KulinerKu

Waluh Sebesar Bocah, Sayang tak Bisa Mengolah

Waluhnya enak buat dipeluk-peluk

Suatu hari suami pulang dari sawah membawa buah waluh yang sangat besar. Langsung membuat takjub anak-anak karena ukurannya yang besar. Kata suami beratnya sekitar 11 kilo. Si bocah yang antusias langsung cerita tentang halloween, dia mengira labu itu akan dibuat menjadi seperti bentuk labu yang sering di bacanya di majalah.

“Muat ini, Ma kalau” kepalaku dimasukkan. Ayok, Ma buatin labu halloween buat aku”

“Janganlah nak. Ini kan makanan, bukan buat mainan.”

“Emang enak dimakan? Kalau gitu ayo cepat, Ma. Mama masak sekarang”

Dapat permintaan seperti itu, giliran emaknya yang bingung karena memang belum pernah mengolah buah waluh. Sekalinya dibawain kok ya segede ini. Terus harus diolah apa?

Akhirnya googling lah andalannya. Cari resep olahan buah waluh. Ketemu banyak banget aneka resep mengolah buah waluh. Bisa dibuat bolu, donut, klepon, puding, kolak. Si bocah semangat sekali begitu tahu banyak jenis makanan yang bisa dihasilkan dari sebuah labu itu. Sayang, emaknya ini kurang kreatif. Dari berbagai resep yang ada, cuma satu yang bisa direalisasikan, yaitu kolak waluh

Kolak waluh

Untungnya si bocah nggak protes. Lahap aja makan kolak waluh buatan mamanya. Sambil makan dia bertanya, “emang waluh tuh ada vitaminnya?” pertanyaan yang sekali lagi membuat emaknya harus googling untuk menemukan jawabannya.

Dari hasil googling, ditemukanlah jawaban yang terangkum dibawah ini :

  1. Waluh mengandung vitamin A dan juga betakaroten. Betakaroten adalah pigmen warna kuning-oranye yang jika dicerna di dalam tubuh kita, akan berubah menjadi vitamin A. Selain itu, waluh juga mengandung vitamin C, zat besi dan kalium.
  2. Waluh memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga bagus untuk pencernaan dan mengurangi resiko sembelit.
  3. Buah waluh memiliki kandungan senyawa antioksidan yang sangatlah baik untuk menepis dan juga melawan radikal bebas yang menyerang tubuh.

Wah, ternyata buah ini banyak juga kandungan gizi dan manfaatnya ya. Kalau kamu, pernahkah mengolah buah waluh ini? Diolah jadi apa saja?

8 Comments

Setiap jejak yang Anda tinggalkan akan sangat berarti bagi sang penulis

%d bloggers like this: