[Trip] Berastagi, Pesona diantara Tiga Gunung

Masih melanjutkan cerita tentang Berastagi. Setelah semalam tidur lelap berselimut tebal dan pagi-pagi menggigil namun tetap memaksakan mandi, tibalah saatnya sarapan. Turunlah kami ke lobby penginapan. Wah ada banyak bule! Mereka sarapan apa ya?

Tertarik dengan menu yang sedang disantap para bule itu, kami ke bagian resepsionis. Tapi belum sampai menyebutkan menu dah didahului ama mbaknya

“Mau sarapan apa? Klo buat tamu lokal menunya nasi goreng, mi goreng ama mi kuah”

HAH? kok diskriminasi gini sih. Mau protes juga nggak bisa karena aturannya gitu. Akhirnya karena badan masih kedinginan, kami pilih mi kuah saja, sekalian buat penghangat. Dan ternyata mi kuah = indomie rebus!

Usai sarapan, kami ke lokasi, di smk Bersama. Dari penginapan, kami naik angkot, tarifnya cukup murah, 2000 per orang. Di pekarangan rumah penduduk, kami lihat sebagian besar ditanami sayuran. Ada makam juga di samping/depan rumah.

Gambarnya nggak begitu jelas, karena diambil saat angkot masih berjalan dan posisi duduk uyel-uyelan.

Katanya, memang biasa orang sini memakamkan anggota keluarganya dekat rumah, atau bahkan di kebun/ladang mereka.

Sudah beranjak siang, tapi masih saja hawanya dingin banget. Ini karena berastagi memang didataran tinggi, dikelilingi deretan bukit barisan, ada tiga gunung juga di dekatnya.

Pertama, adalah gunung sibayak. Inilah penampakannya, diambil dari lantai 3 gedung yayasan Bersama

Yang kedua, gunung sinabung yang sampai sekarang masih sering mengepulkan asap

Yang ketiga, gunung Barus

11 Comments

Add a Comment
  1. Kenapa dibedain gitu ya mbak? Apa tarif penginapan untuk turis lokal sama asing memang dibedain ya?

    1. ga tau juga mbak, malas nanya 🙂
      gurauan saya ama teman sih, kita kan bayarnya rupiah, mereka dollar hihihihi

  2. Nggak nahan untuk ngomentari mi kuahnya yang ternyata hanyalah indomie rebus…. (**rada ngakak dikit2…)

    1. hihihi…. jauh-jauh ke berastagi, ketemunya indomie

  3. loh, kok menunya bisa beda mbak buat turis lokal sama mancanegara?
    klo mau nyoba menu buat bule boleh gak tuh? 😀

    1. boleh, untuk menu makan siang dan makan malam
      khusus sarapan ya tiga itu tadi pilihannya

  4. aneh,,,, apa alasanya membedakan turis lokal sama turis asing kho menu sarapanya di bedain….

    1. kapasitas perutnya kali hehehehe

  5. Trio SSBnya keren Sibayak-Sinabung-Barus Jeng Naniek.

  6. Tripnya menyenangkan banget ya Mbak.?

    1. suasana dan keramahan warganya menyenangkan.
      Makanannya aja yang kurang sesuai ama lidah saya

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis