Tradisi Megengan Menjelang Ramadhan




Esok sudah memasuki bulan Ramadhan. Hari ini, di daerah tempat tinggal saya, para ibu sibuk memasak di dapur rumahnya masing-masing. Memasak nasi dan lauk untuk dibagikan kepada para tetangga dan sanak saudara. Untuk lauk, biasanya ada mie, kering tempe, daging ayam dan telur rebus. Selain itu, mereka juga membuat kue apem. Iya, tak lengkap hantaran hari ini kalau tak ada kue apem. Hari ini, kami menyebutnya dengan megengan.

Nasi dan teman-temannya

Megeng konon berarti menahan. Megengan dapat dimaknai memulai untuk menahan. Menahan lapar, menahan haus, menahan godaan hawa nafsu. Megengan menandai awal Ramadhan, dimana umat Islam diwajibkan untuk berpuasa.

Kue apem harus ada dalam tradisi megengan. Apem konon dari kata afuan yang berarti maaf. Mengantar kue apem untuk tetangga sekitar dapat dimaknai sebagai permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan. Saling meminta dan memberi maaf, agar saat menjalani ibadah puasa nanti, tak ada lagi ganjalan dan amarah yang tersisa.

Kue apemnya kini sudah banyak variasinya. Tidak melulu bulat, namun sudah dibentuk menjadi berbagai model. Jika tak mau repot dengan adonan tepung, tak perlu khawatir. Sudah banyak yang menerima pesanan untuk membuat kue apem. Tinggal pesan saja sehari sebelumnya. Atau bisa juga pesan pada tukang sayur langganan yang lewat di depan rumah.

Kue apem dengan berbagai bentuk

Saat megengan begini, juga melatih kita untuk bersedekah. Saat harga daging dan juga telur ayam sedang mahal, para ibu tak mengeluh. Mereka tetap membelinya, memasaknya dan membagikan pada tetangga sekitar.

Kalau di daerahmu, adakah tradisi khusus untuk menyambut datangnya bulan puasa?

2 Comments

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan ini, ditunggu komentarnya. Please... jangan meninggalkan link hidup ya