grand travello hotel bekasi

Grand Travello, Hotel Mewah di Tengah Grand Kota Bintang Bekasi

Taksi bandara yang mengantar saya menuju Grand Travello Hotel Bekasi berbelok menuju sebuah kawasan dengan melewati portal di pos penjagaan. Saya lihat sekilas ada tulisan Grand Kota Bintang. Artinya tujuan saya sudah dekat. Karena sesuai undangan yang saya terima, kegiatan kali ini bertempat di Grand Travello Hotel yang beralamat di Jalan Grand Kota Bintang, RT.006/RW.017, Jakasampurna, Kec. Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Saya masih mengamati suasana di bagian kiri jalan melalui jendela mobil yang kamu lalui, ketika pengemudi mengkonfirmasi bahwa di sebelah kanan adalah hotel yang kami tuju. Saya pun lalu menoleh ke kanan, nampak deretan ruko. Mobil lalu masuk ke kawasan deretan ruko tersebut, menaiki tanjakan kemudian berhenti. Kami sudah sampai. Saya sempat heran apakah bener di sini tempat kegiatannya, di hotel yang diapit ruko kanan kiri begini?

grand travello hotel bekasi

Grand Travello Hotel Bekasi, Umurnya Baru Setahun.

“Don’t judge a book by its cover”, saya kembali mengingat falsafah ini begitu melewati pintu masuk Grand Travello Hotel Bekasi. Walau di apit ruko di kanan kiri, tapi area lobby nya ini luas banget. Karena saya menginap di sini awal Desember, yang pertama nampak mencolok adalah adanya pohon natal dengan aneka hiasannya. Ditempatkan tak jauh dengan meja resepsionis.

Di sisi kiri meja resepsionis, saya lihat ada karangan bunga kecil. Setelah saya perhatikan lebih seksama, ternyata ada tulisannya di situ, yang memberikan informasi bahwa Grand Travello Hotel mulai beroperasi pada Desember 2024. Artinya, usia hotel ini baru setahun. Dan dari penuturan salah satu staf hotel yang saya konfirmasi, dia menyatakan bahwa benar pertengahan Desember ini Grand Travello genap berusia 1 tahun.

resepsionis grand travello hotel bekasi

Ada banyak tempat duduk di area lobby ini. Bisa digunakan bersantai maupun berbincang, bahkan menurut saya bisa juga buat rapat membahas hal penting namun dalam suasana santai.

Di salah satu sudut lobby, ada tangga putar menuju ke lantai 2. Tak jauh dari lift saya temukan ternyata ada eskalator juga untuk akses ke lantai 2. Di lantai 2 ini ada beberapa ruang pertemuan, dan musholla yang lumayan besar. Jadi tangga dan eskalator ini saya perkirakan untuk mempermudah akses bagi peserta pertemuan/kegiatan yang diadakan di lantai 2.

Lift Berteknologi Tinggi

Saya memperoleh informasi dari resepsionis bahwa kegiatan yang saya ikuti ada di ballroom lantai 5. Registrasi dan pengambilan kunci kamar juga dilakukan di lantai 5. Tak lupa respsionis menunjukkan arah lift.

Saya pun menuju ke arah lift, ada 3 lift yang tersedia. Satu lift pintunya terbuka, saya pun masuk, memencet tombol angka 5. Pintu lift tertutup, namun tombol angka 5 tidak menyala. Saya berpikir apakah harus memakai kunci untuk ke lantai 5. Tapi kalau pengambilan kunci kamar dilakukan di lantai 5, mestinya kan kami bisa menggunakan lift untuk ke lantai 5 tanpa harus menggunakan kunci.

Pintu lift terbuka lagi, ada beberapa orang yang masuk, sepertinya sih peserta kegiatan yang sama dengan saya, karena tujuannya juga ke lantai 5. Tapi gimana ini, lha tombol ke lantai 5 nggak mau di pencet.

Saya pun berinisiatif keluar lift, niatnya mau minta tolong petugas supaya kami bisa ke lantai 5. Alhamdulillah tak jauh dari lift saya temukan ada salah satu petugas hotel. Saya pun menyampaikan maksud saya, untuk dibantu agar bisa naik lift sampai ke lantai 5.

Petugas lalu mengajarkan saya, untuk memencet tombol angka 5 di papan tombol yang ada di luar lift. Setelah saya memencet angka 5, muncul arahan di layar, tulisan saya harus naik lift A. Ada audio juga yang memberikan instruksi agar saya masuk lift A. Saat pintu lift A terbuka, tombol angka 5 di dalam lift sudah menyala. Oh, kok keren sekali, baru kali ini saya nginap di hotel dengan kontrol lift seperti ini.

Khusus untuk akses ke kamar, saya dapat kamar di lantai 8, selain memencet tombol angka lantai yang di tuju, kita juga diminta untuk memindai kunci kamar di pemindai yang ada di bawah papan tombol. Jika keduanya sudah dilakukan, barulah akan ada arahan apakah masuk lift A, B atau C.

Kamar dengan View Grand Kota Bintang

Saya memperoleh kamar di lantai 8. Dari jendela kaca di kamar, mengarahkan pandangan ke depan, saya dapat melihat beberapa pusat perbelanjaan yang ada di area grand kota bintang. Yang akhirnya, sempat juga saya kunjungi di sela-sela jam istirahat kegiatan.

grand kota bintang bekasi

Sementara kalau mengarahkan pandangan ke bawah, ada dua kolam renang yang nampak. Kolam renang dewasa dengan ukuran yang lebih luas dibanding kolam renang anak. Dua malam saya menginap di Grand Travello Bekasi, pagi siang sore, melongok ke kolam renang, tak nampak ada tamu hotel yang memanfaatkan fasilitas ini. Tak ada yang berenang ataupun berendam di kolam renang. Beberapa pohon pun nampak masih baru ditanam di tepi kolam, belum banyak daun yang tumbuh.

Kolam renang grand travello hotel bekasi

Dipan single akan menjadi tempat tidur menjadi tempat saya merebahkan diri, menikmati istirahat selama dua malam. Meja kerja yang luas, bisa saya gunakan jika di kamar masih ingin membuka laptop. Ada sofa juga dengan sebuah meja kecil, dapat digunakan untuk bekerja dengan laptop ataupun menaruh secangkir kopi dan camilan.

Tapi, dimanakah teko pembuat kopi, beserta kopi, teh dan gula sachet yang biasa ada di meja kamar hotel? Saya celingukan mencari, tapi tak saya temukan. Bahkan air mineral dalam kemasan botol pun tak ada. Apakah tadi petugasnya lupa saat membersihkan kamar?

Pandangan saya lalu tertuju pada sebuah meja dengan banyak laci dibawahnya. Meja tempat layar televisi datar berada. Saya coba membuka-buka penutup lacinya, dan ketemulah apa yang saya cari. Dua botol air mineral, dua buah cangkir, teko pemanas air serta aneka bahan minuman dalam sachet. Ada kulkas mini juga di laci meja yang paling besar.

Ruang Makan Luas dengan Banyak Pilihan Menu

Resto terletak di lantai 2. Ruangannya luas, dengan banyak tempat duduk, hitungan kasar saya lebih dari 100, baik di dalam maupun luar ruangan di area balkon untuk para perokok. Jadi, walaupun kegiatan yang saya hadiri diikuti oleh peserta yang jumlahnya 300 ratusan orang, ditambah tamu lain yang menginap, sepanjang saya menikmati sarapan, tak nampak ada tamu yang sampai kesulitan mencari tempat duduk. Tentu saja 300 an orang ini tidak sarapan di saar bersamaan ya, namun silih berganti.

Ada hal yang langsung menarik perhatian saya, yaitu adanya pajangan aneka rempah di beberapa meja saji, terutama di depan area live cooking yang menghadirkan masakan fresh dari panci/wajan diatas kompor.

Saya hanya tahu cabe kering, merica, ketumbar, kayu manis. Selebihnya saya tak tahu apa nama rempah tersebut. Karena sesungguhnya bumbu yang paling saya gunakan untuk memasak hanyalah bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas dan kemiri. Kalau ada bahan lain untuk menyedapkan masakan, saya pasti akan meminta tolong suami untuk mengidentifikasinya. Karena memang suami yang lebih pandai memasak, dan sebagai orang Sumatra, suami tahu betul aneka macam rempah untuk membuat masakan semakin sedap.

Setelah berkeliling, saya malah bingung mau makan apa. Yang pasti sih, saya nggak makan nasi kalau lagi nginap di hotel, karena sudah banyak pilihan makanan selain nasi yang membuat perut saya terasa kenyang.

Menutup kebingungan, marilah kita mulai dengan mengambil secangkir kopi tanpa gula dan sepiring kecil irisan buah segar. Yang saya suka di sini, irisan buahnya macam-macam. Semangka, melon, pepaya, ini sih standar ya. Ada juga irisan buah naga, apel, mangga, anggur, bahkan jeruk pun sudah dikupaskan. Tapi kalau kelengkeng, tetap para tamu yang harus mengupas sendiri. Taruh di meja, lalu berjalan lagi menuju area minuman. Balik ke meja dengan membawa segelas kecil infused water dan setengah gelas susu fullcream. Susu ini biasanya akan saya tuang ke dalam cangkir kopi.

Menikmati irisan buah pelan-pelan, sambil melihat lalu lalang para tamu yang bolak-balik mengambil menu. Sesekali bertatap mata dengan beberapa wajah yang saya kenal, lalu melempar senyum. Para petugas sigap mengisi kembali menu yang jumlahnya selalu berkurang dengan cepat.

Sepiring irisan buah sukses berpindah ke lambung. Petugas sigap membereskan piring dihadapan saya yang sudah bersih. Ok, lanjut ke menu kedua yang saya pilih, yaitu bubur kacang hijau. Ada kolak di panci samping bubur, namun saya sedang tak berselera makan kolak.

Dua menu ini saja, sudah membuat saya kenyang. Padahal masih ada pilihan aneka macam roti, gorengan, pisang bakar, ketoprak, bubur ayam, perteluran, bahkan juga mie instan. Ini belum termasuk menu makan utama ya, nasi dengan aneka pilihan lauk dan sayurnya. Jangan dilupakan juga aneka dessertnya.

Kalau menuruti lapar mata dan keinginan mengunyah, pasti tak akan ada puasnya. Apalagi para tamu bisa berada di ruang makan hingga jam 10, sebelum waktunya di bereskan dan persiapan untuk menyajikan makan siang.

Jadi sejatinya, diri kitalah yang harus dapat mengukur diri, mau lanjut atau berhenti. Dan saya memilih lanjut mengambil 1 buah tempe goreng dan bala-bala. Untuk teman menyeruput kopi. Susu saya tuangkan ke dalam cangkir kopi, berpadu menjadi kopi susu racikan ala saya.

Kapi habis, saya pun segera beranjak meninggalkan area makan. Bersiap menuju ke ruang pertemuan. 15 menit menjelang kegiatan di mulai, saya harus lebih dulu sampai di ruangan sebelum para peserta datang. Karena saya butuh waktu untuk mempersiapkan laptop dan materi di meja depan, serta mengecek dan memastikan semua perlengkapan yang dibutuhkan berfungsi dengan baik.

Sungguh, menginap di grand Travello hotel Bekasi memberikan saya kesenangan tersendiri, menambah pengalaman juga kalau-kalau suatu saat saya nginap di hotel dengan kontrol lift seperti di sini, saya nggak bakal katrok lagi

Baca yang ini juga

7 thoughts on “Grand Travello, Hotel Mewah di Tengah Grand Kota Bintang Bekasi

  1. Wah, asyik banget ya ada hotel mewah yang lokasinya strategis banget di tengah Grand Kota Bintang begini. Jadi makin banyak pilihan buat staycation tipis-tipis atau sekadar cari suasana baru tanpa perlu macet-macetan jauh dari Bekasi!

  2. Mungkin 2 hari pas Kak Nanik di sana tamunya belum berkeinginan memanfaatkan fasilitas kolam renang ya, bisa jadi faktor cuaca dingin seperti ini. Tapi untuk viewnya mah asik ya, dan bikin betah staycation

  3. Konsep liftnya bikin yang menginap di sana merasa aman dan nyaman. Soalnya, akses untuk orang yang nggak berkepentingan akan sulit sekali. Jadi, kemungkinan akan ada orang tak dikenal yang berniat jahat juga minim. Keren sih hotel begini tuh

  4. Oalahh, pantas kalau usianya baru setahunan. Saya pikir kok ini hotel dimana? Secara saya sering banget ke wilayah Bekasi Barat secara di Kayuringin ada sodara
    Saya sering ngider di sana. Hehehe…
    Unik dan modern ya lift nya … Antisipasi banget untuk tamu tidak diundang itu mah ya

  5. Wah kesini ah kalo ke Bekasi

    saya tuh belum pernah ke Bekasi, hihihi ndeso ya?

    gak hanya Bekasi, juga daerah pendukung Jakarta lainnya

    saya nebak pajangan rempah selain yang disebut Mbak Nanik, yaitu kapulaga, bunga lawang kayu manis, cengkeh dan duh … oiya andaliman

  6. Wah ini hotel yang belum lama Mbak Nanik ke Bekasi ya. Masih baru ternyata. Fasilitasnya masih terlihat bersih dan pohon-pohon yang ditanam juga belum tinggi dan berdaun banyak. Menarik banget Mbak. Lihat sajian sarapannya juga beraneka rupa. Pilihannya banyak. Cukuplah untuk sarapan kenyang yang bikin ngantuk hahahaha. BTW, saya suka touch of color kamarnya. Membumi dan terasa adem. Apalagi sofa berkaki itu. Bikin betah baca buku.

  7. Oalah baru setahun usia hotelnya, pantesan liftnya istimewa, teknologi terbaru ini. Keren.
    Salfok saya sama aneka rempah di meja saji, yang hobi masak, bisa-bisa penasaran gantiin chefnya live cooking nih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *