Cari Kepiting Cangkang Lunak? Ya Kepiting Soka Khas Tarakan




Sabtu, 16 Mei 2015 pukul 18.30 WITA, saya dan empat teman kantor mendarat di bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara. Sudah ada panitia yang menjemput. Si mbak panitia ngajak mampir makan dulu. Tapi dia masih bingung mau ngajak kemana, lalu menawarkan kami pengen makan apa. Langsung aja saya jawab, kepiting. Kalau ke sini, memang sebaiknya jangan melewatkan untuk menikmati kepiting soka khas Tarakan.

Baca juga : Pasar Batu Akik Tarakan

Sebelumnya saya pernah juga tugas di Tarakan, akhir 2010. Waktu itu diajak menikmati kepiting soka, kepiting yang cangkangnya lunak. Jadi nggak terlalu merepotkan kala makan.

Kepiting Soka Khas Tarakan

Sekilas tidak ada bedanya antara kepiting soka dengan kepiting yang dijual dipasaran. Yang beda adalah cara budidayanya. Soka sendiri kepanjangan dari soft karapas yang berarti cangkang yang lunak.

Bibit kepiting dari alam liar dipelihara di kolam budidaya selama 21 – 25 hari hingga masuk fase ganti kulit atau moulting. Saat fase ganti kulit ini kepiting dipanen. Pemanenan ini harus dilakukan segera karena hanya dalam 2 jam cangkang kepiting akan mengeras.

kepiting soka khas tarakan
Sumber gambar jualkepitingsoka.wordpress.com

Salah satu rumah makan yang menyediakan menu kepiting soka adalah rumah makan Derawan yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa, Pamusian, Tarakan Tengah, Kota Tarakan

Rumah Makan Derawan

Maka, meluncurlah kami ke rumah makan Derawan. Rumah makannya sih biasa aja, tapi masakannya uenak. Ini memang rumah makan spesialis seafood dan hidangan ikan segar. Di dinding rumah makan ada banyak akuarium, tapi isinya bukan ikan hias. Isinya ikan patin dan kakap putih.

rumah makan derawan

Rumah makannya persis di tepi jalan, nggak ada area parkir khusus. jadi parkirnya ya di bahu jalan. Bangunan warungnya terbuat dari papan kayu. Meja memanjang dengan beberapa kursi plastik di kanan kirinya.

Duduk di kursi dan langsung dong bilang kepiting saus padang pada mbak yang bertugas mencatat menu pesanan pengunjung. Padahal belum baca ada menu apa saja di sana. Emang tujuannya pengen makan kepiting soka khas tarakan.

Menunggu beberapa saat. Si mbak balik ke meja kami dan bilang kalau kepitingnya HABIS! Kecewa dong. Tapi gpp, kita ganti menu lain.

Akhirnya kami pesan gurami dan kakap bakar, cumi saus padang dan tak lupa tumis kangkung.

Minggu siang, jam 2 an. Selesai dari pengecekan peralatan di tempat saya mendapatkan tugas, kami ke rumah makan Derawan lagi. Pesan kepiting dong tentunya.

Tapi lagi-lagi kami harus menelan ludah, kepiting HABIS. Jadilah pesan menu lain. Menu lainnya juga sudah pasti enak, tapi masih mengganjal aja karena belum keturutan makan kepiting soka.

Akhirnya Keturutan Makan Kepiting Soka

Malam terakhir di Tarakan, 20 Mei, akhirnya keturutan juga makan kepiting Soka. Di hotel tersedia menu makan malam berupa kepiting soka. Seneng dong pastinya. Sepertinya panitia sengaja meminta pihak hotel memesan menu ini, setelah sebelumnya dua kali saya gagal makan kepiting soka di rumah makan Derawan.

kepiting soka khas tarakan

Dan jangan ditanya, apakah saat itu saya makan karena memang saya lapar, atau karena saya ini rakus. Piring pertama, cukuplah empat potong. Nasi nggak laku. Piring pertama ludes, menyisakan sedikit cangkang. Piring disisihkan, lalu berjalan kembali ke deretan meja dimana menu makanan tersaji. Ambil piring lagi, dan tentunya ambil kepiting lagi. Pokoknya puas-puasin.

Kepiting Soka Khas Tarakan

Nggak malu, ada banyak orang gitu bolak balik ambil kepiting?

Hahaha… nggak lah. Ngapain malu. Lha wong teman-teman seperjalanan saya juga sama kelakuannya. Memecah cangkangnya, menikmati dagingnya, hingga yang tersisa hanyalah beberapa cangkang yang keras. Cangkang yang keras ini adalah cangkang bagian capitnya.

Kepiting Soka Khas Tarakan

32 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *