaknya. Kekurang perhatian membuat anak merasa terancam dan kurang bahagia. Padahal kita sebagai orang tua tidak bermaksud demikian…

  • Mirna Kei Rahardjo

    Aduh pas banget ini sharingnya, aku punya cita-cita punya anak di usia berdekatan, kadang ada orang-orang yang ngomporin salah satu diantara anak terus jadi musuhan, emang harus punya kiat tersendiri supaya anak gak gampang dipengaruhi

  • Liswanti

    Aku mengalami ini sekarang hehe, soalnya adik kakak hanya beda 2 tahun. Bener banget jangan pernah membandingkan. Dan ajak selalu mereka buat bekerjasama

  • Aprillia Ekasari

    Ahahaha jangan ikut campur dulu itu penting banget. Udah bbrp kali anak bertengkar, emaknya tereak2, eh tak lama kemudian baikan lg. Jd td cuma mancing emaknya tereak2 aja wkwkwk. Jd skrng kalau udah berkonflik saya diemin dulu, biar mereka selesaikan masalahnya sendiri, kalau dah mulai ada yg nangis baru emak bertindak 😀

  • Uniek Kaswarganti

    Jangankan yang usianya berdekatan mba, anak-anakku yang terpaut hampir 6 tahun aja ya masih begitu. Kalau salah satu dibela, yang lain cemburu dan marah-marah. Hahaha.. lucu juga sih saat mengingat hal itu. Padahal dulu pas mengalami hal ini rasanya emosi mau memuncak. 😉

  • Zulaeha

    Masya Allah, bermanfaat Mbak tipsnya. Sibling rivalry memang sebuah tantangan buat orang tua ya Mba, bahkan untuk yang jaraknya lumayan pun sering suka ribut. Sebagai orangtua harus selalu bijaksana.

  • Erny Kusumawaty

    Dulu waktu anak2 masih kecil ya gitu mba. 2 cewek beda kakak dan adik selisih 2 tahun. Ya solusinya memberi pngertian tapi nmx anak2 ya mmg butuh kesabaran. Tp seiring berjalannya waktu ya si kakak makin tahu. Skrg ya rukun. Thx mb artikelnya jdi ngingetin jaman anak2 msh kecil. Hehe

  • Nurul Fitri Fatkhani

    Sepertinya perasaan ibu saya persis sama dengan cerita Mbak Nanik. Karena usia saya dan adik saya berdekatan. Dan katanya memang suka ribut.
    Sekarang, anak saya usianya beda 5 tahun, tapi tetap aja masih suka ribut kok hihihi

  • lendyagasshi

    Hahaha…suka nyengir sendiri kalo ngeliat anak-anak berantem
    Gak sampe semenit, mereka uda ketawa-ketiwi lagi.
    Alhamdulillah~
    Mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri.

  • akuchichie

    Aku pun mengalami jaman masa kecil dulu, main bersama dengan ending berantem sampai SMP masih gitu deh seingetku. Padahal sudah punya masing-masing tapi masih kurang.

Leave a Reply to ameliatanti Cancel reply

%d bloggers like this: